JEDA KARIR DAN UPAYA MEREVITALISASI “MOVE-ON”

526506_10151800394393486_932714590_nPemberitahuan itu datang tak terduga di Jum’at siang, 18 Maret 2016.

Meski terus terang, sebenarnya saya sudah mempersiapkan fisik maupun mental menerima segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi dengan mengamati situasi terkini, tapi tetap saja kabar itu membuat saya tersentak kaget dan juga tak percaya. Ya, saya menjadi salah satu diantara empat orang karyawan kantor PT Cameron Services International yang terkena dampak “rasionalisasi” pasca krisis migas dunia yang terus mendera dan makin memburuk. Ini adalah kali kedua saya mengalami kejadian serupa. Sebelumnya saya pernah mengalaminya di PT Timori Putra Bangsa ketika anak perusahaan Timor Grup yang bercita-cita membuat motor nasional yang mengadopsi teknologi Cagiva Italia ini tutup di tahun 1999, pasca krisis moneter parah melanda Indonesia.

Seperti Dejavu’ rasanya.

Tiba-tiba saya gamang dan bertanya-tanya tentang masa depan, tentang apa yang akan saya katakan pada istri dan anak-anak saya kelak saat pulang ke rumah nanti, tentang bagaimana kami menjalani hidup yang tentu berbeda dengan rutinitas yang kerap kami alami selama 4,8 tahun terakhir ini, bagaimana saya menghadapi status terbaru saya pasca kejadian itu sebagai “pengangguran”serta apakah saya bisa segera mendapatkan tempat kerja baru lagi ?

Dengan tangan bergetar saya menandatangani surat konfirmasi “rasionalisasi” itu dan memandang wajah atasan saya satu per satu, seakan mencari jawaban apakah keputusan ini sudah final, masih bisa dirubah dan dipertimbangkan kembali. Bahkan sempat terbersit di pikiran saya bahwa apa yang saya alami ketika itu hanya mimpi belaka. Tapi sia-sia. Ini nyata adanya. Saya mesti menghadapi situasi yang berbeda saat yang saya alami dulu di Timori dimana saat itu kami semua diberhentikan secara bersama-sama.

71863_10151411952338486_1917613997_n

Sore itu, seusai membenahi meja kerja dan mengembalikan inventaris kantor yang selama ini saya gunakan, saya duduk termangu di kursi yang telah menemani saya menjalani hari demi hari di PT Cameron Services International (CSI). Terbayang segala kenangan indah yang pernah terjadi. Mulai dari menjadi Ketua Panitia Employee Gathering ke Bali tahun 2012, menjadi Ketua program CSR dengan membangun ruang kelas baru di SD Karang Baru 06 Cikarang Utara serta menyumbangkan buku & komputer di tahun 2013, training Super User Optimus ERP di Perth, Australia, membantu tim sales/marketing dengan presentasi profil perusahaan di PT.Energy Sengkang, PT.Energy Equity serta PT Vale Indonesia tahun lalu dan tentu saja interaksi penuh nuansa kekeluargaan yang kental antar karyawan, membuat saya tiba-tiba jadi begitu terbawa perasaan sentimentil.

Saya menghela nafas panjang. Tak terasa mata saya basah ketika mengelus permukaan meja kerja saya, untuk terakhir kali. Setelah bersalaman dan menyampaikan pamit kepada teman-teman kantor, saya pulang ke rumah mengendarai motor Honda Revo yang telah setia menemani saya selama 4 tahun lebih itu. “One last ride from Cameron,”gumam saya lirih menirukan kalimat salah satu pemeran Fast & Furious VII tersebut. Langit Cikarang terlihat mendung pada petang yang kian temaram.

Istri saya menyambut di gerbang pagar rumah dengan senyumnya yang fenomenal. Seperti biasa. Setelah memarkir motor, saya lalu mengajaknya bicara berdua dan menyampaikan kabar yang telah menimpa saya Mulanya memang ia terkejut, tapi istri saya kembali bisa menguasai diri. “Gak apa-apa kok Pa, semua diambil hikmahnya saja. Mungkin ini justru bagian dari rencana terbaik Allah SWT untuk kita sekeluarga. Jadi tetap tenang dan fokus. Bangkitlah. Papa adalah petarung sejati, sudah merantau jauh dari kampung hampir 30 tahun disini dan menjadi suami serta ayah terbaik untuk kita semua. Tetaplah seperti itu. Kami selalu berdoa dan mendukung Papa kok” kata istri saya lembut sembari mengangsurkan segelas teh manis hangat. Wajahnya yang teduh membuat galau hati saya terlerai jauh.

481651_10151471748728486_1796648820_n

Tiba-tiba saya teringat tulisan di buku “Sukses Jadi Profesional” karya Eileen Rahman (Gramedia,2015). Dalam buku tersebut, Eileen mengutip buku “Great by Choice” oleh Jim Collins. Digambarkan ada dua kelompok pengembara Arktik. Kelompok pertama berdisiplin berjalan 20 mil per jam. secara teratur, tidak kurang tidak lebih. Sementara kelompok kedua kecepatan berjalannya tergantung cuaca. Hasilnya kelompok yang disiplin, konsisten dengan komitmennya bisa bertahan dan lebih cepat mencapai tujuan. Dengan kata lain, kita tidak perlu menunggu sampai kondisi memudahkan kita untuk bergerak, tetapi justru kita perlu maju terus, apapun yang terjadi.

Inspirasi itu dan kalimat penuh semangat dari istri tercinta membuat saya tersadar. Kejadian ini tak lantas membuat saya harus terpuruk pada kesedihan mendalam. Saya harus “move on” dan bangkit penuh percaya diri. Episode karir saya di PT.CSI memang sudah berakhir, tapi itu bukan berarti saya juga harus berhenti sampai disitu. Masih ada banyak “pintu” di luar sana untuk mencari rezeki yang halal dan berkah bagi keluarga tercinta, meski memang tentu tak mudah pada situasi ketika gelombang PHK ratusan ribu karyawan mendera Indonesia beberapa waktu terakhir ini serta tentu usia saya yang sudah tak muda lagi.

29622_10151272554298486_1435575107_n

Seusai sholat Tahajjud, kami berdua saling berpelukan di keheningan malam. Bukan meratapi nasib, tapi saling menguatkan dan memanjatkan doa. Sebagai pasangan hidup, istri tercinta dengan ketabahan yang luar biasa mengalirkan semangat pada saya, tanpa henti. Cobaan yang kami alami menjelang ulang tahun saya ke 46 (9 April 2016) dan ulang tahun pernikahan kami ke 17 (10 April 2016) memang tak ayal sempat membuat kami limbung tapi tidak lantas membuat kami goyah dalam situasi melankolis berkepanjangan. Kami meyakini, sembari berikhtiar, pertolongan Allah SWT akan datang bagi hamba-hambaNya yang senantiasa berdoa dan bersyukur.

Alhamdulillah, sejumlah kawan datang mengulurkan bantuan merekomendasikan saya kepada jejaring mereka. Dan pada hari Selasa, 22 Maret 2016 saya dipanggil wawancara untuk posisi sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan trading asing terkemuka di Jakarta PT.Fedsin Rekayasa Pratama berkat rekomendasi seorang kawan. Saya akhirnya diterima dan mulai bekerja tanggal 11 April 2016.

Kini, saya mencoba menikmati masa-masa jeda karir dengan mengisinya dengan berbagai aktifitas, antara lain menekuni kegiatan blogging yang saya sukai. Termasuk membantu pekerjaan istri di rumah dan merawat tanaman. Pada sisi pekerjaan, saya pasti akan belajar hal-hal baru lagi karena kelak akan bertugas di garis depan (front line) memimpin tim Sales/Marketing setelah sebelumnya berada di “garis belakang” pada posisi Supply Chain. Tantangannya sungguh berat dan tak mudah, terlebih ada target yang harus dicapai.

Saya teringat, saat pertama kali bekerja di PT.CSI (waktu itu masih bernama PT.Geographe Energy Indonesia) yang letaknya tak jauh dari rumah, saya menulis disini. Setelah 4 tahun lebih saya berada di “zona nyaman” –pulang pergi ke kantor “lebih siang” dan jauh dari kemacetan lalu lintas –sekarang saya kembali bekerja di Jakarta. “Anggap saja selama 4 tahun di CSI Cikarang, Papa sedang “Re-charge” batterainya untuk kemudian kerja lagi di Jakarta dengan suasana lebih segar,” canda istri saya seraya tersenyum. Saya lalu mencubit pipinya dengan gemas dan merengkuhnya mesra ke dalam pelukan.

Sore itu, saya menyaksikan lengkung pelangi di langit seusai gerimis di teras rumah mungil kami.

Indah sekali..

.

Related Posts
CATATAN FRESH MEI 2009 :  DARI RICH MEDIA TECHNOLOGY SAMPAI HASIL SURVEY BLOGGER 2009
Ibu Vida dari Indopacific Edelman Mempresentasikan Hasil Survey Blogger yang dikerjakan bekerjasama dengan Komunitas Blogger Blogfam pada acara FresH 19 Mei 2009 Malam ini (Selasa, 19/5) saya baru saja menghadiri Forum ...
Posting Terkait
PSF & IKHTIAR MEMBANGUN ANAK BANGSA BERKEUNGGULAN
amanya Raven. Lengkapnya Raven Dwipa Bangsa. Konon namanya merupakan inspirasi dari sang ayah yang begitu mengagumi tokoh film "Raven" di televisi pada era 80-an yang begitu digjaya membasmi penjahat. Anak ...
Posting Terkait
ANDERGAUGE, DALAM SEBUAH RUANG KENANGAN TAK TERLUPAKAN
Keramahan khas Scotland tersirat diwajahnya saat menjabat tangan saya dengan hangat diruang kerjanya Gedung Aldevco Octagon Building lantai 2, suatu hari di bulan Juli 2001. "Welcome Amril, my name Peter Fraser, ...
Posting Terkait
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Tune, Piyo-Piyohu Ngana Uti ? emikian ucapan yang kerap saya dengar dari ayah saya di Makassar pada ujung telepon saat menanyakan kabar saya bersama keluarga di Cikarang. Ucapan dalam bahasa ...
Posting Terkait
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
Jejak lampau yang telah engkau lewati, anakku menjelma serupa cahaya mengiringi langkahmu kedepan seiring dentang usia dan gerimis November serta pendar bening bola matamu menatap jauh masa depan yang terbentang dan tak mudah Seperti janji ...
Posting Terkait
JADI KHATIB KULTUM TARAWIH LAGI..
inggu malam (14/7) lalu saya kembali mendapat kehormatan sebagai khatib kultum (kuliah tujuh menit) sesaat sebelum Jamaah Mushalla Al-Ishlah yang letaknya berada dibelakang rumah saya menunaikan sholat Tarawih. Ini memang ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (8) : TEGAKKAN KOMITMEN UNTUK E-GOVERNMENT
Seusai Makan Siang dan Sholat Ashar, Acara Seminar sesi kedua Amprokan Blogger 2010 Minggu (7/3) dilanjutkan kembali. Sebelum memasuki acara inti, lebih dulu diperkenalkan gerakan SEBUAI (Sejuta Buku untuk Anak ...
Posting Terkait
SETELAH 10 TAHUN BERLALU …
ampaknya, inilah jawaban atas doa-doa itu. Doa kedua anak saya, Rizky dan Alya, seusai sholat yang senantiasa mendoakan sang ayahanda tercinta selamat dalam perjalanan kembali ke rumah dan segera mendapatkan pekerjaan ...
Posting Terkait
MENGENANG AYAH, HULONDHALO LIPUU’ DAN CATATAN HARIAN YANG AKHIRNYA USAI
Saya tidak pernah bisa melupakan saat itu. Saat terakhir berjumpa ayah langsung secara fisik, di Makassar, Senin Siang,14 Juni 2021. Di ruang tunggu operasi Rumah Sakit Mitra Husada Makassar, hanya ada kami ...
Posting Terkait
MENGENANG KH.ZAINUDDIN MZ : DA’I YANG DEKAT DI HATI
anpa terasa pelupuk mata saya basah membaca berita di media online tadi pagi. Kabar soal wafatnya Da'i sejuta umat KH.Zainuddin MZ di Rumah Sakit Pusat Pertamina Selasa (5/7) pukul 09.15 ...
Posting Terkait
SUKSES BISNIS ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN WEBSITE
  Sumber foto emasuki tahun 2018, bisnis online semakin banyak peminatnya, baik dari sisi konsumen maupun penjual. Banyak konsumen yang memilih berbelanja online karena bisa menemukan harga yang lebih murah dibanding belanja ...
Posting Terkait
KETIKA POTENSI ITU “MENETAS” DI “IDENTITAS”
  Saya menyampaikan kata Sambutan sebagai Redaktur Pelaksana "identitas" pada acara ramah tamah HUT Identitas ke 18 di kediaman Rektor UNHAS Prof.DR.Basri Hasanuddin, 16 Januari 1992   TAK pernah sekalipun terlintas dalam benak ...
Posting Terkait
CERPEN : BADAI DALAM KARUNG
atatan: Cerpen saya ini pernah dimuat di Harian Suara Pembaruan, Minggu, 22 November 1998 dengan judul "Badai". Saya tayangkan kembali diblog ini untuk mendokumentasikannya secara virtual dan agar dinikmati oleh para ...
Posting Terkait
BUAT PARA AYAH YANG MENYIMPAN RESAH DENGAN SENYUM MEREKAH
KEJADIAN kemarin siang yang saya alami saat menumpang taksi dari kantor di kawasan Lebak Bulus menuju workshop di Cakung sungguh sangat membekas dihati. Dering suara handphone sang supir seketika membangunkan ...
Posting Terkait
MENULIS ITU MENGABADIKAN EKSISTENSI
"lmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan ...
Posting Terkait
“DUSUN VIRTUAL” BAGI PENGGIAT KOMPASIANA
Sekitar dua minggu silam, saya berinisiatif membangun portal komunitas penggiat (Penulis, Komentator, dan Pembaca) Kompasiana di www.kompasiana.ning.com yang bertagline "Rumah Sehat untuk Semua". Saya memanfaatkan situs gratisan di www.ning.com untuk ...
Posting Terkait
CATATAN FRESH MEI 2009 : DARI RICH
PSF & IKHTIAR MEMBANGUN ANAK BANGSA BERKEUNGGULAN
ANDERGAUGE, DALAM SEBUAH RUANG KENANGAN TAK TERLUPAKAN
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
JADI KHATIB KULTUM TARAWIH LAGI..
AMPROKAN BLOGGER 2010 (8) : TEGAKKAN KOMITMEN UNTUK
SETELAH 10 TAHUN BERLALU …
MENGENANG AYAH, HULONDHALO LIPUU’ DAN CATATAN HARIAN YANG
MENGENANG KH.ZAINUDDIN MZ : DA’I YANG DEKAT DI
SUKSES BISNIS ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN WEBSITE
KETIKA POTENSI ITU “MENETAS” DI “IDENTITAS”
CERPEN : BADAI DALAM KARUNG
BUAT PARA AYAH YANG MENYIMPAN RESAH DENGAN SENYUM
MENULIS ITU MENGABADIKAN EKSISTENSI
“DUSUN VIRTUAL” BAGI PENGGIAT KOMPASIANA

27 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.