PENTAS “I LA GALIGO, ASEKKU!” : MANIFESTASI KEARIFAN LOKAL DALAM KARYA TEATRIKAL YANG MEMUKAU

06427c1d-5e29-42bc-9398-daf8ec00fea4 Setelah mengarungi kemacetan panjang akhir pekan, saya akhirnya tiba juga di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jum’at malam (13/5). Di tempat ini saya akan menyaksikan pentas “I La Galigo, Asekku!” persembahan IKA UNHAS Jabodetabek. Ini adalah pementasan hari kedua, konon pada pementasan perdana sehari sebelumnya, penonton sempat membludak memenuhi ruang teater tersebut. Saya melirik jam, dan ternyata sudah pukul 20.00 WIB artinya saya sudah terlambat setengah jam dari jadwal semula. Bergegas saya memasuki ruangan teater. Syukurlah, acara belum dimulai. Saya menebar pandang ke sekeliling ruangan yang baru pertama kali saya masuki ini. Terlihat sekitar 500-an penonton hadir menyaksikan langsung pagelaran yang sebelumnya sudah dipentaskan di Malaysia, 22 April 2016 lalu ini.

Nampak hadir pula di jajaran penonton aktor film kawakan Slamet Rahardjo Djarot, juga mantan menteri Hukum & HAM Republik Indonesia tahun 2004-2007, Hamid Awaluddin dan ibu Erna Witoelar mantan Menteri Pemukiman & Pengembangan Wilayah Indonesia tahun 1999-2001 serta salah satu pendiri dan pernah menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) .

7e6062fe-f8b2-4453-a997-f210920571b9 Diatas panggung Ketua IKA UNHAS Jabodetabek Andi Razak Wawo memberikan kata sambutan. “Kami sangat bangga dapat mempersembahkan salah satu kebanggaan budaya masyarakat Sulawesi Selatan ini dan diharapkan menjadi inspirasi terbaik bagi upaya memajukan aktifitas serta apresiasi kesenian di Indonesia. Saya atas nama IKA UNHAS Jabodetabek mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya atas dukungan para sponsor yang terlibat seperti  Bank Rakyat Indonesia, Ishak Advocaten dan Taksi Putra serta simpatisan lain yang ikut menyokong “I La Galigo, Asekku” dengan penuh semangat. Kedepan, ada keinginan untuk mementaskan drama tari ini di luar negeri seperti di Paris, Berlin atau Amsterdam,”katanya bersemangat.

3d436042-4695-4798-8eea-28646246f7c8

Teater tari I La Galigo, Asekku mengambil fragmen-fragmen awal dari cerita keseluruhan mitos. Dikisahkan manusia Bugis pertama, Batara Guru, yang datang dari “dunia atas” mengisi kekosongan pada “dunia tengah”. Kain putih menjuntai di sisi kanan panggung menjadi sebuah simbolik atas kendaraan yang menghubungkan antara dua dunia.  Di “dunia tengah” itulah, Batara Guru bertemu dengan We Nyilliq Timo dari “dunia bawah” yang kelak menjadi istrinya. Dari hubungan mereka, lahirlah Batara Lattuq yang lantas menikah dengan sepupunya bernama We Datu Sengngeng.

4936c7b4-f123-4266-83a9-306c6037db88

Sepasang anak kembar lahir dari hubungan Batara Lattuq dan We Datu Sengngeng. Mereka adalah Sawerigading dan We Tenri Abeng. Di generasi ketiga inilah, kehidupan penuh liku dan tentangan bermula. Cinta terlarang Sawerigading kepada adik kembarnya membawa konflik hadir di tanah Bugis. Dengan segala pertimbangan, Sawerigading berlayar mengarungi tujuh peperangan di tujuh samudera, meninggalkan tanah kelahirannya tanpa ada niatan kembali. Hanya satu tujuannya: Negeri China, yang memiliki puteri serupawan adik kembarnya. Ia adalah We Cudai, perempuan yang terkenal dengan sikap keras kepalanya.

asekku

Secara umum pentas ini menyajikan pertunjukan teatrikal yang luar biasa. Aksi panggung dan koreografi yang ditampilkan para pemainnya begitu mempesona. Saya kagum pada kemampuan akting Ilham Anwar (yang juga adalah teman SMA saya dulu 🙂 ) sebagai sutradara, sekaligus pemeran utama mengatur ritme cerita dengan rapi, cermat dan terukur. Pemain pendukung pun begitu ekspresif dan memukau menginterpretasikan kisah epik terkenal ini dipadu dengan alunan musik tradisional yang indah. Tata suara nan megah kian”memperkaya” suasana yang dibangun. Saya terpaku di tempat duduk dan menikmati adegan demi adegan sembari membayangkan pergolakan batin Sawerigading dan perjuangan kerasnya mencari cinta hingga ke negeri Cina.

13178956_10154161497013486_4727217266880264199_n

Satu hal yang menjadi catatan buat saya dalam pementasan ini adalah dramatisasi aksi akan lebih “terasa” gregetnya jika ada sentuhan teknologi visual multimedia yang ikut mendukung. Sayangnya, belum terlalu “diberdayakan” dalam pementasan kali ini. Kendati demikian, secara umum, pementasan ini berhasil dan saya mengacungkan jempol pada para pemain dan pendukung acara ini. Maju terus !!

 

Related Posts
“MENEMUKAN KEMBALI” SPIRIT WARISAN BUDAYA DALAM MENEGUHKAN PILAR KOMUNITAS ASEAN
ari Senin (25/2) kemarin saya memenuhi undangan dari Kementerian Luar Negeri untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tema "Reinventing the Spirit the cultural heritage of south east asian people; ...
Posting Terkait
SPIRIT KETANGGUHAN ELANG PENJELAJAH DALAM KEHANDALAN DAN KENYAMANAN BERKENDARA
ada 18 Maret 2013 silam telah dilaksanakan Public Launching produk paling anyar dari Produsen otomotif terkemuka di negara kita PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia : Etios Valco. City Car bertransmisi ...
Posting Terkait
THERE’S SOMETHING PINKY IN MY HEART
Saya dan Rahman bernyanyi duet dalam acara perpisahan SMPN 2 Maros, Juli 1986 "ADA bagian merah jambu yang romantis dalam hatimu, pik" ,ujar kawan saya di SMP Negeri 2 Maros, Abdul Rahman pelan ...
Posting Terkait
“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”
"uatu ketika, saat kamu berkesempatan mengunjungi London, cobalah menaiki "London Eye" dan nikmati keindahan dan pesona kota dari ketinggian, pasti sangat mengesankan"demikian saran Peter Fraser, mantan atasan saya di Andergauge ...
Posting Terkait
“DELLIANI” DATANG DI PUCUK MALAM
Usai Sholat Isya dan merampungkan sebuah tulisan untuk Asia Blogging Network, saya bermaksud keluar rumah untuk mengunci gerbang pagar tadi malam (16/2). Mendadak handphone saya berbunyi nyaring. Nada dering "Kisah ...
Posting Terkait
EKSOTISME IIMS 2015 YANG MEMPESONA
atahari bersinar terik saat saya dan putra sulung saya, Rizky tiba di pintu timur area JIEXPO Kemayoran, Hari Minggu (23/8) untuk menyaksikan acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang ...
Posting Terkait
IKLAN ALWAYS ON : MEMBANGUN INTERAKSI DENGAN KEBEBASAN YANG NYATA
aya termasuk salah satu pemerhati iklan-iklan yang ditayangkan di Televisi. Salah satu yang sempat "mencuri" perhatian saya iklan "AlwaysOn" dari provider seluler Three yang belakangan ini begitu intens menyampaikan promosi ...
Posting Terkait
CATATAN DARI PELATIHAN BLOG GURU KOMUNITAS BLOGGER BEKASI, IKATAN GURU INDONESIA & INDOSAT
atahari bersinar cerah, Minggu (30/10) saat saya tiba di kawasan Islamic Center Bekasi. Di halaman gedung terlihat begitu ramai orang berkumpul dan kendaraan yang diparkir. Rupanya mereka adalah rombongan pengantar ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2011 (7) : JELAJAH SITU BEKASI & TAMAN BUAYA CIBARUSAH
atahari seakan "membakar" Cikarang dengan teriknya yang menyengat saat Rombongan peserta Amprokan Blogger 2011 bergerak menuju lokasi kunjungan berikutnya dari Jababeka Cikarang menuju Situ Bekasi yang berada di Kec.Serang Kabupaten ...
Posting Terkait
BERBAGI DAN BELAJAR DARI PENGALAMAN MELALUI ABC-P TRAINING PT.CSI
nisiatif pelaksanaan ABC-P (Aftermarket Best Practice Coaching Program) yang akan diselenggarakan pada tanggal 17-21 November 2014 di PT Cameron Services International, Cikarang (PT CSI) merupakan sebuah terobosan baru dalam upaya ...
Posting Terkait
“MENEMUKAN KEMBALI” SPIRIT WARISAN BUDAYA DALAM MENEGUHKAN PILAR
SPIRIT KETANGGUHAN ELANG PENJELAJAH DALAM KEHANDALAN DAN KENYAMANAN
THERE’S SOMETHING PINKY IN MY HEART
“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”
“DELLIANI” DATANG DI PUCUK MALAM
EKSOTISME IIMS 2015 YANG MEMPESONA
IKLAN ALWAYS ON : MEMBANGUN INTERAKSI DENGAN KEBEBASAN
CATATAN DARI PELATIHAN BLOG GURU KOMUNITAS BLOGGER BEKASI,
AMPROKAN BLOGGER 2011 (7) : JELAJAH SITU BEKASI
BERBAGI DAN BELAJAR DARI PENGALAMAN MELALUI ABC-P TRAINING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *