PUISI CINTA BUAT ISTRIKU

941652_10151606184723486_614996662_n

Selalu, pada setiap makna yang terungkap, ada getar rasa yang tak terkatakan

pada setiap kata yang disampaikan, ada dawai ilusi yang berdentang jauh

riuh, lalu menyisakan senyap damai, kadang perih di sanubari

Dan kini, di usiamu yang kian bertambah, istriku sayang

setiap makna, rasa, kata dan ilusi yang mengalir

adalah detak dan jejak yang kian mendewasakanmu sepanjang musim

bersama melodi liris cinta yang selalu membuatku hanyut dalam kilau pesonamu

menjelma jutaan peta-peta dari tapak-tapak yang terbentuk dari tiap langkah

seiring harapan yang merekah dan mimpi yang terjawab

Kita akan terus merangkai kisah, menghayati hidup dan menuai berkah, istriku sayang

Dan disana kita akan tahu bahwa,

Kebahagiaan itu niscaya ada pada rasa syukur yang tak bertepi

 

Makassar,25 September 2016

Selamat Ulang Tahun ke 42, istriku tercinta, Sri Lestari

 

Related Posts
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
Waktu yang telah kau untai dengan tekun  bersama jejak-jejak ceria dan lukaberbaris di sepanjang selasar kenangan adalah tapak-tapak kiprahmu yang telah kau torehkan pada tahun-tahun dimana  kelam kecewa dan bening harapan menghiasi sekujur jembatan sejarah hidupmu bersama ratap ...
Posting Terkait
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN (Sajak Cinta Untuk Istriku)
Kerapkali kita menyempatkan diri duduk diberanda bercakap tentang hal-hal tak penting dan upaya-upaya menanggulangi kegetiran seraya menatap gelap yang luruh perlahan dipelupuk mata dan kunang-kunang melintas anggun membawa kerlip harapan sementara rindu memantul-mantul gemas ...
Posting Terkait
PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU
Kenangan itu selalu berjalan tertatih dalam benak meniti sebuah perjalanan panjang tentang sebuah rasa yang tertinggal pada relung hati dimana sunyi bersemayam bersama rindu "Kadangkala," katamu,"pada lirih sajak yang kuterbangkan bersama angin senantiasa ada ...
Posting Terkait
PUISI : PEKIK RINDU CAMAR PUTIH DI DERMAGA FREMANTLE
eperti sebuah isyarat, kita telah menyaksikan langit biru mengirimkan pertanda itu lewat pekik pilu camar yang terbang lalu hinggap di pelataran dermaga sayap putihnya mengepak indah sembari mata tajamnya melirik piring berisi ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG SENJA, DETIK YANG BERGUGURAN DAN ALUNAN MUSIM
Langit dan senja, katamu, adalah paduan cerita tentang harapan dan rindu yang terserak antara tepian cakrawala hingga batas dimana mentari meredupkan cahayanya Kita menyaksikan detik-detik berguguran bersama alunan musim yang berlalu dengan ...
Posting Terkait
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
  Kita pernah memaknai arti kebahagiaan, juga kehilangan itu, disini, di ujung senja Saat mentari rebah perlahan di batas cakrawala menampilkan monolog tentang kesunyian dan separuh hati yang tertinggal entah dimana pada cemerlang cahaya ...
Posting Terkait
PUISI : PADA PENGHUJUNG TITIAN RINDU
Langit senja ini seakan merenda batas cakrawala dengan rona merah jambu serupa ranum pipimu yang diterpa bias cerah cahaya fajar Pada titian rindu dimana kaki kita gamang menapak kamu acapkali berkata dengan mata berbinar,"Di ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG KITA, RINDU DAN MALAM YANG BIRU
Sepasang debu yang terbang liar itu adalah kita bersama segenap impian yang telah kita rangkai dalam ringkih hati juga cinta yang kita pahatkan diam-diam pada tepian angan-angan Kita melayang mengarungi siang, juga malam sementara ...
Posting Terkait
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG TERDEKAP
Deras Hujan yang datang malam ini seperti kidung melankolis yang datang membuai perlahan tapi juga mengusung ketakutan tak terkatakan Kita menyaksikannya dengan tatap nanar sembari mendekap erat ratap yang tak terungkap Pada genangan kelam yang ...
Posting Terkait
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
Adakah kerlip bintang di langit dan spektrum cahayanya yang berkilau menerangi jernih bola matamu adalah tanda harapan masih terbersit disana? Setelah luka kehilangan itu perlahan pudar jejaknya dan kita kembali mengais-ngais remah-remah kenangan yang tersisa lalu menyatukannya kembali ...
Posting Terkait
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN
PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU
PUISI : PEKIK RINDU CAMAR PUTIH DI DERMAGA
PUISI : TENTANG SENJA, DETIK YANG BERGUGURAN DAN
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
PUISI : PADA PENGHUJUNG TITIAN RINDU
PUISI : TENTANG KITA, RINDU DAN MALAM YANG
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *