SELASAR DAN GAIRAH YANG MENJELMA

17991996_10155184758588486_732061090215600773_n

Cuaca terlihat mendung, saat saya tiba di kantor Selasar, Como Park, Jl.Kemang Timur Raya No.998, Selasa (17/8), tepat sehari sebelum warga ibukota melaksanakan Pilkada putaran kedua. Sehari sebelumnya, saya sudah membuat janji bertemu dengan kang Pepih Nugraha (COO Selasar) yang telah saya kenal lama ketika beliau merintis dan mengelola Kompasiana, 9 tahun silam. Hari itu, saya mengajak mbak Mubarika Darmayanti (Excite Indonesia) untuk berkenalan lebih jauh dengan kang Pepih serta tim Selasar untuk membicarakan prospek kerjasama yang dapat dijalankan bersama Excite Indonesia.

Kantor Selasar terletak di lantai dua gedung Como Park. Saat pertama masuk, kesan hangat dan ramah tersirat pada lobi kantor platform digital online yang beroperasi sejak 4 bulan silam dan diperuntukkan bagi para pengguna (users) berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan ini. Cat tembok dengan corak warna lembut serta beberapa ornamen berpigura terpajang rapi di dinding. Terdapat pula sejumlah rak buku dengan isi nyaris penuh di beberapa sudut ruangan.

Saya disambut hangat kurator/admin Selasar, mbak  Erin, yang segera mengenali saya dan langsung berjabatan tangan. “Mas Amril ya? Mari silakan masuk, sudah ditunggu kang Pepih lho didalam,”sapanya ramah. Saya memasuki ruangan kerja markas Selasar. Terlihat sebuah meja panjang dengan jajaran komputer jinjing terletak diatasnya serta crew Selasar yang rata-rata masih berwajah belia. Salah satu sempat datang menyapa saya. “Wah ini ya rupanya mas Amril yang sering menulis cerpen dan puisi di Selasar itu. Keren lho!,” katanya seraya tersenyum dan mengulurkan tangan berkenalan. Ah, saya seketika merasa betah berada di Selasar.

18033560_10155184758528486_6088011211164138683_n

“Halo, mas Amril, apa kabar? Akhirnya mampir juga ya ke Selasar. Gampang kan’ nyari alamatnya?,” ujar kang Pepih yang menyambut saya dengan hangat dalam sebuah ruangan tersendiri di sudut.  Mantan jurnalis senior harian Kompas yang mengenakan kaos hitam Selasar ini terlihat segar dan nampak lebih muda sejak kami terakhir berjumpa hampir 2 tahun silam di Bentara Budaya Kompas. Tak lama kemudian datang mas Miftah Sabri (CEO Selasar) ikut bergabung.

“Maaf ya mas, saya nyambut tamu pakai sarung, beginilah gaya kami disini. Santai dan casual,” kata mas Miftah memamerkan senyum khas berlesung pipitnya yang fenomenal itu.  Kami lalu tertawa berderai bersama. Sekilas saya menilai sosok mas Miftah ini begitu energik, cerdas dan humoris.Kekakuan terasa mencair dan percakapan kami berlangsung menarik seakan tak berjarak. Saya laksana berjumpa dengan kawan yang lama tak bersua.

Mas Miftah, mantan Ketua Senat Mahasiswa FISIP UI yang juga konsultan politik ini dengan antusias bercerita tentang hobinya membaca, menikmati dan menulis puisi.  “Menulis, termasuk menulis puisi, adalah sebuah terapi kejiwaan. Dengan menulis kita bisa menyalurkan aspirasi kita dengan lancar. Kesedihan, kekesalan bahkan rasa senang sekalipun seperti mendapatkan muaranya. Inilah salah satu inspirasi saya membangun “Selasar”, tentu dengan warna dan gaya berbeda dengan apa yang sudah ada sebelumnya di Indonesia,”ucapnya antusias. Beliau kemudian menceritakan kepada saya dan mbak Mubarika beberapa program Selasar kedepan dan masih “off the record”. Pokoknya tunggu saja kejutannya, yang jelas kami akan mempersembahkan yang terbaik untuk selasares (istilah untuk pengguna Selaras), tukas ayah dua anak ini sambil tersenyum.

Tak lama kemudian muncul kang Pepih membawa dua gelas kopi.

“Ini kopi Takengon Aceh, hasil racikan saya sendiri nih. Silakan diminum, apalagi dalam suasana hujan gerimis seperti ini. Pasti nikmat rasanya”.

Saya segera menghirup kopi tersebut dan amboi..memang nikmat sekali dengan aroma kopi yang wangi dan khas. Karena kesibukan yang cukup banyak, mas Miftah meninggalkan kami dan meneruskan pekerjaannya di ruang sebelah.

“Bergabung di Selasar, bagi saya tidak hanya sebagai wujud keberanian meninggalkan zona nyaman yang sudah saya nikmati selama lebih 30 tahun berkarir di dunia jurnalistik, namun juga ini sebagai refleksi gairah atau passion yang menjelma nyata,” ujar kang Pepih mengawali perbincangan kami.

“Saya memahami konsekuensi dari keputusan yang saya ambil namun saya yakin dapat melaluinya dengan baik karena menjadi bagian dari mimpi saya, juga passion selama ini. Tidak mudah memang pada awalnya, namun saya sudah berada pada titik “point of no return” bahkan bisa dikatakan vivere pericoloso alias “berjudi nyerempet bahaya” karena mengelola start up berplatform digital online dengan model yang unik, baru dan belum tentu lekas mendapat tempat di hati masyarakat. Nuansanya sama persis ketika pertama kali merintis hadirnya Kompasiana 9 tahun lalu. Saya bersyukur, 4 bulan setelah bergabung di Selasar didukung tenaga-tenaga muda yang energik serta sambutan hangat Netizen Indonesia, terjadi peningkatan signifikan tak hanya dari jumlah Selasares yang mencapai 32,000 user dan terus bertambah namun juga dari sisi valuasi di mata investor”, tutur mantan kepala biro Harian Kompas cabang Makassar ini.

Kami lalu berdiskusi tentang rencana program kedepan yang akan dilaksanakan oleh Selasar dengan melibatkan mitra potensial, termasuk bersama Excite Indonesia lewat mbak Mubarika. “Kami sangat terbuka menjalin kerjasama dengan komunitas, terlebih komunitas blogger. Selasar beberapa kali menyelenggarakan talkshow baik di kantor ini maupun di daerah. Ini sebagai upaya mengintrodusir kehadiran Selasar termasuk membangun “engagement” bersama Selasares. Kedepan, Selasar akan berencana “memanjakan” penggunanya dengan menghadirkan aplikasi berbasis Android serta monetisasi. Dukungan teman-teman Netizen tentu sangat kami harapkan,” kata kang Pepih bersemangat.

Perbincangan kami berakhir pukul 19.00. Sungguh sebuah pertemuan yang meninggalkan kesan yang indah. Terimakasih atas pertemuan & sambutan yang hangat untuk kami. Semoga sukses selalu Selasar! 

Related Posts
Ini sebuah kesempatan dan kehormatan berharga untuk saya. Majalah Intern Nasabah Asuransi Bumiputera "BP News" edisi Februari-Maret 2010 memuat hasil wawancara saya dengan salah satu staf komunikasi majalah tersebut. Pelaksanaan wawancara ...
Posting Terkait
PURI DAN JEJAK EPILOG INDAH YANG DITINGGALKANNYA
Kesedihan itu datang mendadak tadi pagi.Saat membuka halaman facebook saya, mendadak tatapan saya mengarah pada sebuah catatan pesan seorang kawan tentang berpulangnya Puri, salah satu penulis Kompasiana yang baru saja menambahkan saya ...
Posting Terkait
TABUNGAN EMAS DI PEGADAIAN, INISIATIF CERDAS MENITI MASA DEPAN
etelah mengikuti Road Blog Makassar tanggal 30 April 2016 silam yang diadakan oleh Excite Indonesia dimana saya bertindak sebagai moderator dan salah satu pembicaranya adalah Pak Nuril Islamiyah Kepala Pegadaian ...
Posting Terkait
UB CIMART : MERETAS JALAN MENUJU PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT
Berawal dari sebuah diskusi intens di mailing list Cikarang Baru, bergulir inisiatif untuk membentuk sebuah wadah bersama yang akan menghimpun dan menerapkan minat kolektif anggotanya untuk berwirausaha. Adalah Pak Afrizal, ...
Posting Terkait
KOTA DELTAMAS : MENUAI KETEDUHAN ALAMI DALAM GEMURUH KOTA TERPADU BERBASIS INDUSTRI
abupaten Bekasi, khususnya wilayah Cikarang, terus tumbuh menjadi kawasan hunian, industri dan komersial yang terintegrasi. Sejak 16 tahun tinggal disini, saya merasakan secara langsung berbagai perubahan yang terjadi dan menunjukkan ...
Posting Terkait
Hongkong Hollywood Hotel tempat kami menginap selama di Hongkong
  Tinggal menghitung hari, saya dan 5 rekan blogger terpilih dari IDBlognetwork akan berangkat menuju Hongkong Disneyland merayakan 5 tahun berdirinya Taman Bermain terkemuka tersebut. Menjelang Jum'at dini hari, 18 Maret ...
Posting Terkait
KEUNGGULAN PRIMA PRODUK CAT KANSAI PAINT
eusai mengikuti mini workshop yang dilaksanakan oleh Kansai Paint beberapa waktu silam, saya kian tertarik untuk menyingkap lebih dalam pada benefit apa saja yang ditawarkan oleh produk cat yang dihasilkan ...
Posting Terkait
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
E-Book di Storial baru saja saya luncurkan. Bertajuk "Catatan Dari Hati" E-Book ini berisi 90 tulisan-tulisan non fiksi pilihan yang saya kumpulkan dari blog saya www.daengbattala.com. Tulisan-tulisan yang saya buat dalam rentang ...
Posting Terkait
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
Edi Taslim (General Manager Kompas Cybermedia) didampingi Pepih Nugraha memberikan penjelasan soal Kompas Phone dan QR Code Kompas dalam kesempatan Kopdar kedua Kompasiana bertempat di JHCC, Minggu,14 Juni 2009 Hari Minggu ...
Posting Terkait
BLOGGER, DUTA INFORMASI DAN SOSIALISASI PENGEMBANGAN KOMUNITAS ASEAN
Langkah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk menggandeng Komunitas Blogger dalam melakukan sosialisasi Piagam ASEAN patut diapresiasi. Sabtu kemarin (7/8), bertempat di ruang Krakatau Hotel Horizon Bekasi, kerjasama konstruktif antara ...
Posting Terkait
TAMPIL PADA MAJALAH “BP NEWS” EDISI FEBRUARI-MARET 2010
PURI DAN JEJAK EPILOG INDAH YANG DITINGGALKANNYA
TABUNGAN EMAS DI PEGADAIAN, INISIATIF CERDAS MENITI MASA
UB CIMART : MERETAS JALAN MENUJU PEMBERDAYAAN EKONOMI
KOTA DELTAMAS : MENUAI KETEDUHAN ALAMI DALAM GEMURUH
KE HONGKONG, 6 HARI LAGI…
KEUNGGULAN PRIMA PRODUK CAT KANSAI PAINT
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
BLOGGER, DUTA INFORMASI DAN SOSIALISASI PENGEMBANGAN KOMUNITAS ASEAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *