BERKAH PENGHASILAN PULUHAN JUTA RUPIAH DARI KERAJINAN JAM TANGAN

Tak cuma berlaku sebagai benda fungsional, jam tangan juga bisa melengkapi busana seseorang. Kini barang tersebut tak hanya digunakan untuk menunjukkan waktu, tapi juga untuk menaikkan eksistensi diri.

Bukti bahwa Indonesia ramah produk kerajinan

Indonesia begitu kaya akan budaya. Dari ujung Sabang sampai Merauke, setiap daerah punya kesenian yang berbeda-beda. Selain punya kerajinan yang oke, Indonesia juga ramah buat industri produk kerajinan tangan lho!

Sebagai negara dengan penduduk yang padat, Indonesia potensial buat dijadikan pasar. Minat masyarakat Indonesia buat produk kerajinan juga tinggi. Buktinya, event Inacraft berhasil mendapatkan 160 ribuan pengunjung dalam lima hari! Inacraft ini adalah salah satu pameran produk kerajinan tangan terbesar di Indonesia.

Ramah buat pengrajin, ramah pula buat konsumen. Soalnya, produk kerajinan lokal cenderung memberikan harga yang sangat terjangkau. Cuma, karena kendala jarak, seringkali harganya jadi naik kalau dipasarkan di kota. Makanya, masih ada ruang buat industri ini lebih berkembang.

Untuk meningkatkan kualitas industri, pengrajin memerlukan birokrasi yang mudah, pemodalan berkala, dan pemasaran modern. Nah, poin terakhir ini dapat dipecahkan melalui pemasaran lewat marketplace online. Sekarang ada banyak banget pasar online yang menyediakan tempat buat pengrajin berjualan produknya. Iklim ini sangat baik buat menumbuhkan potensi kerajinan Indonesia.

Mereka yang sukses mengaktualisasi diri melalui jam tangan kayu

Barang unik terbuat dari kayu ternyata banyak diminati konsumen loh. Dengan kreativitas yang baik, bahan ini bisa laris di pasaran. Lima merek kreatif ini sukses mengolah kreativitasnya jadi produk yang cantik!

  • Hand2craft ialah merek pengrajin lokal yang membuat macam-macam aksesoris tangan. Uniknya, semua karya yang dibuat berbahan dasar kayu. Hand2craft punya tiga model jam, yaitu Plana, Kaso, dan Selasar. Semua bagian Plana dibuat dari kayu. Sementara itu, Kaso dan Selasar menggunakan kayu hanya untuk bagian badan. Hand2craft memakai kulit asli buat strap. Kayu yang digunakan yaitu ebony dan bambu. Harga buat membawa pulang produk tersebut lumayan terjangkau, yaitu di bawah 1 juta rupiah.
  • NR Bowties. NR Bowties awalnya hanya membuat dasi kupu-kupu kayu aja. Gak lama, mereknya juga turut memproduksi jam tangan kayu. Salah satu jam tangan dikeluarkan brand ini menggunakan kulit untuk strap, produk lainnya full wood. NR Bowties menyediakan barang couple, jadi bisa dikenakan bersama pasangan kamu.
  • Mink berbahan kayu maple dan cherry untuk bagian badan jam. Ia menggunakan kulit untuk membuat strapnya. Beberapa produk menggunakan stainless steel pada bagian pinggir produk supaya kuat. Mink punya cirri khas sendiri nih pada barangnya. Ia menggunakan konsep minimalis dengan bentuk selalu bulat.
  • Bahan baku kayu ulin dan kayu besi digunakan Zwagery. Bahan tersebut punya ciri kuat dan tahan rayap serta cuaca jadi produknya kuat dan tahan lama.
  • Matoa menjual jam tangan dari rosewood, maple kenada, jati, dan lain-lain. Mereka punya desain khusus yang unik.

Keuntungan menjual jam tangan kayu capai 48 juta/hari

Pala Nusantara merupakan salah satu contoh perusahaan sukses dalam berjualan jam tangan kayu. Kesuksesan mereka berasal dari strategi branding yang kuat.  Pala Nusantara punya karakter yang unik loh. Merek ini memasukkan identitas beberapa wilayah eksotis Indonesia ke dalam produknya.

Founder dan CEO Pala Nusantara, Ilham Pinastiko bilang kalau mereka punya 3 varian produk. Merah, biru, dan coklat. Pala Merah mewakili suku Toraja. Pala Biro mewakili suku Baduy. Pala Coklat mewakili tanah Jawa. Kreatif banget kan idenya.

Bahan baku yang digunakan Pala Nusantara diantaranya perpaduan sonokeling, eboni, dan maple. Sementara itu, mesin dari jam sendiri diimpor dari Jepang. Pengemasan produk juga menarik banget. Mereka menggunakan boks kayu yang menambah rasa eksotis produk. Harga masing-masing produk dipatok 960 ribu rupiah aja kok.

Pala Nusantara punya strategi pengelolaan keuangan yang cerdas. Dari omzet, 50%  mereka digunakan untuk biaya operasional. 5% dimasukkan ke dalam uang kas, 30% untuk cash flow, dan 15% untuk riset dan pengembangan.

Dengan cukup besarnya persentase riset, Pala Nusantara terus ngembangin produknya. Mereka merasa belum puas dan masih melihat ruang untuk nambah kualitas barang.

Pasar online yang bikin pengrajin jam tangan kayu handmade kaya raya

Tertarik memulai usaha barang handmade, tapi bingung mulai dari mana? Solusinya ada di depan mata!.

Buka saja situs Qlapa.com. Sudah pernah dengar? Situs ini disinyalir memfasilitasi para pengrajin kerajinan lokal untuk melapak. Dibandingkan dengan marketplace lain, ada beberapa keunggulan situs ini.

Pertama, situs punya fitur kustomisasi. Maksudnya adalah, pengrajin bisa memberi opsi buat pembeli untuk memesan produk sesuai keinginan.

Kedua, pembeli bakal lebih percaya sama situs, soalnya situs selalu menyeleksi produk yang masuk. Hanya produk berkualtias aja yang lolos.

Ketiga, pengrajin gak perlu bersaing sama reseller. Cuma pengrajin saja yang bisa berjualan di sini.  Jadi, harganya pun lebih bisa ditekan karena gak ada rantai pasar yang panjang.

Gimana, sudah gak bingung lagi kan? Yuk segera buka usaha kerajinan supaya produk lokal kita makin berkembang! 

Related Posts
AHA MOMENTS SKYSCANNER : APRESIASI KEARIFAN LOKAL, KEHANGATAN KOLEGIAL DAN BELAJAR HAL BARU
“The use of traveling is to regulate imagination with reality, and instead of thinking of how things may be, see them as they are.” – Samuel Johnson enar adanya apa yang ...
Posting Terkait
BERKUNJUNG DAN BERDISKUSI DI KANTOR UC WE-MEDIA
uaca di Jakarta terlihat begitu "ramah" saat saya memasuki lobi DBS Bank Tower Ciputra World kawasan Mega Kuningan, Kamis (27/7) siang. Setelah menukar kartu identitas dengan ID Card khusus, saya ...
Posting Terkait
MENGOPTIMALKAN HARBOLNAS PROMO BUKALAPAK
Harbolnas promo adalah koentji. Kalimat itu terkesan seperti gurauan tetapi memiliki peran yang sangat besar agar sukses mengoptimalkan Harbolnas yang datang hanya setahun sekali. Belanja bukan hanya lapar mata tetapi cermati ...
Posting Terkait
SAMSUNG GALAXY NOTE 5 & IKHTIAR CERDAS MENGUSUNG TEKNOLOGI PONSEL TERDEPAN
rodusen telepon seluler (Ponsel) dunia saat ini terus berlomba-lomba mengembangkan teknologi terbaru yang mendukung kinerja perangkat dan tidak melulu mengandalkan keindahan desain belaka. Samsung sebagai salah satu produsen ponsel terkemuka ...
Posting Terkait
1. Toko Seks Online Muslim Pertama Membaca artikel ini sempat membuat saya terkaget-kaget. Kok bisa ya? Dan konsep Toko Seks Muslim Online itu seperti apa? Demikian sejumlah pertanyaan mendera batin. Dari ...
Posting Terkait
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
E-Book di Storial baru saja saya luncurkan. Bertajuk "Catatan Dari Hati" E-Book ini berisi 90 tulisan-tulisan non fiksi pilihan yang saya kumpulkan dari blog saya www.daengbattala.com. Tulisan-tulisan yang saya buat dalam rentang ...
Posting Terkait
BUKU “98-99”: REKONSTRUKSI FAKTUAL DEMO MAHASISWA UNHAS DI MAKASSAR PADA MASA AWAL REFORMASI
Judul Buku : 98-99 -  "Catatan Kemahasiswaan Seorang Pembantu Rektor"Penulis : Prof. DR. Amran Razak, SE, MscPenerbit: SunriseEditor : Zulkarnain Hamson & Andi Aisyah LambogeJumlah Halaman : 215 halaman + ...
Posting Terkait
TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL : PADUAN WAHANA REKREASI, EDUKASI & KEPEKAAN SOSIAL YANG MENGESANKAN
aya selalu memelihara jejak ingatan itu. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Taman Impian Jaya Ancol bersama kawan-kawan saya sesama mahasiswa kerja praktek di PT INTI Bandung tahun 1993 (sekaligus merupakan ...
Posting Terkait
AHA MOMENTS SKYSCANNER : APRESIASI KEARIFAN LOKAL, KEHANGATAN
VIDEO : SERUNYA TALKSHOW ANDALIMAN CITARASA DANAU TOBA
BERKUNJUNG DAN BERDISKUSI DI KANTOR UC WE-MEDIA
MENGOPTIMALKAN HARBOLNAS PROMO BUKALAPAK
SAMSUNG GALAXY NOTE 5 & IKHTIAR CERDAS MENGUSUNG
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (33)
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
BUKU “98-99”: REKONSTRUKSI FAKTUAL DEMO MAHASISWA UNHAS DI
TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL : PADUAN WAHANA REKREASI,
MERAYAKAN USIA 47 TAHUN, HARI INI

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *