AKHLAK DAN IKHTIAR MENUJU KEUNGGULAN KORPORASI BUMN

Pada Hari Rabu (1/7) bertempat di halaman kantor Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir mencanangkan secara resmi Core Value BUMN : Akhlak, yang merupakan akronim dari amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Penetapan Akhlak sebagai core value BUMN tersebut bersamaan dengan acara perubahan logo dan slogan Kementerian BUMN.

Nilai-nilai utama yang menjadi pilar “Akhlak” ini diharapkan menjadi identitas dan perekat budaya kerja BUMN yang menjadi dasar pembentukan karakter SDM di lingkungan BUMN  serta penerapannya wajib dilakukan oleh seluruh BUMN dan perusahaan afiliasi terkonsolidasi lainnya.

Implementasi Core Value “Akhlak” ini tentu tidak terlepas dari spirit inovasi dan pembaharuan yang telah dilaksanakan secara intens oleh Kementerian BUMN dibawah pimpinan Erick Tohir. Mulai dari reformasi birokrasi, penyederhanaan struktur organisasi hingga restrukturisasi proses bisnis dalam upaya memperkuat tata Kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang berkesinambungan.

Nilai-nilai luhur yang menjadi pilar utama “Akhlak”menjadi landasan moral untuk bergerak dan bertindak. Lanskap dunia saat ini telah berubah dengan begitu cepat. Perubahan pola interaksi di masyarakat kontemporer dipicu oleh kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang tumbuh signifikan. Gejolak per

Dalam bukunya berjudul, “Marketing For Turn Around” (Gramedia,2012), Hermawan Kartajaya menulis setidaknya ada 3 Perubahan Global (Global Shift) tak terhindarkan yang sedang terjadi di dunia saat ini. Yang pertama adalah dari Eksklusif menuju Inklusif. Dengan teknologi, semua orang, organisasi, perusahaan dan negara bisa melihat peluang baru diluar teritorinya. Saat ini orang terbebas dari sekat-sekat fisik dan geografis untuk terkoneksi dengan orang lain. Kemajuan, inovasi dan konvergensi dalam sains  dan teknologi makin mengaburkan tembok antar industri. Keterhubungan itu juga membuat industri-industri tersebut makin inklusif dan transparan.

Yang kedua adalah perubahan vertikal ke horizontal. Sebelum era internet, arus informasi mengalir dari sumber-sumber media arus utama. Sekarang, informasi bisa datang dari mana saja. Bahkan, orang saat ini tidak hanya menjadi pengonsumsi informasi secara pasif, tapi juga aktif sebagai produsen informasi itu sendiri. Arus horizontalisasi ini juga membuat lanskap bisnis tak hanya dikuasai oleh pemain besar. Pemain baru yang kecil bermunculan untuk memperebutkan pangsa pasar.

Yang ketiga adalah dari Individual menuju sosial. Sebagai konsekuensi dari inklusivitas dan horizontalisasi, dunia dan lanskap bisnis sekarang cenderung menjadi lebih sosial. Pasar saat ini diisi oleh pemain-pemain yang bukan bermain sendiri secara individual, namun berinteraksi secara aktif bahkan membentuk komunitas dan saling berkolaborasi. Jika ingin bertahan dalam dunia yang terus berubah secara dinamis, bahkan kerap tak terduga, maka kemampuan untuk menghorizontalkan diri, menyosialisasikan diri dan menginklusifkan diri menjadi niscaya adanya.

Core Value “Akhlak” memiliki peran besar sebagai pijakan strategis untuk beradaptasi dengan segenap perubahan yang terjadi. Setiap pilar yang ada dalam “Akhlak” berkolaborasi satu sama lain untuk menghasilkan “energi” dalam menyikapi setiap perubahan dengan tindakan yang cerdas, luwes, terukur dan inovatif.

Upaya mendefinisikan Akhlak sebagai nilai utama dari BUMN tentunya melalui proses kajian yang panjang dan komprehensif dengan menyesuaikan karakter budaya dan kearifan lokal (local wisdom) masyarakat Indonesia. Dari sisi dimensi spiritual, oleh seluruh umat beragama di Indonesia, Akhlak juga dimaknai sebagai cerminan perilaku positif seseorang dalam melakoni kehidupan. Dalam segmen lebih luas, penerapan Akhlak dalam meningkatkan kinerja BUMN menjadi manifestasi perilaku korporasi yang positif dan berkeunggulan. Mungkin ini terkesan utopis, namun sangat implementatif untuk diterapkan secara konsisten di lingkungan BUMN. Nilai-nilai utama yang terkandung dalam “Akhlak” sesungguhnya representasi serta simbolisasi aktual dari visi dan misi BUMN itu sendiri.

Dengan nilai unsur Amanah dan Kompeten misalnya, BUMN bertekad akan menghadirkan kualitas pekerjaan yang mumpuni berlandaskan kompetensi handal dan profesional , disaat yang sama membangun harmoni secara inklusif dan adaptif serta dengan loyalitas tinggi, menuntaskan target yang sudah ditetapkan. Sementara itu unsur Kolaborasi digali dari semangat gotong royong dan kerjasama konstruktif masyarakat Indonesia yang telah menjadi tradisi turun temurun monumental bangsa kita.

Pencanangan “Akhlak” sebagai nilai utama BUMN menjadi momentum yang tepat, agar setiap insan BUMN bisa lebih menyelaraskan langkah, menyatukan visi dan menguatkan hati menyikapi dunia yang terus berubah. Setiap unsur nilai dalam “Akhlak” menjadi inspirasi sekaligus motivasi menuntun menuju keunggulan korporasi BUMN yang tangguh dan digjaya.

Akhlak dan Pandemi Covid 19

Pada masa Pandemi Covid-19 saat ini, tantangan yang akan dihadapi oleh BUMN tentu kian tak mudah. Dalam webinar yang diselenggarakan oleh INDEF pada Selasa (28/7), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo menyatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap mempunyai peran besar dalam membantu penanganan virus corona dan pemulihan ekonomi. “Keseimbangan antara menjaga kesehatan BUMN dan berperan aktif memulihkan ekonomi masyarakat menjadi tantangan yang besar pada BUMN ini,” tegasnya lagi. Alur kas (cash flow), proses bisnis, proyek-proyek, beban utang, hingga dividen BUMN tak akan semulus seperti kala normal dulu. Kini daya tahan (resilience) BUMN menjadi sangat penting untuk menjaga kinerja sekaligus menjaga perekonomian nasional.

Imbas Pandemi Covid 19 telah secara telak menghantam beragam sektor di BUMN.  Sektor Pariwisata dan Transportasi telah merasakan dampak langsung Pandemi ini ketika pertama kali menyebar.  BUMN Penerbangan, Kapal Laut, Hotel dan seluruh bisnis pendukunganya tak ayal limbung dihantam “badai” ini. BUMN “Karya” tak urung ikut merasakan akibatnya pada sejumlah proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur, sementara itu efek pelemahan Rupiah pada kontrak-kontrak impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri membuat Pertamina ikut “sempoyongan”.

Di sektor keuangan, BUMN Perbankan menghadapi problematika kredit macet karena debitur dari sektor Industri dan UMKM mengalami kendala dalam menjalankan bisnis akibat Pandemi ini.  Masalah yang dialami itu, tentu saja membuat Kementerian BUMN perlu segera melakukan pemetaan portofolio bisnis BUMN (juga ke “anak cucu perusahaan”) dan efisiensi di segala lini agar bisa tetap bertahan juga eksis pada situasi sulit yang dialami Indonesia dan dunia sekarang.

Peran BUMN pada masa Pandemi Covid 19 dengan pencanangan nilai utama BUMN “Akhlak”memiliki korelasi yang erat. Spirit Akhlak sebagai nilai utama menjadi referensi terbaik mempersiapkan “jurus-jurus” efektif dan tepat sasaran menghadapi segala problematika yang terjadi.

Upaya membumikan dan mempertajam nilai-nilai utama “Akhlak” tentu dimulai internal BUMN sendiri. Sebagai pemangku kepentingan bisnis perusahaan paling dekat, karyawan mesti dilibatkan pertama kali sebagai konsumen paling intim dalam perusahaan. Karyawan merupakan pemangku kepentingan bisnis perusahaan terdekat. Transformasi itu, salah satunya,  bermula dari sana.

Pemberdayaan karyawan dilakukan melalui nilai-nilai autentik yang dimilikinya. Mengapa? Karena merekalah yang bisa mengetahui, apakah nilai-nilai yang disampaikan perusahaan merupakan nilai-nilai yang lahir dari ketulusan atau ketidaktulusan. Menurut Philip Kotler dalam bukunya berjudul “Marketing 3.0, Mulai Dari Produk Ke Pelanggan Ke Human Spirit” : Pewartaan misi kepada konsumen harus benar-benar keluar dari Pelayanan Tulus Karyawan. Misi Merek (brand mission) tidak bakal bisa sampai kepada konsumen secara efektif jika tidak dihayati secara penuh oleh karyawan.

Oleh karenanya, penanaman nilai-nilai perusahaan di diri karyawan menjadi penting. Baru kemudian, nilai-nilai yang sudah terbatinkan itu bisa dipancarkan dalam setiap layanan dan perjumpaan dengan konsumen. Dalam hal ini, Kotler menggunakan istilah brand values terkait dengan nilai-nilai yang memandu karyawan untuk berbuat sesuatu, sesuai dengan brand mission. Ia menyebutnya shared values.

Shared Values, merupakan setengah dari kultur perusahaan. Setengahnya lagi adalah perilaku umum (common behaviour) Karyawan perusahaan tersebut yang merujuk pada tindakan-tindakan keseharian karyawan di perusahaan. Kombinasi nilai-nilai dan perilaku itu harus tidak melenceng dari brand mission perusahaan. Dengan demikian budaya perusahaan terbentuk berdasarkan penyelarasan shared value dan common behaviour.

Dalam konteks kerja, perusahaan harus bisa membangun budaya kerja yang kolaboratif, kultural dan kreatif. Ketiga langkah inilah kunci integrasi antara nilai-nilai perusahaan dan perilaku karyawan. Membangun cultural values berarti menginspirasi karyawan untuk membuat perubahan kultural terhadap kehidupan mereka dan orang lain. Membangun creative value adalah memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan dan berbagi ide-ide inovatif sedangkan collaborative value adalah mendorong karyawan untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan banyak pihak.

Ketiga nilai yang disebutkan diatas tercermin dalam nilai utama “Akhlak”BUMN. Menghadapi Pandemi Covid 19 saat ini, tantangan tak hanya datang dari luar, namun juga dari dalam tubuh BUMN sendiri. Mentalitas birokrat yang dibelit dengan aneka aturan dan prosedur yang rumit serta kaku membuat proses bisnis di BUMN pada umumnya berjalan lamban. Padahal persaingan sengit tengah terjadi di luar sana yang membutuhkan strategi cerdas dan gerakan cepat nan lincah. BUMN saat ini kian dituntut semakin professional untuk mengejar profit dan proaktif menggarap pasar yang ada serta tidak hanya mengandalkan subsidi pemerintah.

Syukurlah, dalam beberapa waktu terakhir ini, pembenahan besar-besaran telah dilakukan dalam tubuh BUMN mulai dari perampingan organisasi, penyederhanaan aturan & prosedur, penggunaan teknologi informasi terkini untuk mendukung layanan birokrasi yang cepat dan akuntabel juga kolaborasi konstruktif antar BUMN menjadi sejumlah “jurus” BUMN untuk beradaptasi dengan perubahan menuju korporasi berkeunggulan.

“Akhlak” menjadi semacam “kompas” pemandu mengurai segala persoalan dalam mengintegrasikan dan mengimplementasikan shared value bersama common behaviour karyawan. Penerapan nilai-nilai “Akhlak” akan membangkitkan etos kerja karyawan, memperkokoh komitmen, meningkatkan kemampuan adaptasi, membangun nilai-nilai spiritual, meningkatkan team work, menerapkan sikap responsif dan pelayanan yang cepat serta membangun proses kerja yang ideal –dari perencanaan hingga evaluasi kerja.

Semoga pencanangan nilai utama “Akhlak” semakin mengokohkan spirit dan tekad menjadikan seluruh BUMN dan perusahaan afiliasi terkonsolidasi lainnya menjadi lebih unggul dan mampu bersaing serta beradaptasi pada tantangan zaman yang terus berubah dan kian tak mudah ini.

Amril Taufik Gobel, Karyawan BUMN PT.Nindya Karya (Persero), Alumni Teknik Mesin UNHAS

Dimuat di:

https://makassar.tribunnews.com/2020/10/28/akhlak-dan-ikhtiar-menuju-keunggulan-korporasi-bumn

 

 

 

 

Related Posts
SELAMAT DATANG BLOG ULAS FILM !
epat tanggal 1 November 2016, saya meluncurkan blog baru di alamat http://ulasfilm.id. Ini adalah blog perdana saya berdomain .id, sebagai salah satu komitmen untuk menggunakan domain website Indonesia untuk menyebarkan ...
Posting Terkait
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”
Kehadiran si Delliani, sebuah nama yang saya sematkan pada Netbook DELL Inspiron Mini 9 yang saya terima kemarin sebagai hadiah doorprize saat peluncuran produk Dell Terbaru di Plaza FX tanggal ...
Posting Terkait
BERSAMA JAMIL AZZAINI, BLOGGER BEKASI AKAN MERAYAKAN ULTAH KETIGANYA
 ari ulang tahun Komunitas Blogger Bekasi tahun ini dirayakan dengan cara istimewa. Jika pada Ulang Tahun Pertama (2010) dirayakan lewat Buka Puasa Bersama anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri Tambun, dan tahun ...
Posting Terkait
5 IDE MENARIK UNTUK MENGISI WAKTU SELAMA PANDEMI
Bagi sebagian orang, pandemi Corona memang menyebalkan. Pasalnya orang-orang dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan yang salah satunya adalah melakukan karantina secara mandiri di rumahnya masing-masing. Kendala yang dihadapi oleh banyak orang ...
Posting Terkait
CIMART MULAI MENGGELIAT
Tadi pagi saya dan si sulung Rizky membeli beras di toko Cimart, yang dikelola secara swadaya oleh sejumlah calon-calon wirausaha yang berada disekitar perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka. Inisiatif pendirian ...
Posting Terkait
JURUS “ANTI MATI GAYA” HADAPI KRISIS GLOBAL (Dari Seminar Export Import DHL Express)
Pada Hari Selasa (24/3) lalu, saya berkesempatan menghadiri Seminar Setengah Hari mengenai Export Import yang diselenggarakan oleh PT Birotika Semesta (DHL Express) bertempat di Ballroom 1 Hotel Ritz Carlton Kawasan ...
Posting Terkait
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
Masih lekat rasanya dalam ingatan saya ketika saya menghadiri Pesta Blogger Pertama, 27 Oktober 2007 di Blitz Megaplex. Saya menjadi saksi dari sebuah sejarah pencanangan hari blogger nasional oleh ...
Posting Terkait
MENIKMATI PESONA PERUMAHAN BINTARO JAYA DALAM ONE DAY BLOGGER TOUR
atahari bersinar begitu cerah di Hari Sabtu (22/6) ketika saya bersama sejumlah blogger berkumpul di fX Plaza Jl.Jenderal Sudirman Jakarta Selatan untuk berkumpul kemudian bersama-sama berangkat menuju Perumahan Bintaro Jaya. ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU “ARUS DERAS” : SENARAI KISAH TENTANG MISTERI CINTA DAN HIDUP YANG TAK MUDAH
Judul Buku : Kumpulan Cerpen “Arus Deras” Karya : Agnes Majestika, Ana Mustamin, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie Jumlah halaman : 172 halaman Penerbit : Kosa Kata Kita, 2017 ISBN : 978-602-6447-16-6 KETIKA buku ini tiba ...
Posting Terkait
BATIK DAY, SEMOGA BUKAN EUFORIA SESAAT
Saya berbaju batik hari ini. Terlepas apakah ini adalah ekspresi sesaat merayakan sebuah euforia pencanangan batik sebagai bagian dari budaya bangsa dan diakui secara internasional serta tidak sekedar dipakai dalam acara-acara ...
Posting Terkait
CINTA POHON DAN UPAYA MENUMBUHKAN KECERDASAN EKOLOGIS
Happy Birthday Pohon Happy Brthday Pohon Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday, Pohoooon.. Lucu? Aneh? Tapi inilah sebuah kenyataan yang terjadi,  justru secara mengharukan, dalam perayaan Ulang Tahun Kedua Botanical Garden Kota Jababeka terkait ...
Posting Terkait
PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM
Pelepasan burung merpati oleh perwakilan komunitas Blogger seluruh Indonesia dalam acara Amprokan Blogger 2011 di Botanical Garden Kota Jababeka Cikarang, seusai mengunjungi pohon yang ditanam setahun sebelumnya pada event yang ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN KUNCI PENERAPAN CYBERCITY
Di Hari terakhir Amprokan Blogger 2010, Minggu (7/3) para peserta terlihat tetap segar dan bersemangat. Rombongan peserta dari komunitas blogger daerah yang menginap di Asrama Haji Bekasi diangkut dengan satu ...
Posting Terkait
SYARIKAT ISLAM, KEMANDIRIAN UMAT DAN KENISCAYAAN EKONOMI PERADABAN
angit Jakarta terlihat "bersahabat" saat saya memasuki area kantor Syarikat Islam, Jl.Diponegoro No.43 Jakarta, Sabtu (12/8) pagi. Keteduhan pepohonan di kawasan tersebut terasa menyejukkan suasana terik saat saya menapakkan kaki ...
Posting Terkait
PENGALAMAN MENCONTRENG : DARI BRONDONG KADALUARSA SAMPAI DPT “COPY PASTE”
Tepat pukul 10.00 pagi pada Hari Kamis(9/4), kami sekeluarga berangkat ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) 23 yang berlokasi di Sekretariat RW 10 Jl.Tarum Barat Raya Perumahan Cikarang Baru (kira-kira ...
Posting Terkait
SELAMAT DATANG BLOG ULAS FILM !
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”
BERSAMA JAMIL AZZAINI, BLOGGER BEKASI AKAN MERAYAKAN ULTAH
5 IDE MENARIK UNTUK MENGISI WAKTU SELAMA PANDEMI
CIMART MULAI MENGGELIAT
JURUS “ANTI MATI GAYA” HADAPI KRISIS GLOBAL (Dari
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
MENIKMATI PESONA PERUMAHAN BINTARO JAYA DALAM ONE DAY
RESENSI BUKU “ARUS DERAS” : SENARAI KISAH TENTANG
BATIK DAY, SEMOGA BUKAN EUFORIA SESAAT
CINTA POHON DAN UPAYA MENUMBUHKAN KECERDASAN EKOLOGIS
PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN
VIDEO : KEHEBOHAN SENSASIONAL FOREST TALK WITH BLOGGER
SYARIKAT ISLAM, KEMANDIRIAN UMAT DAN KENISCAYAAN EKONOMI PERADABAN
PENGALAMAN MENCONTRENG : DARI BRONDONG KADALUARSA SAMPAI DPT

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.