Memanggilnya Ayah, buatku sesuatu yang membuat canggung. Lelaki separuh baya dengan uban menyelimuti hampir seluruh kepalanya itu tiba-tiba hadir dalam kehidupanku, setelah sekian lama aku bersama ibu. Berdua saja.

“Itu ayahmu nak.. ayah kandungmu sendiri,”ujar ibuku dengan suara bergetar menahan keharuan.

Lelaki itu kemudian memeluk tubuh mungilku erat-erat. Dia menangis menumpahkan kerinduan. Aku merasa bulir-bulir airmatanya jatuh membasahi dipunggungku.

Saat melepasku, wajahnya terlihat pucat dan rasa bersalah terlihat nyata disana.

“Maafkan ayah nak,” katanya lirih.

Setelah itu pergi dan kehidupanku bersama ibu kembali seperti biasa. Seperti semula. Tak ada bedanya.

Hanya berdua saja.

Dan hari ini, 15 tahun kemudian, aku terduduk lunglai didepan makam ibu yang mendadak terkena serangan jantung saat aku memperkenalkan Firman, kekasih yang selama ini aku rahasiakan kepada ibu.

Tak banyak kata yang terlontar dari mulut ibu saat terkulai jatuh diatas pangkuanku dengan nafas terengah-engah.

“Jangan dia.. jangan dengan dia, karena dia kakakmu, dari ibu yang lain,” kata ibu sebelum ajal menjemputnya.

Aku menangis.

Entahlah, saat ini, dan mungkin seterusnya, aku tiba-tiba sangat membenci ayahku. 

Related Posts
FLASH FICTION : FACE OFF
“Segini cukup?” lelaki setengah botak dengan usia nyaris setengah abad itu berkata seraya mengangsurkan selembar cek kepadaku. Ia tersenyum menyaksikanku memandang takjub jumlah yang tertera di lembaran cek tersebut. “Itu Istrimu? ...
Posting Terkait
Dibawah ini adalah Flash-Fiction saya yang merupakan "modifikasi" dari salah satu posting saya dalam lanjutan cerita estafet (cerfet) forum blogfam yang berjudul "Bayang Hitam"  Nah..selamat menikmati: My Momma always said: Life was like ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: BARANGKALI, CINTA
Gadis itu menulis diatas secarik kertas dengan tangan bergetar. Ia mencoba menafsirkan desir-desir rasa yang menggerayangi kalbu nya, menerbitkan rasa nyaman dan juga kangen pada lelaki yang baru akan diperkenalkannya pada ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: BUKAN JODOH
Berkali kali lelaki itu merutuki kebodohannya. Mengabaikan perasaannya paling dalam kepada perempuan sederhana namun rupawan yang dia sukai, hanya demi harga diri sebagai lelaki kaya, tampan dan terkenal--lalu kemudian, ketika semua ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: DUKUN
Lelaki tua yang mengenakan blankon yang duduk persis didepanku menatapku tajam. Pandangannya terlihat misterius.  Kumis tebalnya menambah sangar penampilannya. Menakutkan. Aku bergidik. Dukun itu mendengus dan mendadak ruangan remang-remang disekitarku menerbitkan ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: PENEMBAK JITU
Dia baru saja menuntaskan tugasnya sore itu: melubangi kepala seorang boss besar dengan peluru yang ditembakkan olehnya dari jarak jauh, atas order boss besar yang lain. Dia puas menyelesaikan tugasnya dan ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : TAHI LALAT RANO KARNO
Istriku uring-uringan dan mendadak membenciku dua hari terakhir ini. "Aku benci tahi lalatmu. Tahi lalat Rano Karnomu itu!" cetusnya kesal. "Pokoknya, jangan dekat-dekat! Aku benciii! Benciii! Pergi sanaa!", serunya lagi, lebih galak. Aku ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: ROMANSA DI MALL
Perempuan itu memandang mesra ke arahku. Aku pangling. Salah tingkah. Dia lalu memegang lenganku erat-erat seakan tak ingin melepaskan. Kami lalu berjalan bergandengan tangan di sebuah mall yang ramai. "Aku selalu berharap ...
Posting Terkait
Teng!-Teng! Tubuhku dipukul dua kali. Begitu selalu. Setiap jam dua dini hari. Biasanya aku terbangun dari lelap tidur dan menyaksikan sesosok lelaki tua, petugas ronda malam kompleks perumahan menatapku puas dengan ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : DALAM PENANTIAN
Baginya menanti adalah niscaya. Karena hidup itu sendiri adalah bagian dari sebuah proses menunggu. Begitu asumsi yang terbangun pada benak wanita yang berdiri tegak kaku di pinggir pantai dengan rambut tergerai ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : FACE OFF
FLASH FICTION : KESEMPATAN KEDUA
FLASH FICTION: BARANGKALI, CINTA
FLASH FICTION: BUKAN JODOH
FLASH FICTION: DUKUN
FLASH FICTION: PENEMBAK JITU
FLASH FICTION : TAHI LALAT RANO KARNO
FLASH FICTION: ROMANSA DI MALL
FLASH FICTION : TIANG LISTRIK
FLASH FICTION : DALAM PENANTIAN

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.