PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG TERDEKAP
Deras Hujan yang datang malam ini
seperti kidung melankolis yang datang membuai perlahan
tapi juga mengusung ketakutan tak terkatakan
Kita menyaksikannya dengan tatap nanar
sembari mendekap erat ratap yang tak terungkap
Pada genangan kelam yang datang bersama gemuruh bah tak terlerai,
debu vulkanik dan goncangan gempa yang kerap dihadapi nyaris tiap hari
Kita mengalirkan gundah, air mata, dan lara, disana
membiarkannya hanyut menuju ke hilir
bersama nyaring suara politisi bertutur tentang derita, utopia dan angka-angka,
kerlip lampu kamera wartawan yang menangkap potret pilu kita
juga tulus semangat para relawan yang datang membantu
Di tengah kepul asap kompor dapur umum
dan teriak lantang anak-anak berbaju lusuh bermain di depan tenda darurat
serta sosok lelaki berdiri mematung dengan mata basah menyaksikan
sawah tergenang banjir dan lahan pertaniannya musnah tak bersisa
Kita hanya bisa menuai harap : pelangi indah di langit senantiasa muncul
seusai hujan dan selalu ada harapan untuk meraih impian
seperih apapun itu..
sekelam apapun itu..
Cikarang, 29-1-2014
Duka Cita mendalam untuk korban bencana di Indonesia
Sumber Foto:
Mailing List Cikarang Baru (dari Pak Abdul Malik) yang merekam suasana banjir yang melanda di desa Sukakarsa Cikarang, 19 Januari 2014



terima kasih ya mas atas informasinya