Catatan Dari Hati

IBUNDA DAN PERAN LUHURNYA UNTUK MENYIAPKAN GENERASI GEMILANG MASA DEPAN

307448_580280258667497_146554645_nKAMU lahir di sana, Nak. Di Rumah Sakit Bersalin Siti Khadijah, tepat didepan lapangan Karebosi,” demikian ungkap ibu saya, disebuah petang yang senyap sekitar dua puluh lima tahun silam saat saya menanyakan dimana tempat saya memekikkan tangis pertama kali ke dunia.

“Waktu itu,” lanjut ibu saya lagi dengan pandangan mata menerawang,”langit Makassar begitu riuh dengan suara parade pesawat terbang di angkasa, karena ketika kamu lahir bertepatan Hari Bakti Angkatan Udara 9 April 1970. Banyak orang menyaksikan parade pesawat terbang itu dari lapangan karebosi. Begitu berisik suaranya hingga ke kamar bersalin, sampai-sampai suara tangismu seperti saling berlomba dengan deru pesawat terbang”.

Saya tercenung dan membayangkan hiruk pikuk suasana ketika itu, tentu saja termasuk histeria kedua orangtua saya menyambut kehadiran putra pertama mereka lahir ke dunia.

“Mama ingin, tak hanya impianmu saja yang menderu tinggi di angkasa laksana pesawat-pesawat terbang itu, nak. Namun juga semua bisa terlaksana sesuai harapan berkat kerja keras yang kau lakukan dan tentu persiapan dari Papa & Mama sebagai orang tua . Bagaimanapun, mimpimu harus diperjuangkan menjadi nyata,” kata ibu dengan kalimat lembut. Ibu menatap saya–yang masih duduk di bangku kelas II SMA waktu itu– dengan pandangan penuh keyakinan.

Apa yang saya dapatkan hari ini merupakan hasil yang dituai atas benih yang sudah disemaikan sebelumnya. Saya mendapatkan banyak hikmah dan gemblengan berharga terutama dari ibu saya untuk menghadapi hidup yang kian tak mudah ini yang kemudian saya bersama isteri tercinta implementasikan kembali dalam merawat dan mengasuh kedua buah hati : Rizky & Alya. Ibu saya yang memilih menjadi ibu rumah tangga dengan melepas aktifitasnya sebagai pegawai negeri di Gorontalo seusai menikah dengan ayah yang kemudian memboyongnya ke Makassar tahun 1967, membuktikan komitmennya mendidik saya dan 3 adik dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian.

atgfamily-resize

Asupan nutrisi tidak hanya sekedar berwujud materi belaka, namun asupan nutrisi mental berupa pendidikan karakter, akhlak, budipekerti dan agama yang kuat menjadi elemen penting dalam pembentukan watak anak dalam menghadapi tantangan masa depan. Saya masih ingat betul bagaimana ibunda tercinta bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan kami sebelum berangkat sekolah. Beliau selalu mewanti-wanti bahwa sarapan senantiasa menjadi persiapan yang sangat penting dalam mengawali aktifitas. Hal ini juga dilakukan oleh istri saya tercinta yang sudah bangun sejak pukul 04.00 pagi dan dengan cekatan menyiapkan segala yang diperlukan oleh kedua anak saya. Tak ada istilah jajan, karena bekal makan sudah disiapkan dari rumah. Saya ingat betul, rantang bekal cemilan atau makan siang saya dan adik saya Budi di sekolah selalu dicantolkan di setang sepeda dan selalu diingatkan untuk tak lupa membawanya pulang. Demikian pula kepada kedua anak saya Rizky (11 tahun) dan Alya (9 tahun), istri saya senantiasa menyediakan bekal makanan sehat buat mereka yang dibawa ke sekolah. Kalaupun ada uang jajan yang diberikan, biasanya mereka tabung dan disimpan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan.

prambanan

Nutrisi makanan sehat juga senantiasa menjadi prioritas pada menu makanan yang disajikan sehari-hari. Saya ingat betul, ketika masa kecil dilewatkan di kampung Bone-Bone Palopo Sulawesi Selatan (1979-1982), kami sekeluarga mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang ditanam di kebun belakang rumah. Rasanya nikmat sekali bisa menyantap makanan hasil kebun yang diolah sendiri. Istri saya pun secara konsisten menyediakan menu-menu sehat alami yang didominasi oleh sayuran dan buah-buahan bergizi kepada Rizky dan Alya. Yang menarik adalah, istri saya senantiasa berkonsultasi dan berdiskusi ke ibu saya mengenai menu-menu andalan yang biasa disajikan. Sebentuk “alih teknologi” konstruktif antar ibu di dua zaman yang berbeda :). Dan saya sungguh berbahagia atas komunikasi intensif tersebut.

Nutrisi mental berupa pendidikan agama, akhlak, budipekerti dan karakter tak lepas dari peran ibu untuk menjadikan anak-anaknya memiliki pribadi yang tangguh, cerdas dan bertakwa. Ibunda saya selalu mengingatkan untuk tidak lalai menunaikan ibadah sholat dan tekun mengaji. Pendidikan karakter juga diberikan dalam bentuk membacakan dongeng sebelum tidur terutama kisah-kisah teladan nabi dan sahabat-sahabatnya, juga cerita dongeng yang sarat dengan nilai kebaikan.

Saya masih ingat betul, ibu saya membacakan dongeng dengan suaranya yang lembut dan jernih dihadapan kami sebelum tidur. Ibu kemudian menuturkan hikmah terbaik yang terkandung dibalik dongeng atau kisah yang dituturkan. Terkadang kami sudah terlelap sebelum ceritanya selesai namun ada kalanya kami masih tetap terjaga lalu mendengarkan ibu menyampaikan nilai kehidupan apa yang mesti dijadikan teladan terbaik dari cerita tersebut.Istri saya pun demikian. Dengan sabar dan tekun, ia membacakan cerita kepada Rizky dan Alya sembari memberikan peluang kepada mereka untuk berdiskusi tentang cerita yang disampaikan. Kebiasaan ini ternyata menumbuhkan minat baca yang tinggi pada saya dan adik-adik saya, termasuk pada Rizky dan Alya. Rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui aktifitas membaca secara intens kian terbangun.

IMG_3631

Rekreasi dan Olahraga juga menjadi sarana terbaik untuk membangun jiwa yang sehat, bahagia dan damai. Saat masih kecil dulu, ibu saya kerapkali mengajak saya dan adik kedua saya, Budi (waktu itu kedua adik perempuan saya, Yayu dan Yanti, masih terlalu kecil) untuk bersepeda bersama di sore hari. Ibu yang pandai menjahit kerapkali menerima order jahitan dan biasanya saya selalu diminta untuk menemani beliau bersepeda mengunjungi sang konsumen. Budi dibonceng dibelakang sadel sepeda ibu dan saya menyusul dengan sepeda Jengky Oranye. “Ini sekalian olahraga ya, bersepeda itu menyehatkan,”kata ibu saya sembari tersenyum saat melihat saya ngos-ngos-an mengayuh sepeda. Kebiasaan ini “ditularkan” kepada kedua buah hati kami, Rizky dan Alya. Setiap pagi di akhir pekan, kami biasanya bersama-sama bersepeda berkeliling kompleks perumahan kami. Aktifitas olahraga bersepeda ini, tak sekedar menyehatkan, namun ini juga mendidik jiwa sportifitas dan tak kenal menyerah.

481848_10151273692643486_1773686411_nBuat saya, apa yang telah dilakukan ibunda tercinta dan istri saya, dalam memberikan nutrisi materi dan mental kepada anak-anaknya–sesederhana apapun itu– merupakan wujud peran strategisnya dalam menyiapkan generasi gemilang untuk masa depan. Sebagaimana harapan ibunda, saya memang akhirnya bisa meraih impian laksana tingginya deru pesawat yang melintas di atas tempat kelahiran saya dulu di seberang lapangan Karebosi Makassar, namun tentunya, istri saya (tentu dengan bantuan saya sebagai suami) juga akan membentang asa yang sama, menjadikan kedua buah hati kami, Rizky & Alya mencapai cita-citanya setinggi mungkin dengan terus belajar dan bekerja keras.

Related Posts
LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN
“Jangan lupa kirimkan Papa buku diary kosong yang baru untuk tahun depan ya, Nak” Kalimat itu kerap diucapkan oleh ayahanda tercinta saya, Karim Van Gobel, setiap akhir tahun menjelang. Hanya sebuah ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2011 (2) : TENTANG MATAHARI KECIL YANG MENGHANGATKAN & ATRAKSI ANGKLUNG YANG MEMUKAU
rosesi acara pembukaan Amprokan Blogger 2011 yang dibuka oleh Menkominfo Tifatul Sembiring (baca artikelnya disini) kemudian dilanjutkan diskusi tematik tentang Kebebasan Berekspresi di Internet. Dipandu oleh Presiden Blogger ASEAN chapter ...
Posting Terkait
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI UNTUK KEDAULATAN & KEMAKMURAN NEGERI (Bagian Kedua)
resentasi dari SKK Migas yang dibawakan oleh Sulistya Hastuti Wahyu nampaknya menjadi salah satu materi yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Lokakarya. Dalam presentasinya Sulistya yang juga adalah Vice President Management ...
Posting Terkait
MENIKMATI PESONA DUNIA FANTASI & OCEAN DREAM SAMUDERA ANCOL
ukul 10.00, Sabtu pagi (28/9), kendaraan yang kami sekeluarga tumpangi tiba di kawasan Ancol. Cuaca begitu bersahabat. Matahari bersinar cerah menyongsong kehadiran kami di lokasi wisata pantai terkemuka di Jakarta ...
Posting Terkait
1. Membeli Masa Depan ala Adhitya MulyaArtikel menarik dari penulis novel laris Jomblo ini tentang strategi berinvestasi. Disajikan dengan gaya bahasa khas Adhitya yang renyah dan enak dibaca.2. Baca Buku ...
Posting Terkait
CATATAN FRESH MEI 2009 :  DARI RICH MEDIA TECHNOLOGY SAMPAI HASIL SURVEY BLOGGER 2009
Ibu Vida dari Indopacific Edelman Mempresentasikan Hasil Survey Blogger yang dikerjakan bekerjasama dengan Komunitas Blogger Blogfam pada acara FresH 19 Mei 2009 Malam ini (Selasa, 19/5) saya baru saja menghadiri Forum ...
Posting Terkait
Pada hari kedua training di Singapura (Selasa,30/6), suasana terasa lebih cair dibanding kemarin yang relatif lebih kaku karena belum kenal satu sama lain. Natasha, satu-satunya wakil dari Rusia yang terkesan ...
Posting Terkait
Terkait dengan posting saya sebelumnya, bila anda penasaran bagaimana Alya bercerita, ini dia gayanya :
Posting Terkait
“CROUCHING” ALYA, “HIDDEN” RIZKY
MEMILIKI dua anak dengan dua pribadi unik dan berbeda, bagi saya dan istri sungguh merupakan anugerah luar biasa yang diberikan Allah SWT pada kami. Rizky (5 tahun) anak pertama kami ...
Posting Terkait
MAKASSAR, SAYA DATANG!
Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri bakal menggelar kegiatan Talk Show bertajuk “Blog : The Voice of Freedom” pada Hari Minggu tanggal 25 November 2007 sekaligus memperingati satu tahun berdirinya komunitas ini.Acara yang ...
Posting Terkait
BUSANA ADAT PENGANTIN DAERAH , MENEGUHKAN KEARIFAN LOKAL
Foto mempelai wanita Minangkabau yang dikenal dengan sebutan Anak Daro. karya Febri Aziz, dalam Dji Sam Soe Potret Maha Karya Indonesia oto mempelai wanita Minangkabau yang menggunakan pakaian adat khas setempat ...
Posting Terkait
BINAR MATA GADIS KECIL YANG MENGGIGIL
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal... (Iwan Fals, Sore Tugu Pancoran) Tanpa sadar air mata ...
Posting Terkait
JIWA INDONESIA DALAM HENTAKAN RITMIS TARIAN GANDRANG BULO
   Saya (paling kiri) bersama kawan-kawan TK Aisyah Makassar menarikan Gandrang Bulo, 1976  asih terbayang di benak saya kenangan 39 tahun silam. Saat itu, saya bersama kawan-kawan di TK Aisyah Makassar menarikan ...
Posting Terkait
Penyerahan Door Prize Voucher Belanja  Carrefour Rp 200.000 kepada saya oleh mbak Rika
enin pagi (23/1) tepat disaat perayaan imlek, saya beserta istri dan kedua anak saya berangkat menuju gedung TIFA yang terletak di kawasan Jl.Gatot Subroto Jakarta Selatan untuk menghadiri peresmian dan ...
Posting Terkait
MENGENANG KH.ZAINUDDIN MZ : DA’I YANG DEKAT DI HATI
anpa terasa pelupuk mata saya basah membaca berita di media online tadi pagi. Kabar soal wafatnya Da'i sejuta umat KH.Zainuddin MZ di Rumah Sakit Pusat Pertamina Selasa (5/7) pukul 09.15 ...
Posting Terkait
JOKOWI : DENGAN 10 PEMUDA TERBAIK, SIAP “MENGGUNCANG” JAKARTA
inggu siang (10/6) dengan kilau mentari yang tidak terlalu terik, saya tiba di Gelanggang Olahraga Jakarta Timur di Jalan Otista. Saya mendapat undangan menjadi salah satu narasumber dalam  talkshow "Kaum ...
Posting Terkait
LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN
AMPROKAN BLOGGER 2011 (2) : TENTANG MATAHARI KECIL
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI
MENIKMATI PESONA DUNIA FANTASI & OCEAN DREAM SAMUDERA
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (9)
CATATAN FRESH MEI 2009 : DARI RICH
SURAT DARI ORCHARD (2)
SAKSIKAN BAGAIMANA ALYA BERCERITA!
“CROUCHING” ALYA, “HIDDEN” RIZKY
MAKASSAR, SAYA DATANG!
BUSANA ADAT PENGANTIN DAERAH , MENEGUHKAN KEARIFAN LOKAL
BINAR MATA GADIS KECIL YANG MENGGIGIL
JIWA INDONESIA DALAM HENTAKAN RITMIS TARIAN GANDRANG BULO
MENGHADIRI SYUKURAN PERESMIAN KANTOR BARU IDBLOGNETWORK
MENGENANG KH.ZAINUDDIN MZ : DA’I YANG DEKAT DI
JOKOWI : DENGAN 10 PEMUDA TERBAIK, SIAP “MENGGUNCANG”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *