Hari Sabtu (29/8) bersama si sulung Rizky, saya menonton film “Inside Out” di Studio 2 Cinemaxx Orange County Cikarang. Kebetulan disaat yang sama, istri dan putri bungsu saya Alya mengikuti study tour SDIT An Nur ke Bandung, keduanya pun menyatakan tidak tertarik menonton film ini. Berbeda dengan Rizky, sejak menonton tayangan iklan film yang mulai ditayangkan di Indonesia tanggal 19 Agustus tersebut di televisi, ia sudah “mengincar”-nya dan penasaran untuk nonton. Pukul 14.30 siang, kami berdua sudah duduk manis di bangku bioskop nomor B 9 dan B10 yang sudah saya pesan lebih dulu lewat layanan order tiket online Cinemaxx.
Film ini dibuka dengan munculnya lima karakter perasaan yaitu Joy atau kebahagiaan (suaranya diisi oleh Amy Poehler), Sadness atau kesedihan (Phyllis Smith), Anger atau kemarahan (Lewis Black), Fear atau ketakutan (Bill Hader) dan Disgust atau si rasa jijik (Mindy Kaling) yang hadir di kepala Riley Andersen (Kaitlyn Dias). Kelima karakter emosi ini berada di “kantor pusat” kepala Riley dimana mereka melakukan pengendalian terhadap apapun tindakan yang dilakukan oleh gadis berusia 12 tahun tersebut di sebuah konsol khusus.
Setiap kenangan baru yang muncul menghasilkan bola-bola yang memanifestasikan warna-warna emosi dominan yang terasa, mewakili 5 karakter terkait. Ada bola kuning mewakili sikap positif, senang atau bahagia, bola biru mewakili kesedihan, bola ungu merepresentasikan ketakutan, bola merah mencerminkan kemarahan dan bola hijau untuk rasa jijik. Bola-bola kenangan kebahagiaan yang dihasilkan itu kemudian menjelma menjadi pulau-pulau kecil indah yang umumnya mencerminkan aspek kepribadian Riley, seperti : “kejujuran”, “sahabat”, “keluarga”, “Canda” dan lain-lain.
Pada awalnya, Riley bersama kedua orang tuanya hidup bahagia di Negara Bagian Minnesota. Warna kuning, yang mewakili warna Joy sangat dominan dan menghasilkan 5 pulau sebagai manifestasinya. Keadaan menjadi berubah ketika Riley bersama keluarga pindah ke San Fransisco karena mengikuti sang ayah yang mendapatkan pekerjaan baru.
Situasi emosional Riley mendadak labil. Joy semakin kebingungan mengendalikan konsol karena emosi gadis kecil itu lebih banyak didominasi oleh kesedihan demi kesedihan. Memori yang muncul adalah kenangan indah saat keluarga mereka masih di tempat yang lama. Joy berusaha sekuat tenaga menjaga emosi Riley agar tetap berfikir positif kendati demikian tidak semudah itu. Keadaan makin runyam ketika Joy dan Sadness tiba-tiba lenyap tertelan pipa tabung memori, meninggalkan “markas besar” dan meluncur menuju sisa fikiran Riley.
Fear, Anger dan Disgust berusaha untuk mempertahankan emosi Riley untuk tetap bahagia sepeninggal Joy dan Sadness namun usaha mereka mengalami jalan buntu. Perlahan-lahan pulau-pulau kebahagiaan Riley rontok satu persatu, jatuh menuju jurang memori sampah. Terlebih ketika Riley memutuskan untuk kabur dari rumah, kembali ke Minnesota. Sementara itu, Joy dan Sadness yang terjebak di labirin kenangan dan fikiran dengan dibantu Bing Bong –teman imajiner masa kecil Riley–berupaya keras untuk kembali ke “Markas” memperbaiki keadaan yang kian kacau balau.
Film yang mengangkat pergulatan pemikiran dan perasaan seorang manusia ini memang sangat mengesankan. Diarahkan oleh 2 sutradara, Pete Docter dan Ronnie del Carmen, film ini menyajikan secara sederhana tentang apa yang terjadi di kepala kita menghadapi serta mengantisipasi situasi dan kondisi tertentu dalam kehidupan. Tidak hanya itu, film ini banyak mengajarkan pelajaran hidup yang berharga tentang upaya menghargai peran satu sama lain dalam kehidupan, kegigihan meraih apa yang dicita-citakan dan rasa syukur atas apa yang telah diraih. Rasa sedih sekalipun memiliki andil dalam membangun kebahagiaan.
Menurut saya, film ini lebih cocok ditonton oleh anak-anak usia remaja, seumur Rizky, karena pada beberapa adegan yang mungkin relatif kurang bisa dimengerti oleh anak-anak berusia balita (di jajaran penonton, saya melihat banyak orang tua membawa anak kecil dan cukup banyak “direpotkan” oleh pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai adegan di film ini). Walaupun demikian, film ini–dalam tataran hiburan–masih tetap aman kok ditonton anak-anak balita. Sebelum film inti dimulai, penonton juga dimanjakan dengan hadirnya film pendek berjudul “Lava” yang juga tak kalah menarik dan mengesankan.
Dari tinjauan sinematografis, film ini menyajikan gambar-gambar indah dengan warna-warni kemilau nan memanjakan mata. Karakterisasi tokohnya pun begitu kuat, didukung pengisi suara yang berpengalaman. Hal tersebut didukung pula oleh tata musikal yang digarap apik oleh Michael Giacchino yang di tahun 2010 mendapatkan Grammy Award soundtrack film “Up”.
Sama seperti film garapan Pixar sebelumnya seperti Toy Story, Brave, Finding Nemo dan Monster University, Film berdurasi 94 menit ini memberikan kesan yang menancap kokoh, tidak hanya mengangkat ide cerita yang “tidak biasa” menyangkut romantika 5 karakter emosi di kepala namun juga pesan-pesan moral yang tersaji di”hidangkan” secara sederhana, humanis, memukau dan mudah dicerna.
Sejak dirilis di AS, film karya Pete Docter dan Ronnie del Carmen ini telah meraup pendapatan fenomenal hingga USD 92 juta. Bahkan, pada pekan ketiga penayangannya, Inside Out mampu bercokol di puncak box office. Hingga kini, film animasi ini telah meraih akumulasi pendapatan mencapai USD 283,6 juta. Angka ini pun diperkirakan akan terus bertambah,terlebih setelah dirilis di belahan dunia lain. Yang menarik adalah film ini juga dijagokan untuk meraih Piala Oscar tahun ini.
Semalam, saya berhasil membuat sebuah terobosan baru dalam bidang teknologi per-lampu-jalanan. Jangan melotot takjub dulu. Ini bukanlah suatu inovasi teknologi yang melibatkan piranti-piranti canggih masa kini. Dibutuhkan bekal sedikit kegilaan ...
Sebuah kisah nyata di ujung jalan raya Semper, Tanjung Priok, sebelas tahun silam (tanggal tepatnya lupa) :
Pemuda itu memandangku dengan tatapan curiga.Ia kemudian melihat sepeda bututnya dan melihat kembali lagi ...
1. Pemilihan Presiden Republik Facebook
Jagad maya Indonesia sedang hiruk pikuk oleh Pemilihan Presiden Republik Facebook, sebuah jejaring sosial yang sangat beken di Indonesia. Tercatat ada 8 kandidat yang berlaga disana. ...
eharuan begitu menyentak dada saya saat menonton film ini. Betapa tidak? Adegan-adegan yang tersaji dihadapan mata saya seakan membawa kembali ke nostalgia 30 tahun silam, saat melewati masa kecil di ...
ilm "Silariang-Cinta yang tak Direstui"telah berhasil membuat saya "bertamasya batin", berkelana ke ceruk-ceruk terdalam nostalgia ke daerah dimana saya lahir, besar dan tumbuh dalam budaya Bugis Makassar yang kental. Film ...
alah satu website game online interaktif yang disukai anak saya, Rizky dan Alya, beberapa waktu terakhir ini adalah Games Keren. Mereka kerap menjajal sajian beragam permainan didalamnya dengan antusias baik ...
Pada Hari kedua acara Wordcamp Indonesia di Erasmus Huis Hari Minggu tanggal 18 Januari 2009, usai makan siang, secara spesial ditampilkan Zarro & Friend's yang menyanyikan lagu-lagu beraliran Brazilian Jazz selama ...
Wah..blogger ternyata bisa jadi model iklan. Lihat saja gaya Rara dkk dari komunitas blogger Anging Mammiri Makassar yang menjadi bintang iklan salah satu provider seluler di majalah Makassar Terkini edisi ...
1. Hosting Gambar & Foto di I-Gambar
Dulu, sekitar 5 tahun lalu saya sering hosting gambar atau foto saya di Photobucket.com dan sekarang sejak ada layanan igambar.com saya lebih sering hosting ...
Saya membayangkan adegan ini:
Disebuah panggung megah, sesosok siluet tubuh muncul dari redup cahaya. Sosok itu menenteng sebuah gitar diiringi tabuhan gendang yang berbunyi lirih. Ia berjalan tenang mendekati pinggir panggung. ...
1. Apakah anda seorang "blog addicted"?
Kenali 10 tanda-tanda bila anda kecanduan ngeblog. Baca ciri-cirinya disini
2. Mau menjadi bagian dari "pasukan khusus" pemberantas korupsi di Indonesia?
Silahkan melamar ke sini, banyak posisi lowong ...
Ada sesuatu yang menggelisahkan ketika kita menyaksikan Chris Pratt duduk sendirian di sebuah ruangan steril, terkurung dalam kursi yang dirancang bukan untuk kenyamanan melainkan untuk pengadilan. Mata kita bertemu dengan ...
Hari libur di Sabtu dan Minggu merupakan waktu terbaik bagi saya untuk mendekatkan diri bersama keluarga, orang-orang yang saya cintai. Rasanya ini adalah saat yang tepat untuk "membayar utang" waktu ...
MODA Transportasi dari Cikarang--sebagai salah satu kota satelit di bagian timur ibukota negeri ini--ke Jakarta sudah semakin beragam. Tidak hanya bus-bus berkapasitas besar (misalnya Bis Mayasari Bhakti dari kota Jababeka ...
da sesuatu yang sangat manusiawi ketika kita tertawa bersama. Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang kerap membebani, komedi menjadi ruang pelarian yang paling jujur.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku, yang tayang ...
aya sangat gembira ketika mendapatkan email dari penulis buku ini, Mugniar Marakarma, untuk membuatkan testimoni atas sejumlah tulisan-tulisannya di blog yang kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul "Lakon Fragmentaris". Saya ...
sepeertinya layak ditonton buat anak anak nih, ngajak ponakan 😀
epeertinya layak ditonton buat anak anak nih, ngajak ponakan
seru juga yah Khasiat Jelly Gamat dan Cyano Spirulina
Disney always make a good film! Bravo!