TELUR ASIN UNTUK MAKANAN BAYI, AMANKAH?
Memilih makanan pengganti ASI (MPASI) untuk bayi membutuhkan perhatian khusus dan pertimbangan tersendiri. Jika dilakukan secara ceroboh tanpa mempertimbangkan aspek-aspek kesehatan dan kondisi sang bayi sendiri, maka bisa fatal akibatnya. Lantas bagaimana dengan telur asin yang digunakan sebagai MPASI ? Apakah cukup aman ? Pertanyaan ini sempat mampir di benak saat suatu ketika saya sempat menyaksikan seorang ibu sedang menyuapi sang bayi yang berusia sekitar 7 bulan dengan tambahan makanan telur asin. Terlihat beberapa kali ekspresi sang bayi kurang senang dan menghindari suapan sang ibu.
Telur asin , selain mempunyai kadar nutrisi yang memadai juga tentunya memiliki kadar garam yang lumayan tinggi. Dengan kadar garam yang tinggi tentunya memiliki resiko dan efek yang signifikan bagi bayi. Dalam jangka panjang, bila terus dibiasakan mengkonsumsi telur asin ini, berpotensi meningkatkan resiko penyakit darah tinggi (hipertensi) dan gangguan kesehatan lainnya.
Bayi sebenarnya tidak terlalu membutuhkan asupan MPASI yang kaya dengan rasa. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya, bayi tidak memerlukan tambahan rasa yang berlebihan guna menghasilkan rasa yang lebih gurih maupun manis karena sebagian besar kebutuhan tersebut telah dipenuhi oleh ASI maupun susu formula.
Mengkonsumsi telur asin sebagai MPASI bagi bayi sangat beresiko pada ginjal bayi yang baru tumbuh dan belum sempurna berfungsi. Dampak yang ditimbulkan akibat memberikan MPASI yang terlalu asin akan mempengaruhi kesehatan tubuh sang bayi sehingga tidak disarankan memberikan telur asin sebagai MPASI. Ada begitu banyak alternatif MPASI yang lebih bergizi dan bernutrisi tinggi yang bisa diberikan kepada bayi seperti buah-buahan dan sayuran. Selain memberikan variasi rasa yang lezat tentunya lebih menyehatkan!