PUISI : MENGENANG NAMAMU PADA LIRIH DESAU ANGIN
Dalam banyak kisah, kita selalu percaya bahagia selalu ada di penghujung hilirnya
sementara duka dan tangis hanyalah ornamen pelengkap
yang kerap melekat ringkih di sepanjang perjalanan
lalu akan luruh satu-satu meninggalkan jejak kelam dibelakang
Saat kukenang namamu pada lirih desau angin
di terik kemarau yang menghadirkan peluh, juga keluh
atau di temaram senja dimana kita pernah merajut asa
bayangmu hadir dalam senyap bersama senyum pahit
“Segalanya memang mungkin tak sesuai harapan,”katamu pilu
seraya menyeka air mata yang mengalir deras di tebing pipi
dan menjelma hujan, membasahi rumput pekarangan
lalu perlahan hanyut membawa impian indah kita entah kemana
“Jangan pernah berhenti untuk meyakini hadirnya kebahagiaan,”tuturmu lagi,
“karena aku akan berdiri disana, setia di ujung penantian, menyongsong kedatanganmu,
dengan atau tanpa mengenang namaku”
Cikarang,17 Oktober 2014
Foto karya Yusnawir Yusuf

mengena banget bang…hehe
puisi yang bagus
salam kenal