CINTA DAN JALAN PULANG TAK BERTEPI – BAGIAN KESEMBILAN
“Kamu tahu artinya mimpi ketemu seseorang yang kamu kenal di tempat yang tidak familiar?” tanya Andini kepada Ira, sambil menyeruput teh hangat di meja kerja rekannya itu.
Ira melirik dari balik layar laptopnya. “Artinya kamu kangen. Atau kamu perlu tidur lebih awal.”
“Serius.”
“Seriusnya , mimpi itu tidak bisa ditafsirkan sesempit itu, An. Siapa yang kamu impikan?”
Andini memainkan cangkir tehnya. “Seseorang dari masa lalu.”
Ira mengernyit. “Made?”
Hening.
“Kamu masih memikirkannya?” tanya Ira hati-hati.
“Aku tidak memikirkannya,” jawab Andini cepat. Terlalu cepat. “Itu hanya mimpi.”
“Andini. Kamu baru saja menggunakan fakta ilmiah untuk menolak perasaan kamu sendiri.”
Andini melempar pandangannya ke luar jendela. Hari itu cerah, langka untuk Jakarta.
“Randy minta kita liburan bersama minggu depan,” kata Andini tiba-tiba.
“Itu bagus. Tapi kamu bilangnya dengan nada orang yang baru diberitahu ada rapat mendadak.”
“Aku tidak punya nada apa-apa.”
“Kamu masih mencintai Randy?”
Pertanyaan itu menggantung di udara seperti asap yang tidak mau pergi.
“Aku tidak tahu,” bisik Andini akhirnya. “Dan itu yang paling menyeramkan.”
Yang Andini tidak ceritakan pada Ira — yang bahkan tidak ia sadari sepenuhnya — adalah bahwa mimpi itu bukan sekadar mimpi biasa.
Dalam mimpi itu, Made berdiri tepat di luar jendela kantornya, lantai dua belas, dengan ekspresi yang tidak bisa ia baca. Dan ia terjaga dengan perasaan yang aneh: bahwa mimpi itu bukan sekadar pemrosesan memori. Bahwa ada sesuatu yang sedang mendekat.
Perasaan itu tidak logis. Ia tahu itu. Tapi perasaan itu juga tidak mau pergi.
Malam itu, Andini membuka Yahoo Messenger.
dark-knight online.
tuan-putri-malam : Kamu pernah tidak merasa hidupmu seperti film yang sudah ada di tengah-tengahnya, dan kamu baru sadar bahwa kamu tidak ingat bagaimana awalnya?
dark-knight : Selalu. Setiap hari.
Di teras Om Nuntung, Made membaca pertanyaan itu dan merasakannya dengan cara yang berbeda dari biasanya. Karena pertanyaan itu — tepat pertanyaan itu — adalah pertanyaan yang sudah ia tanyakan kepada dirinya sendiri selama bertahun-tahun.
Sejak pertama kali kemampuannya muncul dan membuat hidupnya terasa seperti puzzle yang sebagian kepingnya sudah ia lihat sebelum sempurna tersusun.
Seolah Tuan Putri Malam ini berbicara dari dalam sebuah ruang yang sama. Seolah ada frekuensi yang bergetar di antara mereka.
Hati-hati, ia ingatkan dirinya. Jangan biarkan kemampuanmu membuatmu mengasumsikan hal yang belum terbukti.
Tapi inderanya sudah lama tidak bisa ia matikan dengan perintah.
dark-knight : Aku tidak mencoba mengingat awal filmnya. Aku hanya fokus pada adegan yang sedang berlangsung dan memastikan adegan itu layak untuk diingat.
tuan-putri-malam : Kamu aneh, tahu tidak?
dark-knight : Aneh dalam artian yang baik, atau yang buruk?
tuan-putri-malam : Aneh dalam artian yang membuatku tidak bisa berhenti penasaran.
Made tersenyum ke layar kecil di tangannya. Gerimis halus masih jatuh di kebun belakang Om Nuntung.
Itu mungkin hal terbaik yang pernah dikatakan orang padaku, pikirnya dan ia mengetikkannya.