Seru. Megah, Luar Biasa.
Setidaknya 3 kata itulah yang mewakili perasaan saya seusai menonton film ini di Studio 5 Bioskop Cinemaxx Orange County, Sabtu sore (15/4) bersama putra sulung saya, Rizky. Ekspektasi awal saya untuk menonton film yang tak sekedar menghibur namun juga menyajikan aksi spektakuler yang memukau seakan terjawab sudah.
Dibuka dengan adegan balapan seru di Havana Cuba, film franchise ini langsung menggugah dan membetot nyali penonton dengan menyajikan suguhan aksi laga serta seakan “menjanjikan” akan ada aksi yang jauh lebih mendebarkan lagi pada menit-menit berikutnya. Dan itu terbukti.
Setelah 16 tahun sejak film franchise ini pertama kali ditayangkan, kian terasa bobot dan kualitas adegan aksi yang ditampilkan meningkat signifikan. Makin dashyat dan Gila!. Pada episode kedelapan ini (yang juga berjudul “The Fate of The Furious) diceritakan Dominic Toretto (Vin Diesel) mendadak menjadi tokoh antagonis dan bergabung dengan penjahat wanita kelas kakap yang berwajah rupawan, Chiper (Charlize Theron). Sikap Dom tersebut menimbulkan tanda tanya besar pada rekan-rekannya, seperti sang kekasih Letty (Michelle Rodriguez), Ramsey (Nathalie Emmanuel), Ludacris (Tej Parker) dan Roman (Tyresse Gibson) juga Hobbs (Dwayne Johnson).
Kehadiran Mr.Nobody (Kurt Russel) dan Mr.Little Nobody (Scott Eastwood) yang mengajak rekan-rekan Dom untuk bergabung dalam operasi pencarian alat canggih EMP (electromagnetic Pulse) dan “Mata Tuhan” membuat mereka makin antusias, terlebih saat diketahui dalangnya tak lain adalah Cipher dan Dom sendiri. Kejutan muncul ketika Deckard (Jason Statham), musuh mereka di episode sebelumnya, ikut bergabung dalam misi yang sama.
Pada film berdurasi 136 menit ini, sang sutradara F. Gary Gray (The Italian Job,Straight Outta Compton) meracik ramuan drama dan laga secara proporsional. Sejak menit-menit awal, penonton telah dibuat takjub oleh adegan balapan mobil, keributan & perkelahian dalam penjara, kemudian ada bola pejal raksasa penghancur, kebut-kebutan di jalan kota New York yang melibatkan mobil super mewah serta mobil yang dikendalikan secara otomatis dari jarak jauh hingga kejar-kejaran tank, mobil bahkan kapal selam diatas kepingan es di Rusia. Semuanya ditampilkan secara megah dan spektakuler. Secara sinematografis. film ini menyajikan sudut pandang yang memukau dari adegan-adegan seru yang ditampilkan. Penonton seakan diajak berada dalam situasi aktual yang dihadapi para pemerannya. Saya sampai beberapa kali menahan nafas ketika menyaksikan aksi mendebarkan penuh keberanian (juga kenekadan) sepanjang film diputar. Eksekusi peralihan antar adegan berlangsung mulus. Nampaknya, atau mungkin memang begitu faktanya, Fast Furious 8 telah bertransformasi dari sekedar film tentang balapan mobil menjadi sebuah ramuan film “mata-mata” ala James Bond dan “super hero” ala “Avenger”. Angkat jempol buat kreator film ini yang senantiasa menyuguhkan “kegilaan” yang berbeda dan tidak membosankan dari setiap episode.
Dari sisi karakter, menyaksikan Vin Diesel yang bertubuh kekar itu menangis, sungguh sebuah pengalaman berbeda. Mimik wajahnya begitu natural dan menampilkan kesedihan sekaligus kegeraman yang tertahan sangat ekspresif. Charlize Theron, juga menampilkan parade akting yang tak kalah menawan. Sebagai bandit perempuan dan hacker handal, Charlize menjelma menjadi sosok yang cerdas, dingin, licik serta berbahaya. Disisi lain, penampilan Dwayne Johnson dan Jason Statham juga cukup menggelitik dengan gaya saling sindir mereka sebagai mantan pasangan duel mematikan dalam episode sebelumnya namun kemudian dalam film ini mesti bekerjasama dalam satu tim yang solid. Tak kalah menariknya pula aksi “slenge’an” Tyresse Gibson yang kerapkali meletupkan tawa penonton disela-sela adegan menegangkan.
ari Minggu (8/9) silam, saya bersama istri dan anak-anak menonton film "Planes" di XXI Mal Lippo Cikarang. Rizky dan Alya, kedua anak saya memang "mengincar" film ini sejak melihat Trailer-nya ...
edung bioskop Hollywood XXI yang terletak tak jauh dari Hotel Kartika Chandra, Jl.Gatot Subroto, terlihat begitu ramai oleh penonton ketika kami sekeluarga tiba disana, Minggu Siang (28/4) lalu. Mayoritas penonton ...
Judul Buku : Kumpulan Cerpen “Arus Deras”
Karya : Agnes Majestika, Ana Mustamin, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie
Jumlah halaman : 172 halaman
Penerbit : Kosa Kata Kita, 2017
ISBN : 978-602-6447-16-6
KETIKA buku ini tiba ...
da kalanya perfilman Indonesia tidak sekadar menawarkan hiburan belaka, tetapi menyuguhkan perenungan mendalam tentang arti kemanusiaan, tentang cinta yang tak tergoyahkan oleh apapun, bahkan oleh maut sekalipun.
Film “Sampai Titik Terakhirmu”, ...
udah lama saya "mengincar" untuk menonton film ini.
Bukan hanya karena bencana dahsyat ledakan anjungan pengeboran minyak lepas pantai (offshore rig) "Deepwater Horizon" pada 20 April 2010 ini kerap menjadi topik ...
ernahkah kita merasa begitu rapuh hingga ingin lari dari kehidupan sendiri? Itulah yang dialami Angkasa, seorang pria Jakarta yang kehilangan segalanya dalam satu waktu. Ia dipecat dari pekerjaannya, ibunya meninggal, ...
abtu siang (6/7), saya dan istri mengajak kedua anak saya (Rizky & Alya) menonton film "Despicable Me-2" di XXI Mal Lippo Cikarang. Kami menonton pada pertunjukan pukul 15.35 di studio ...
aya akhirnya memenuhi keinginan 2 buah hati tercinta untuk menonton film ini, Sabtu (26/1) di XXI Mall Lippo Cikarang. Mereka penasaran melihat aksi 3 sekawan mengungkap misteri hantu setelah menonton ...
ejak pertama kali iklan film "Ambilkan Bulan" tayang di televisi, kedua anak saya, Rizky dan Alya sudah mematok tanggal kapan waktu menontonnya (film ini ditayangkan perdana di bioskop Indonesia, tanggal ...
da sesuatu yang menghantui dalam setiap klik kamera manual. Bunyi mekanik yang sesaat itu menangkap waktu, membekukan momen, dan menyimpannya selamanya dalam bingkai dua dimensi.
Namun, bagaimana jika yang tertangkap bukan ...
eusai mengikuti hari terakhir ujian kenaikan kelas, Sabtu (8/6) saya menunaikan "janji" kepada kedua anak saya, Rizky dan Alya, untuk menonton film Coboy Junior di XXI Mall Lippo Cikarang. Yang ...
alam lanskap sinematik yang terus berubah, Celine Song sekali lagi membuktikan keahliannya dalam mengurai benang kusut hubungan manusia melalui “Materialists”, sebuah karya yang memadukan kecerdasan naratif dengan kedalaman emosional.
Setelah sukses ...
ari Minggu siang, 31 Januari 2016 akhirnya niat saya untuk menonton film "Ketika Mas Gagah Pergi" (KMGP) kesampaian juga. Bersama keluarga tercinta saya menyaksikan film yang diangkat dari karya cerpen legendaris ...
nilah aksi “Tomb Rider” ala Perancis di awal abad 20-an! Demikian kesan saya seusai menonton “The Extraordinary Adventures of Adèle Blanc-Sec” (selanjutnya disingkat menjadi “Adèle”) akhir pekan lalu.
Film ini diadaptasi ...
ari Sabtu (27/12) saya mengajak istri dan kedua anak saya, Rizky & Alya menonton film "Night At The Museum-Secret of The Tomb" di Studio-4 Blitz Megaplex Bekasi Cyber Park. Ada ...
Ada momen dalam hidup ketika kita menyadari bahwa pertemanan yang paling berarti justru datang dari orang yang paling berbeda dari diri kita. Dalam kegelapan bioskop, ketika layar menyala menampilkan bagian ...