Catatan Dari Hati

PERTAMA KALI BERKACAMATA

Hari ini, Sabtu (27/8) menjadi sebuah momentum bersejarah dalam perjalanan hidup saya. Mulai hari ini saya memakai kacamata. Entahlah apakah ini sebuah hal yang perlu dirayakan atau tidak, namun menggunakan kacamata baca — bukan kacamata gaya yang berwarna gelap — sungguh menjadi pengalaman yang sangat luar biasa.

4 hari lalu saya memeriksakan diri ke dokter mata di Rumah Sakit Harapan Keluarga Cikarang. Saya mengeluhkan pandangan mata saya yang kabur baik dalam membaca, menatap monitor komputer dan terutama ketika mengendarai sepeda motor ke kantor. Hal terakhir yang sebenarnya menjadi pangkal kekhawatiran saya, karena lebih menyangkut pada keselamatan diri. Dan ujung-ujungnya menjadi sebentuk ketakutan tersendiri terlebih saat mengendarai sepeda motor menjelang senja rebah ke peraduannya, setiap pulang bekerja. Saya kerapkali mesti mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali untuk mendapatkan pandangan terbaik saat berkendara.

Sejak akhir Juli lalu, saya sudah pindah bekerja di PT Geographe Energy Indonesia yang hanya ditempuh 15 menit dari rumah dengan menggunakan sepeda motor. Setelah sebelumnya menggunakan angkutan umum ke kantor di Cilandak, selama sebulan terakhir ini saya kian merasakan betapa pentingnya kemampuan konsentrasi dan pandangan saat mengendarai sepeda motor yang menjadi alat transportasi utama saya sehari-hari menuju ke kantor.

Hasil diagnosa dokter mata menyatakan saya mesti memakai kacamata. Mata sebelah kanan saya plus 0,75 dan sebelah kiri plus 0,5. “Ini salah satu gejala alamiah pak karena usia dan juga tingginya aktifitas bapak dalam membaca maupun beraktivitas dengan komputer,” kata Pak Dokter seraya menuliskan resep pembuatan kacamata.

Dan begitulah akhirnya. Pagi ini, saya mengambil kacamata saya ke Optik Wahyu Cikarang yang sudah saya pesan 4 hari silam. Memakainya pertama kali agak sedikit pusing namun pandangan saya menjadi lebih jelas. Istri saya menatap saya sambil tersenyum. “Kelihatan makin ganteng kok Pa” katanya membesarkan hati. Sambil mematut-matut kacamata di depan cermin saya juga ikut tersenyum. Selalu ada hikmah terbaik disetiap peristiwa, termasuk hari ini, sebuah ikhtiar sederhana saya memutuskan menggunakan kacamata, demi keselamatan diri dalam berkendara, kenyamanan dalam membaca maupun beraktivitas serta tentu saja “meningkatkan derajat ketampanan”  🙂 .

Jadi, jangan pangling ya melihat penampilan baru saya nanti..hehehe

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *