PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit
yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit
“Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan berharap
segalanya akan baik-baik saja setelah semuanya berlalu,”katamu perih
Sejatinya, hidup selalu menawarkan banyak teka-teki
juga kisah sedih yang kerapkali kita benamkan bersama dalam sungai kerinduan
membiarkannya mengalir begitu saja menuju muara dimana semua seharusnya berakhir
Kerapkali, kita memang berusaha mengabaikan segala logika absurd
yang telah kita bangun dalam pikiran masing-masing
bahwa setiap jejak yang terpacak dalam riuh rentang perjalanan
adalah cermin atas kehangatan cinta dan kebersamaan kita
yang semu, juga pilu
Kita telah tahu semua tak akan sama sesuai keinginan
dan ini adalah pilihan terbaik atas segala kesempatan yang ada
Kita sudah berdamai dengan kenyataan :
meyakini bahwa tak ada yang sia-sia, walau kelak hanya menyisakan lara
serta catatan luka di kaki langit
dan kita benamkan dalam deras sungai
bersama impian, juga kenangan, yang hanyut
sampai jauh..
Cikarang,17052014
