FILM DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS: DINAMIKA DUNIA MULTI JAGAT YANG SERU DAN MENAKJUBKAN
Mengusung konsep multijagad (multiverse) sebagai premis utama cerita, Film Doctor Strange 2 ini menyajikan adegan aksi yang seru berpadu dengan kekuatan sihir yang saling berbenturan secara dahsyat sejak awal hingga akhir film. Diawali dengan serangan Gurita raksasa jadi-jadian yang menyerang kota dan segera dihalau oleh Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) dan Master Wong (Benedict Wong).
Disini keduanya bertemu pertama kali dengan America Chavez (Xochitl Gomez) seorang gadis muda yang memiliki kelebihan berpindah jagat. Chavez berharap Doctor Strange bisa membantunya dari kejaran berbagai pihak yang ingin memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya.
Doctor Strange kemudian meminta bantuan kepada sahabatnya sesama Avengers, Wanda Maximoff (Elisabeth Olsen) untuk ikut membantu Chavez.
Tak disangka ternyata Wanda yang kemudian bertransformasi menjadi ahli sihir, Scarlet Witch,ikut mengincar kelebihan yang dimiliki Chavez agar bisa berpindah ke berbagai jagat paralel dengan mudah.
Aksi Scarlet tentu saja dicegah oleh Doctor Strange termasuk ketika penyihir wanita berkemampuan luar biasa itu menyerang markas Doctor Strange dan Master Wong serta terus mengejar di berbagai jagat berbeda.
Rangkaian aksi perburuan Chavez berlangsung seru, kolosal dan dramatis. Perpindahan dari satu jagat ke jagat yang lain terjadi, termasuk melibatkan sejumlah super hero, Kekuatan hebat yang dimiliki oleh Scarlett Witch membuat Doctor Strange kelabakan dan mencari cara terbaik mengalahkan Scarlett, sahabatnya di Avengers. Konfik batin juga dialami oleh Doctor Strange saat menghadapi romantika cintanya yang rumit dengan Dr. Christine Palmer (Rachael McAdams).
Secara sinematografis film ini menyajikan presentasi visual yang sungguh megah dan memikat. Musik yang mengiringi juga begitu mengesankan membuat adegan demi adegan film terhampar apik dan realistis.
Sebagai sutradara, Sam Raimy, sukses mengeksekusi film ini dengan sentuhannya yang khas dan unik.
Memang harus diakui, tantangan meramu konsep Multiverse yang “tidak umum” dalam sebuah film merupakan hal yang tak mudah, terlebih film ke 28 MCU (Marvel Cinematic Universe) ini memiliki keterkaitan dengan film-film sebelumnya dalam semesta MCU.
Sam Raimy sangat paham itu dan berusaha menampilkan adegan-adegan monumental dan membumi tak lupa pula menyajikan teknik-teknik sinematografi seperti potongan-potongan gambar cepat dan angle kamera yang diambil miring dan dikenal sebagai dutch angel. Teknik seperti ini banyak dipakai dalam film-film bernuansa horor atau thriller untuk menggambarkan kegelisahan atau ketegangan psikologis dalam karakter atau pun subjek yang sedang dinarasikan.
Sam Raimy dengan cerdik memasukkan unsur horror dan komedi dalam film berdurasi 126 menit ini. Pertarungan sihir yang ditampilkan begitu kolosal dan memukau. Adegan demi adegan berlangsung cepat namun tetap membetot perhatian penonton.
Benedict Cumberbatch yang memerankan Doctor Stephen Strange tampil impresif dan berkarakter, termasuk ketika memerankan sosok yang sama di jagat yang lain.
Benedict bisa memainkan akting sebagai mantan ahli bedah terkemuka dan jago sihir yang mumpuni, termasuk ketika memainkan emosinya berjumpa sang gadis pujaannya dan menghadapi kenyataan pahit yang tak terlerai.
Dua jempol juga bisa disampaikan ke Elisabeth Olsen yang memerankan Scarlett Witch dengan begitu mengagumkan. Sejak muncul perdana dalam Avengers: Age of Ultron (2015) sosok Wanda digambarkan memiliki karakter yang tangguh namun juga kepribadian yang rapuh di saat yang sama karena mengalami aneka kejadian menyedihkan.
Di film ini transformasi dari Wanda menjadi Scarlett Witch dieksekusi oleh Elisabeth dengan prima seakan “meledak” menjadi muara atas kekecewaan dan kesedihan yang dialaminya. Perubahan Gestur tubuh dan mimik wajah yang ditampilkan, mendefinisikan secara lugas sisi gelap yang dialaminya.