Catatan Dari Hati

PURI DAN JEJAK EPILOG INDAH YANG DITINGGALKANNYA


Kesedihan itu datang mendadak tadi pagi.Saat membuka halaman facebook saya, mendadak tatapan saya mengarah pada sebuah catatan pesan seorang kawan tentang berpulangnya Puri, salah satu penulis Kompasiana yang baru saja menambahkan saya sebagai salah satu kawannya 5 hari lalu karena Kanker Payudara yang dideritanya. Saya terpaku. Tak percaya rasanya. Dan ketika keharuan perlahan menyelusup pelan dihati, mata saya mendadak basah. Ada rasa kehilangan mengoyak jiwa.

Walau hanya tahu sosok Puri lewat Kompasiana secara virtual, kehadirannya terasa begitu dekat melalui tulisan-tulisannya yang ceria, khas ala anak muda dan menampakkan sikap pantang menyerah menghadapi penyakit berbahaya yang dideritanya: sesuatu yang patut saya jadikan teladan berharga dalam meniti perjalanan hidup ke depan dari gadis muda ini.

Saya kian kagum pada sosoknya, ketika mencoba menelusuri namanya lewat mesin pencari google dan menemukan blognya di www.ceritapuri.blogspot.com. Pada halaman profilnya di blog tersebut, lagi-lagi Puri menampilkan sikap optimisnya menghadapi hidup. Ia menulis :

Ini sekedar curahan hati Puri, yang selalu menantikan mentari esok selalu bersinar. Menemani Puri setiap hari dan membisikkan semangat dalam setiap kesempatan!!.

Luar biasa. Saya begitu mengagumi ketegaran sikapnya, meski kini, akhirnya ia tak bisa menantikan lagi mentari esok hari yang kerap membisikkan semangat untuknya disetiap kesempatan.

Puri yang bernama lengkap Puriwati Purasari Andono–mahasiswi komunikasi UGM angkatan 2006–telah wafat Kamis siang lalu sesaat setelah menjalani operasi kanker payudara. Ah, rasanya seperti baru saja saya membaca tulisan terakhirnya berjudul SUSI (Susu Siji) yang membuat saya tersenyum sendiri didepanmonitor komputer.

Puri dengan kocak dan bersemangat bercerita tentang pandangan sinis masyarakat tentang para penderita Kanker Payudara yang hanya punya sebelah payudara setelah salah satunya diangkat. Puri bertutur secara polos, ceria tapi spirit semangat dan keinginan berbagi yang terkandung dalam tulisan itu begitu kental dan dalam.

Pada postingnya yang lain di Kompasiana, Puri menulis tentang Oktober sebagai bulan Pink, sebuah bulan dimana Puri mengajak kesadaran para wanita untuk secara dini sadar pada resiko kanker payudara yangmenjadi urutan kedua penyakit mematikan setelah kanker leher rahim.

Puri bertutur lancar dan dengan penuh semangat mengajak pembacanya mengenakan pita pink sebagai lambang sosialisasi kesadaran internasional pada kanker payudara.

Pada sebuah tulisan diblognya berjudul “Jawaban Tuhan” hanya berselang beberapa hari sebelum kematiannya Puri menulis dengan lancar tentang “Pertemuannya dengan Tuhan” dan menanyakan sebuah pertanyaan bernuansa filosofis, Siapa gerangan yang akan memberikan Tuhan pahala atas kebaikan Tuhan sendiri.

Saya kutip tulisan Puri disini:

Kemaren Puri gak sengaja ketemu Tuhan (Duh… hiperbola bgt siy?) Trus Tuhan ngajak Puri ngobrol. Tau ga siy, suaranya lebih merdu dari Afgan loh… ^_^ Katanya Tuhan, Dia sudah baca tulisan Puri yang sebelum ini. Tuhan cuma ketawa aja ngebaca tulisan Puri. Hufh…. tapi Tuhan emang baik kuk, buktinya Dia kasih jawaban atas pertanyaan Puri yang nanyain siapa yang bakal kasih Tuhan pahala atas kebaikan Tuhan sendiri?

KataNya, Tuhan gak perlu dikasih pahala buat segala kebaikanNya. Eits…ada tapinya nih, jangan senang dulu. Jadi gini, karena Tuhan gak perlu dikasih pahala, Tuhan pengen kalo kita ni, sebagai ummatNya, harus bisa kasih yang terbaik dari apa yang kita semua miliki. Do the best istilahnya.

Kita mau jadi apa aja asal kasih yang terbaik dari segala kemampuan yang kita miliki, Tuhan udah seneng dengan itu. Kalo kamu cuma tukang parkir tapi melakukannya dengan ihlas, penuh dedikasi, dan do the best itu udah bisa bikin Tuhan senang. Ato kalo kamu jadi suster dan melakukan yang terbaik dari apa yang kamu punya, itu akan lebih dari sekedar bekerja mencari nafkah. Do the best, lakukan yang terbaik dari apapun yang kamu miliki. Kamu bakalan menghidupi pekerjaanmu, bukan hidup dari pekerjaan ^_^

Sungguh, batin saya tergetar membaca tulisan ini. Betapa Puri dengan penderitaan yang ia alami tetap berusaha mengungkapkan segala rasa syukur dan karunia yang diberikan Tuhan kepadanya dengansenantiasa berusaha berbuat yang terbaik, ikhlas dan penuh dedikasi. Tuhan memang tak membutuhkan ganjaran pahala atas segala kebaikan yang telah diberikan pada umatNya, namun kita, sebagai hambaNya patut memberikan yang terbaik dari apa yang kita punya sebagai refleksi syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh sang Pencipta kepada kita. Dan tidak lantas menyerah putus asa karena penyakit berat yang diderita bahkan menyalahkan Tuhan atas apa yang sedang dialami.

Jejak tulisan yang ditorehkan almarhumah Puri menjadi sangat bermakna menandai epilog akhir hidupnya, dengan indah.

Puri adalah inspirasi. Puri adalah sebuah ikon blogger yang tetap memelihara semangat ditengah derita yang ia alami melalui keinginan berbagi melalui tulisan-tulisannya. 

Dokter Anugra Martyanto di Purwokerto, seorang blogger Kompasiana yang juga kerap menghadapi kegetiran saat pasien-pasien penderita kanker yang dirawatnya mengalami kematian berinisiatifuntuk “melestarikan” semangat Puri ini dengan membukukan tulisan-tulisannya bersama tulisan-tulisan blogger Kompasiana lainnya.

Dokter Anugra bahkan siap menjadi sponsor pendanaan penerbitanbuku itu. Keinginan ini mendapat dukungan penuh oleh admin Kompasiana, Pepih Nugraha sertajajaran penulis Kompasiana lainnya yang sepanjang kemarin dan hari ini menyajikan berbagai tulisan reflektif pasca kematian Puri dengan berbagai sudut tinjau dan perspektif.

Puri memang telah tiada, tapi jejak yang ditorehkannya lewat tulisan diblog menginspirasi banyak orangdan membuatnya tetap “hidup” dalam hati para pembacanya. 

Selamat Jalan Puri, semoga arwahmu mendapatkan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa dan semangatmu akan tetap abadi di dada kami semua.

Mengakhiri tulisan ini, saya mengutip bait syair Iwan Fals berjudul “Pulanglah” yang ditulis penyanyi legendaris idola saya ini untuk mengenang mengenang almarhum Munir, pejuang Hak Asasi Manusia yang meninggal diracun dalam sebuah perjalanan pesawat menuju Belanda dan saya kira sangat relevan mewakili spirit Puri mengilhami kita semua:

keberanianmu mengilhami jutaan hati

kecerdasan dan kesederhanaanmu

jadi impian

pergilah pergi dengan ceria

sebab kau tak sia-sia

tak sia-sia, tak sia-sia

pergilah kawan

pergilah pendekar

satu hilang seribu terbilang

patah tumbuh hilang berganti

terimalah sekadar kembang

dan doa-doa 

Related Posts
FILM KARBON DALAM RANSEL DAN PESAN PERUBAHAN IKLIM
ewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) baru saja meluncurkan film "Karbon Dalam Ransel" (KDR) pekan lalu (19/12)  di Jakarta Theater XXI. Film ini diluncurkan secara serentak di tiga kota yakni Jakarta, Denpasar ...
Posting Terkait
Indonesia di Persimpangan: Antara Kemarahan Rakyat dan Kearifan Kepemimpinan
“Riots are the language of the unheard.” — Martin Luther King Jr. ua hari yang mencengangkan telah berlalu. Indonesia baru saja melewati periode yang menguji ketahanan demokrasi kita, ketika tragedi meninggalnya ...
Posting Terkait
Ketika Cahaya Langit Menerangi Kegelapan Bumi: Isra’ Miraj dan Krisis Kemanusiaan Kontemporer
Perjalanan vertikal Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik menembus tujuh lapis langit menuju Sidratil Muntaha, bukan sekadar narasi spiritual yang mengambang di awan. Ia adalah kompas ...
Posting Terkait
Fondasi Masa Depan: Mengurai Benang Kusut Industri Konstruksi Indonesia 2026
"The pessimist sees difficulty in every opportunity. The optimist sees opportunity in every difficulty." — Winston Churchill Matahari pagi menyinari setiap sudut nusantara, menerangi proyek-proyek pembangunan yang menjulang. Di balik gemerlap ...
Posting Terkait
Membangun Benteng Digital di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan
"Kecerdasan buatan adalah masa depan, tidak hanya untuk Rusia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ia datang dengan peluang kolosal, tetapi juga ancaman yang sulit diprediksi. Siapa pun yang menjadi pemimpin ...
Posting Terkait
SERI ASUS ZENBOOK TERBARU : TANGGUH, RINGAN, RINGKAS, EKSOTIK DAN FUTURISTIK
enjadi sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri buat saya, diundang secara resmi untuk ikut menghadiri acara peluncuran seri ASUS Zenbook 13/14/15 pada hari Kamis,17 Januari 2019 di Grand Ballroom Pullman Hotel - ...
Posting Terkait
ALHAMDULILLAH, MENANG LOMBA “GOKIL DAD” !
  Alhamdulillah, ternyata saya ini punya bakat gokil juga jadi ayah. Pada lomba "Be A Gokil Dad" yang diselenggarakan oleh sang penulis "Gokil Dad" Iwok Abqary dan Penerbit Gradien Mediatama saya berhasil ...
Posting Terkait
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”
Kehadiran si Delliani, sebuah nama yang saya sematkan pada Netbook DELL Inspiron Mini 9 yang saya terima kemarin sebagai hadiah doorprize saat peluncuran produk Dell Terbaru di Plaza FX tanggal ...
Posting Terkait
Mercusuar Timur yang Tak Pernah Padam: Refleksi 69 Tahun Universitas Hasanuddin
"Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia" - Nelson Mandela ngin laut Makassar berbisik lembut di pagi hari ini, seakan membawa doa dan harapan dari ribuan ...
Posting Terkait
DARI KOPDAR BARENG WAPRES JUSUF KALLA : KEBEBASAN KITA, DIBATASI OLEH KEBEBASAN ORANG LAIN
Pukul 19.00 malam, Kamis (19/3), saya tiba di depan Cafe Pizza yang terletak di seberang hotel Grand Mahakam kawasan Blok M Jakarta Selatan untuk menghadiri kopdar bersama Wakil Presiden RI ...
Posting Terkait
Apa yang paling anda kenang di setiap malam terakhir Bulan Ramadhan? Yang pasti bagi saya, malam itu adalah malam paling mengharukan yang pernah saya lewatkan. Sebuah malam dimana segenap jiwa luruh ...
Posting Terkait
MELESAT BAGAI KILAT BERSAMA TELKOMSEL FLASH
etbook saya si "Deliiani" (Dell Inspiron Mini 9) mendadak menjadi sangat mumpuni dan bagaikan "ngacir" menjelajah dunia maya ketika dalam internal modemnya saya pasangkan dengan kartu Telkomsel Flash. Daya ...
Posting Terkait
14 TAHUN YANG SELALU MENGESANKAN BERSAMA XL
ejak tahun 2001 saya telah menjadi pelanggan setia XL. Sebagai pelanggan pasca bayar, saya sangat menikmati beragam kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan oleh provider telekomunikasi terkemuka di Indonesia ini. Pada ...
Posting Terkait
Membangun Masa Depan dari Hutan Kalimantan: Kisah Delapan Kontrak Megaproyek IKN dan Tantangannya
"Pembangunan yang sejati bukan hanya tentang beton dan baja, tetapi tentang membangun masa depan yang layak bagi generasi mendatang," demikian pernah dikatakan oleh arsitek terkenal Norman Foster. Kalimat sederhana ini seperti ...
Posting Terkait
Antara Laptop dan Kehidupan: Mencari Keseimbangan di Tengah Revolusi Remote Work
"The future of work is not about location, it's about liberation – or so we thought." - Arianna Huffington Pagi itu, Sari--sebut saja namanya begitu-- membuka laptop di meja makan. Bukan ...
Posting Terkait
GEDUNG SMESCO INDONESIA, LOKASI ACARA PUNCAK PESTA BLOGGER 2009
Akhirnya, setelah melewati perjalanan panjang mencari tempat yang representatif untuk pelaksanaan acara Puncak Pesta Blogger 2009 tanggal 24 Oktober 2009 mendatang, kami akhirnya mendapatkan konfirmasi untuk bisa menggunakan Exhibition Hall ...
Posting Terkait
FILM KARBON DALAM RANSEL DAN PESAN PERUBAHAN IKLIM
Indonesia di Persimpangan: Antara Kemarahan Rakyat dan Kearifan
Ketika Cahaya Langit Menerangi Kegelapan Bumi: Isra’ Miraj
Fondasi Masa Depan: Mengurai Benang Kusut Industri Konstruksi
Membangun Benteng Digital di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan
SERI ASUS ZENBOOK TERBARU : TANGGUH, RINGAN, RINGKAS,
ALHAMDULILLAH, MENANG LOMBA “GOKIL DAD” !
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”
Mercusuar Timur yang Tak Pernah Padam: Refleksi 69
DARI KOPDAR BARENG WAPRES JUSUF KALLA : KEBEBASAN
MALAM RAMADHAN TERAKHIR TAHUN INI
MELESAT BAGAI KILAT BERSAMA TELKOMSEL FLASH
14 TAHUN YANG SELALU MENGESANKAN BERSAMA XL
Membangun Masa Depan dari Hutan Kalimantan: Kisah Delapan
Antara Laptop dan Kehidupan: Mencari Keseimbangan di Tengah
GEDUNG SMESCO INDONESIA, LOKASI ACARA PUNCAK PESTA BLOGGER

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *