PUISI : TARIAN HUJAN
Kisah yang kau rajut pada rinai tarian hujan sore ini
Adalah gemerlap mimpi dan getir kesedihan
yang mengalun pelan menyusuri relung hati, selasar waktu
dan derap putus asa yang luruh dalam hening
Hujan, katamu, kerapkali telah memerangkapmu dalam pilihan-pilihan sulit
Apakah akan memaksakan diri berlari menembusnya
atau menunggu hingga reda sembari mengumpat kesal
Dan selalu, pada akhirnya, kau akan memutuskan
untuk tetap menanti
: menikmati air menimpa dan merambati genting, helai dedaunan, pucuk pepohonan
lalu membasahi tanah
seraya mengenang kisah tentang kita
yang terlihat samar dari balik tarian hujan dan
kelopak matamu yang membasah
Jakarta, 260110
Sumber Gambar : Re-Post from Yahoo Mim

Daeng, kunjungan pertama ku ke blog ta. Blog nya keren. Mau sekalika kodong punya blog bagus seperti ini.
Saya add ki’ di blog roll ku nah.
Wassalam
Cipu
hujan selalu indah ya mas ^^
pun tulisan ini….
meski kadang hujan jg menghadirkan aroma tanah basah yg mengusik kenangan pedih 🙁
puisi ini bisa dimaknai sindiran halus banjir Jakarta, karena akhirnya adalah menangis seperti warga Jakarta yg tertimpa musibah banjir itu..keren om, ga tau deh makna dibalik puisi ini sebenarnya, hanya Tuhan dan om Daeng yang tau, he he