Catatan Dari Hati

FILM COBOY JUNIOR : TENTANG JADI YANG TERBAIK DAN DEMAM UNYU-UNYU

Perjuangan-Coboy-Junior-Difilmkan_haibaru650x431Seusai mengikuti hari terakhir ujian kenaikan kelas, Sabtu (8/6) saya menunaikan “janji” kepada kedua anak saya, Rizky dan Alya, untuk menonton film Coboy Junior di XXI Mall Lippo Cikarang. Yang terlihat paling antusias tentu saja si bungsu Alya, sang fans berat boyband cilik terkenal itu. Secara berseloroh saya berkata bahwa waktu masih kecil, saya mirip banget dengan Iqbal salah satu personil Coboy Junior dan disambut tawa kencang Alya yang berseru: “Gak mungkiiin…gak mungkiiin !!”. Dan saya pun hanya mesam-mesem.

Kami lalu membeli tiket untuk pertunjukan jam 15.00 sore di studio 1. Terlihat banyak anak-anak seumuran Rizky dan Alya bersama ayah bunda masing-masing memenuhi pelataran XXI Mall Lippo Cikarang untuk menonton film yang diputar di dua bioskop sekaligus ini. Rizky dan Alya bahkan berjumpa dengan beberapa kawan sekolahnya disana. Untunglah kami membeli tiket sejam sebelum pertunjukan dan masih dapat tempat duduk yang strategis. Saat masuk studio 1, seluruh tempat duduk sudah terisi penuh bahkan hingga yang paling depan layar sekalipun.

Film ini mengisahkan kisah perjuangan 4 personil Coboy Junior Aldi, Iqbal, Kiki, dan Bastian ketika pertama kali meniti karir sebagai Boyband cilik. Seusai acara Musical Laskar Pelangi,seorang pemandu bakat, Patrick melihat bakat menonjol mereka yang menjadi pendukung acara tersebut. Di bawah arahan Patrick, keempat bocah bertalenta ini digembleng untuk menjadi bintang idola masa depan.

CoboyJuniorTheMovie-H

Tawaran Patrick tidak serta merta diterima oleh orang tua Aldi, Iqbal, Kiki, dan Bastian. Alasan untuk lebih fokus pada pelajaran sekolah menjadi dasar utama, terutama oleh orang tua Iqbal. Upaya meyakinkan kedua orangtua menjadi sebuah romantika dan tantangan tersendiri. Pada saat yang sama Coboy Junior harus bersiap menghadapi kompetisi bergengsi XPlode yang akan memperebutkan hadiah uang Rp 1 Milyar dan jalan-jalan ke Korea. Dalam kompetisi tersebut, mereka berhadapan dengan lawan tangguh dari grup Super Boys dan The Bangs.Dibutuhkan kerja keras dan konsistensi untuk melerai segala hambatan itu.

Coboy-Junior-The-Movie-002

Coboy Junior juga mengalami konflik internal dan “demam unyu-unyu” (sama seperti salah satu judul lagunya) alias romansa cinta pertama. Menjelang final kompetisi XPlode, Coboy Junior mengalami sesuatu yang justru semakin memperkuat ikatan solidaritas diantara mereka dan tentu saja kreativitas untuk menyiasati problema yang terjadi.

Secara umum, film yang diarahkan oleh sutradara Anggy Umbara ini mengalir renyah dan apik. Tidak hanya menonjolkan performa Coboy Junior sebagai boyband cilik terkemuka di Indonesia namun juga menghadirkan aksi panggung spektakuler sejumlah dancer mempertunjukkan aksi mereka diiringi lagu-lagu yang akrab di telinga dengan aransemen baru. Lihatlah ada lagu Chaiyya-Chaiyya dengan irama hip-hop, atau Ta’ Gendongnya Mbah Surip hingga Bebas-nya Iwa-K serta tentu saja sejumlah lagu hits Coboy Junior yang lain. Tidak hanya itu keterlibatan Fay Nabila hip hop dancer cilik peserta ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) menyegarkan suasana dengan aksi tarinya yang menakjubkan.

CoboyJuniorTheMovie-Personil

Saya sangat terkesan dengan penayangan adegan 2 angle di layar yang memberikan impresi untuk menegaskan lebih kuat pesan yang disampaikan. Pada film berdurasi 125 menit ini, juga ditampilkan kutipan-kutipan inspiratif sarat motivasi seperti mimpi dapat diraih dengan tekad yang kuat dan kerja keras, pentingnya restu orang tua, kekuatan doa serta ibadah yang tekun. Salah satunya seperti : “Untuk menjadi YANG TERBAIK, bukanlah hanya dengan menjadi pemenang dan mendapat pengakuan, tapi melainkan dengan terus mengeluarkan YANG TERBAIK dari dalam diri kita”. Pesan-pesan ini tentu saja sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter dan kepribadian. Bintang-bintang terkenal Indonesia ikut memeriahkan film ini seperti Nirina Zubir, Dewi Sandra, Iwa K, Ananda Omesh, Irgi Fahrezi, Ersa Mayori, Charles Bonar Sirait, Joe P Project, Meisya Siregar, Indra Bekti, Astri Nurdin,

Related Posts
FILM DON’T LOOK UP: KISAH SATIRE JELANG KIAMAT KOMET
Jaringan TV streaming berbayar, Netflix, baru saja meluncurkan film anyarnya bertajuk "Don't Look Up". Film bertabur bintang ini dirilis di Indonesia, 24 Desember 2021 dan mendapatkan beragam pendapat. Disutradarai oleh Adam McKay ...
Posting Terkait
FILM MONSTER UNIVERSITY : TENTANG KEPERCAYAAN DIRI, KEJUJURAN & SIKAP PANTANG MENYERAH
inggu sore (23/6) setelah check-out dari Hotel Ibis Tamarin, kami sekeluarga menikmati film Monster University di Plaza Semanggi. Film ini memang sudah lama "diincar" oleh kedua anak saya, Rizky ...
Posting Terkait
Ketika Kebenaran Lebih Mahal dari Popularitas: Refleksi Film “Wicked: For Good”
Ada momen dalam hidup ketika kita menyadari bahwa pertemanan yang paling berarti justru datang dari orang yang paling berbeda dari diri kita. Dalam kegelapan bioskop, ketika layar menyala menampilkan bagian ...
Posting Terkait
BUKU “CELOTEHAN LINDA” : SENTILAN HUMANIS & MEMORI KEHIDUPAN DALAM CATATAN
Judul Buku : Celotehan Linda (Jurnalis, Penulis, Humanis) Penerbit : Kaki Langit Kencana, 2012 Penulis : Linda Djalil Kata Pengantar : Bondan Winarno Halaman : xvii + 426 Halaman Cetakan ...
Posting Terkait
1. Kolom Blog Wicaksono Blog ini memuat tulisan yang sama seperti yang ditayangkan di Kolom Khusus Blog di Koran Tempo yang terbit setiap Jum'at. Ditulis dengan renyah, reflektif dan menarik oleh salah ...
Posting Terkait
1. Selamat Datang Komunitas Blogger Bengawan! Jagad blogosfer Indonesia kian semarak dengan hadirnya Komunitas Blogger Solo dan Sekitarnya, Bengawan. Peresmian komunitas ini diselenggarakan secara meriah Sabtu malam lalu (21/2) bertempat di ...
Posting Terkait
Ketika Kasih Sayang Bersandar pada Ketidakberdayaan: Membaca Kemanusiaan dalam “Pangku”
Ada semacam kesakitan yang tertahan di setiap adegan film Pangku. Bukan teriakan yang menggema, melainkan bisikan lirih tentang keputusasaan yang dipaksa bertahan hidup. Dalam debut penyutradaraannya, Reza Rahadian menghadirkan kisah Sartika, ...
Posting Terkait
1. Kalengbolic Solusi Internet Kecepatan Tinggi yang murah dan meriahWah..hebat, solusi jitu dan mumpuni ala Bung Harry Sufehmi. Boleh juga nih ditiru atau di-alih-teknologi-kan dilingkungan sekitar rumah saya. Thanks Kang ...
Posting Terkait
1. Tip Menulis Novel ala Luna Torashingyu Penulis Novel "Dua Rembulan" dan "Angel's Heart" Luna Torashingyu menyajikan tips-tips menulis cerita disitusnya. Bisa baca disini. Disitus yang sama juga disajikan tips menulis ...
Posting Terkait
MENGASAH NYALI DAN KREASI DI POKI.COM
alah satu website game online interaktif yang disukai anak saya, Rizky dan Alya,  beberapa waktu terakhir ini adalah Games Keren. Mereka kerap menjajal sajian beragam permainan didalamnya dengan antusias baik ...
Posting Terkait
FILM JENDRAL KANCIL : REFLEKSI CERIA ANAK MASA KINI
Hari Sabtu (7/7) lalu, kembali saya, istri dan kedua buah hati tercinta menonton film. Saya bersyukur pada masa liburan panjang anak-anak sekarang ada begitu banyak pilihan tontonan untuk mereka di ...
Posting Terkait
SELAMAT ULANG TAHUN KEDUA BZ!
Hari ini, dua tahun silam (6 Februari 2006) , Majalah Online Komunitas Blogfam terbit di permukaan jagad maya. Majalah yang oleh Labibah Zain aka Maknyak founder komunitas blogfam, induk dari bz!, ...
Posting Terkait
FILM ETERNAL: MERACIK KEBERAGAMAN DALAM KONFLIK SUPERHERO ANYAR SEMESTA MARVEL
Setelah meluncurkan film superhero baru yang sarat dengan nuansa Asia, Shang Chi,  Semesta Marvel kembali menghadirkan superhero anyarnya lewat film Eternals yang saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini menghadirkan superhero yang telah ada di bumi pada 5000 tahun ...
Posting Terkait
FILM “CITA-CITAKU SETINGGI TANAH” : PELAJARAN MENYIKAPI IMPIAN
eharuan begitu menyentak dada saya saat menonton film ini. Betapa tidak? Adegan-adegan yang tersaji dihadapan mata saya seakan membawa kembali ke nostalgia 30 tahun silam, saat melewati masa kecil di ...
Posting Terkait
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
Judul Buku : Gaul Jadul (Biar Memble Asal Kece) Penulis : Q Baihaqi Penerbit : Gagas Media ISBN : 979-780-346-5 Jumlah halaman : viii + 280 halaman Cetakan : Pertama, 2009 Ukuran : 13 x 19 ...
Posting Terkait
1. Ayo Menulis Keroyokan! "Me? Write A Book? Really?", demikian tulisan yang tertera dihalaman depan www.webook.com sebuah situs yang mewadahi para penulis (juga calon penulis) untuk menjajal kemampuannya menulis bersama-sama, secara ...
Posting Terkait
FILM DON’T LOOK UP: KISAH SATIRE JELANG KIAMAT
FILM MONSTER UNIVERSITY : TENTANG KEPERCAYAAN DIRI, KEJUJURAN
Ketika Kebenaran Lebih Mahal dari Popularitas: Refleksi Film
BUKU “CELOTEHAN LINDA” : SENTILAN HUMANIS & MEMORI
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (4)
YANG “MELENGKING”DARI BLOGWALKING (30)
Ketika Kasih Sayang Bersandar pada Ketidakberdayaan: Membaca Kemanusiaan
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALIKING (12)
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (11)
MENGASAH NYALI DAN KREASI DI POKI.COM
FILM JENDRAL KANCIL : REFLEKSI CERIA ANAK MASA
SELAMAT ULANG TAHUN KEDUA BZ!
FILM ETERNAL: MERACIK KEBERAGAMAN DALAM KONFLIK SUPERHERO ANYAR
FILM “CITA-CITAKU SETINGGI TANAH” : PELAJARAN MENYIKAPI IMPIAN
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (13)

4 comments

Leave a Reply to Chandra Iman Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *