Catatan Dari Hati

MENAPAK USIA 45, HARI INI…

IMG-20121114-00230Kamu lahir di sana, Nak. Di Rumah Sakit Bersalin Siti Khadijah, tepat didepan lapangan Karebosi,” demikian ungkap ibu saya, disebuah petang yang senyap sekitar tiga puluh tahun silam saat saya menanyakan dimana tempat saya memekikkan tangis pertama ke dunia.

“Waktu itu,” lanjut ibu saya lagi dengan pandangan mata menerawang,”langit Makassar begitu riuh dengan suara parade pesawat terbang di angkasa, karena ketika kamu lahir bertepatan Hari Bakti Angkatan Udara 9 April 1970. Banyak orang menyaksikan parade pesawat terbang itu dari lapangan karebosi. Begitu berisik suaranya hingga ke kamar bersalin, sampai-sampai suara tangismu seperti saling berlomba dengan deru pesawat terbang”.

Pada sebuah kesempatan, saya pernah berdiri tepat didepan Rumah Sakit Siti Khadijah tempat saya lahir dulu, memandang lepas hingga ke ujung lapangan, seraya membayangkan bagaimana pesawat-pesawat tempur TNI-AU berparade menghias langit Makassar dan disaksikan dengan antusias oleh sejumlah penonton dari lapangan Karebosi .

Saya tercenung dan membayangkan hiruk pikuk suasana ketika itu, tentu saja termasuk histeria kedua orangtua saya menyambut kehadiran putra pertama mereka lahir ke dunia. Dan disinilah saya, 45 tahun kemudian mengenang kembali saat-saat indah tersebut dengan keharuan menyesak dada.

Saya ingat betul, ketika mendengar cerita ibu, secara bersemngat saya menetapkan cita-cita saya sebagai pilot pesawat tempur. “Mama mendukung apapun yang jadi cita-citamu nak, yang penting tetaplah bersungguh-sungguh meraihnya, rajin beribadah serta berdoa dan berusaha sebanyak-banyaknya memberi manfaat bagi masyarakat dan negara kita dengan ikhlas penuh semangat,” kata ibu seraya tersenyum lalu mengelus lembut kepala saya.

Kini, saya memang tak berhasil jadi pilot pesawat tempur. Entahlah, mungkin saja saya telah merevisi cita-cita saya itu di tengah jalan atau bisa jadi saya tak benar-benar secara sungguh-sungguh meraih impian itu. Namun setidaknya saya bersyukur, dapat berperan–sekecil apapun itu–memberikan kontribusi dan inspirasi terbaik pada masyarakat sekitar,

Saya mengucapkan Syukur Alhamdulillah, kepada Allah SWT karena hari ini, masih diberikan kesempatan melanjutkan kehidupan di dunia, juga memiliki istri cantik dan anak-anak (Rizky & Alya) yang cerdas serta kreatif, anugerah pekerjaan dengan lokasi kantor tak jauh dari rumah. Tidak hanya itu, kehangatan persahabatan bersama teman-teman baik di dunia nyata maupun maya setidaknya menghadirkan nuansa kenikmatan tersendiri.

Saya menggunakan momen Ulangtahun saya ke-45 hari ini menjadi sebuah ajang untuk merenung, introspeksi diri dan bertekad menata langkah untuk terus maju memberikan yang terbaik dan penuh keberkahan, siap menghadapi segala resiko yang mungkin terjadi dan berusaha sebanyak-banyaknya memberi manfaat bagi masyarakat dan negara kita dengan ikhlas penuh semangat.

Selamat datang usia 45 !

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *