Catatan Dari Hati

FILM MISSION IMPOSSIBLE 6 “FALL OUT”: KETEGANGAN MENCEKAM DARI AWAL HINGGA AKHIR

Tom Cruise masih tetap lincah dan gagah. Seperti dulu. Pada bagian keenam rangkaian film laga aksi Mission Impossible ini, Tom Cruise kembali memperlihatkan kemampuan fisiknya yang prima meski usianya sudah tak muda lagi.

Saat menonton bersama isteri tercinta di Cinemaxx Gold Orange County Cikarang, Sabtu (28/7), saya begitu takjub menyaksikan bagaimana pria yang lahir 56 tahun silam ini dengan sigap melakukan adegan-adegan berbahaya yang memacu adrenalin : mulai terjun ber-skydiving dari atas pesawat, bertarung tangan kosong dengan lawan yang berpostur lebih besar, ngebut dengan motor gede, berlari kencang dan melompat lincah di atas atap gedung hingga mengendalikan helikopter dengan piawai meski diberondong senjata api. Tom Cruise begitu total memainkan perannya sebagai agen rahasia kekinian, Ethan Hunt. Proses syuting film ini bahkan sempat tertunda 7 minggu karena Tom Cruise cedera karena melakoni adegan berbahaya yang langsung dilakukannya sendiri tanpa pemeran pengganti.

Adegan diawali dengan aksi penangkapan Solomon Lane (Sean Harris) yang pada episode sebelumnya berhasil ditangkap tim IMF yang dipimpin Ethan Hunt dalam Mission: Impossible – Rogue Nation (2015). Lane berhasil melarikan diri dan mengancam dengan ‘kiamat’ yang selalu Ethan takutkan. Dibantu oleh Luther Stickell (Ving Rhames) yang muncul sejak film Mission: Impossible (1996), dan Benji (Simon Pegg), dibantu Ilsa Faust (Rebecca Fergusson), Ethan Hunt berjuang mati-matian menangkap Lane sekaligus menyelamatkan dunia dari ledakan bom nuklir.

Hadirnya sang aktor pemeran “Superman” di film ini ,Henry Cavill yang berperan sebagai August Walker sang agen CIA ikut memperkaya barisan pemeran utama film yang diproduksi oleh Paramount Pictures ini. Sejak awal film MI:Fall Out berlangsung dalam tempo cepat. Para penonton nyaris susah “menarik nafas” karena ketegangan demi ketegangan, dari adegan ke adegan terbangun secara atraktif dan sistemik. Dibanding dengan film-film sebelumnya, episode keenam kali ini terasa lebih punya“greget”dengan intensitas serta kualitas aksi yang semakin keren dan spektakuler.

Sang sutradara, Christopher McQuarrie yang juga menggarap film yang sama di episode sebelumnya (Rogue Nation, 2015), mengemas tontonan ini dengan sajian memukau sepanjang waktu 147 menit. Tampaknya, ia belajar banyak dari pengalaman sebelumnya dengan memberikan sentuhan yang lebih “kaya” khususnya di sisi adegan aksi.

Elemen penceritaan ditampilkan secara runtut, meski sebenarnya pada paruh pertama film ini, saya sebagai penonton, sudah menduga dengan tepat seperti apa “ujung”-nya nanti. Tapi tak masalah. Saya begitu menikmati rangkaian adegan laga (juga drama) yang dikemas penuh ketegangan dengan lokasi-lokasi eksotis seperti di Paris, London, hingga Kashmir.Selain sajian pemandangan eksotis yang memanjakan mata penonton, film ini juga menampilkan tatasuara yang megah dan menghentak. Secara sinematografis, McQuarrie berhasil menampilkan karya yang otentik dan membuat penonton seakan-akan berada ditengah-tengah aksi-aksi nekad namun memikat, sang jagoan,Ethan Hunt.

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *