Catatan Dari Hati

FILM SPIDERMAN NO WAY HOME: TANTANGAN MULTIVERSE DAN KONFLIK BATIN SANG SUPERHERO

Film Spiderman:No Way Home yang tengah ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia saat ini menjadi film yang ditunggu-tunggu banyak penggemarnya. Tidak hanya karena soal kontraversi kehebohan ketika MCU induk film manusia laba-laba ini hengkang dari Sony Pictures dan Disney tahun 2019, namun juga karena film ini mengangkat tema “tidak biasa” yaitu Multiverse.

Film berdurasi 2,5 jam ini memang memberikan nuansa sensasi tersendiri bagi para penontonnya. Aksi-aksi brutal namun menawan yang ditampilkan sepanjang film kian menambah gregetnya.

Pada film ini, nampak sekali Peter Parker (Tom Holland) menunjukkan sisi kedewasaannya dalam menanggapi persoalan yang dihadapi.

Diceritakan bahwa sejak Misterio membongkar identitas Peter Parker seperti terlihat di film sebelumnya Spiderman:Far from Home (2019), Peter dan sang kekasih , MJ (Zendaya) dibekap kegalauan karena sosok yang berada di belakang tokoh Spiderman telah terekspose luas ke publik.

Peter semakin salah tingkah tatkala dirinya justru dianggap “public enemy no.1” oleh masyarakat disekelilingnya. Terlebih ketika Bibi May juga mengetahui realitas yang terjadi.

Tak ayal Peter pun mengambil langkah drastis, menghubungi mitranya di Avengers, Dr.Stranger untuk meminta bantuannya agar publik bisa melupakan siapa dirinya sesungguhnya.

Atas desakan Peter, Dr.Strange akhirnya menyanggupi permintaan kolega remajanya itu, ia pun merapal mantra andalannya meski beberapa kali terganggu konsentrasinya karena permintaan Peter yang bertubi-tubi. Namun sesuatu yang tak terduga terjadi!.

Multiverse terbuka luas. Musuh-musuh lawas Spiderman di beberapa episode sebelumnya nongol secara atraktif dan membuat kekacauan. Mulai dari Green Goblin, Doctor Octopus, Electro, Sandman, dan Lizard datang mengejutkan. Tentu saja ini membuat Peter kerepotan.

Film pamungkas Spiderman dengan tokoh Tom Holland kali ini memang terasa lebih spektakuler dari sebelumnya. Kejutan-kejutan yang terjadi–dan terbungkus rapi bahkan saat trailer keduanya dirilis, membuat rasa penasaran penonton terlampiaskan.

Sisi emosional Peter menanggapi kasus pelik yang dihadapinya menunjukkan ia telah bertransformasi dari superhero remaja yang terkesan kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa. Tom Holland secara impresif menunjukkan kualitas akting yang luar biasa dengan secara ekspresif menampilkan sisi humanis sang manusia laba-laba.

Secara sinematografi film yang diarahkan oleh sutradara Jon Watts menampilkan gambar-gambar megah dan memukau. Alur cerita yang disusun penulis skenario Chrus McKenna dan Erick Sommers secara jeli menampilkan kompleksitas Multiverse serta beragam kontraversi yang menyertainya.

Harus diakui Konsep Multiverse ini memang “tidak terlalu umum” ditampilkan dalam jajaran film-film di semesta Marvel. Konsep tersebut baru mulai dikenalkan melalui film serial TV Loki dan tayang pertengahan tahun ini. Walau pertama kali diperkenalkan dalam film layar lebar, fenomena Multiverse digambarkan secara lancar dan mengalir.

Yang juga cukup menjadi perhatian di film ini adalah penampilan William Dafoe yang membawakan tokoh villain Green Goblin. William begitu piawai memainkan perannya sebagai Green Goblin yang rapuh dan polos sementara disaat yang lain tampil garang, kejam dan intimidatif. Presentasi aktingnya di tahun 2002 di versi lain film yang sama ini masih tetap terjaga.

Penampilan aktor Alfred Molina yang memerankan Dr.Octo juga cukup gemilang mewarnai film ini. Perubahan mimik wajah dan gerak tubuhnya terasa natural dan semakin memperkuat penokohan karakter lainnya.

Tak ada salahnya anda meluangkan waktu menonton Film Spiderman:No Way Home ini yang memberikan sensasi baru menyenangkan, bertualang ke dunia Multiverse

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *