Catatan Dari Hati

Kembalinya Harapan: David Corenswet Menghidupkan Kembali Jiwa Superman dalam Masterpiece James Gunn

James Gunn telah menyuguhkan sebuah interpretasi baru yang memikat tentang pahlawan super paling ikonik dunia dalam “Superman” yang dirilis pada Juli 2025. Film ini membawa kita kembali ke akar karakter Superman yang penuh harapan dan kemanusiaan, jauh dari pendekatan gelap yang mendominasi film-film superhero dalam dekade terakhir.

David Corenswet tampil memukau sebagai Clark Kent/Superman, memancarkan pesona alami yang membuat penonton langsung jatuh cinta dengan interpretasinya. Corenswet berhasil menangkap esensi klasik Superman yang penuh optimisme sambil memberikan nuansa segar yang terasa kontemporer. Fisiknya yang ideal untuk kostum merah-biru itu diimbangi dengan kemampuan aktingnya yang menghangatkan hati, terutama dalam adegan-adegan yang menunjukkan sisi manusiawi Clark Kent.

Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane memberikan performa yang elektrifying, menciptakan kimia yang luar biasa dengan Corenswet di layar lebar. Brosnahan membawa kecerdasan tajam dan ketegasan karakter Lois yang telah dikenal selama puluhan tahun, namun dengan sentuhan modernnya sendiri. Dinamika romantis antara Superman dan Lois terasa autentik dan menggerakkan hati, menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

Nicholas Hoult menghadirkan Lex Luthor yang kompleks dan menawan sebagai antagonis utama. Hoult, yang awalnya sempat mengaudisi untuk peran Superman sebelum akhirnya mendapatkan peran sebagai dalang kriminal ini, berhasil menciptakan versi Lex Luthor yang cerdas dan manipulatif. Karakternya berhasil membalikkan opini publik untuk melawan Superman sambil mengadu domba sang pahlawan dengan para adversari metahuman lainnya.

Edi Gathegi, Anthony Carrigan, Nathan Fillion, dan Isabela Merced melengkapi ensemble cast yang solid, masing-masing memberikan kontribusi berarti dalam membangun dunia Superman yang kaya dan berlapis. Pilihan casting yang menghangatkan hati datang dari keputusan Gunn untuk memilih Pruitt Taylor Vince dan Neva Howell sebagai Ma dan Pa Kent, yang memberikan sentuhan autentik pada momen-momen emosional Clark dengan satu-satunya orangtua yang dia kenal.

Secara visual, film ini menyuguhkan palet warna yang cerah dan vibrant, menandai pergeseran dari estetika gelap yang mendominasi film-film DC sebelumnya. Meski beberapa kritikus menyoroti penggunaan CGI yang terkesan janggal di beberapa sekuen, keseluruhan presentasi visual berhasil menciptakan atmosfer yang penuh harapan dan heroik yang sesuai dengan karakter Superman.

Naratif film ini mengikuti perjalanan Superman dalam membuktikan kepada dunia bahwa dia adalah pelindung mereka, bukan ancaman. Gunn tidak mencoba untuk mereinventing atau reimajinasi karakter, melainkan kembali ke elemen-elemen yang membuat Superman menjadi karakter yang timeless. Film berdurasi 2 jam 9 menit ini mengeksplorasi dikotomi antara warisan Kryptonian Clark dan pengasuhannya sebagai manusia di Bumi.

Meski mendapat pujian untuk kerja karakter yang kuat dan chemistry antar pemain, beberapa kritikus menilai film ini terasa overstuffed dengan terlalu banyak elemen yang dipadatkan dalam satu film. Beberapa penonton juga merasa bahwa film ini belum sepenuhnya belajar dari kesalahan-kesalahan reboot DC sebelumnya, meski secara keseluruhan memberikan pengalaman yang lebih positif.

Dengan rating 7.6 dari IMDb dan sambutan positif dari kritikus, “Superman” berhasil memulai Chapter One: Gods and Monsters dari DC Universe yang baru dengan optimisme. Film ini telah meraup hampir $273 juta di box office, menunjukkan antusiasme penonton terhadap pendekatan Gunn yang lebih lighthearted namun tetap bermakna.

“Superman” (2025) adalah sebuah film yang mengingatkan kita mengapa karakter ini telah bertahan selama puluhan tahun. Gunn berhasil menciptakan sebuah film superhero yang tidak hanya menghibur dengan aksi spektakuler, tetapi juga menyentuh hati dengan pesan kemanusiaan dan harapan yang dibawanya. Ini adalah Superman yang kita butuhkan di era yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Related Posts
FILM “SUPER DIDI” : ROMANTIKA SANG “PAPI SITTER”
ari Sabtu, 23 April 2016, kami sekeluarga menonton film "Super Didi" di XXI Botani Garden Bogor. Film bergenre komedi ini mendadak mengingatkan saya pada aktifitas saya dulu sebagai "Papi Sitter" ...
Posting Terkait
FILM DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS: DINAMIKA DUNIA MULTI JAGAT YANG SERU DAN MENAKJUBKAN
ari Sabtu(14/5) saya bersama keluarga memanfaatkan waktu libur akhir pekan menonton film anyar semesta Marvel terbaru: Doctor Strange in The Multiverse of Madness (selanjutnya saya sebut Doctor Strange 2)  di ...
Posting Terkait
FILM “PLANES” : SEMANGAT KEBANGKITAN SANG PESAWAT “PECUNDANG”
ari Minggu (8/9) silam, saya bersama istri dan anak-anak menonton film "Planes" di XXI Mal Lippo Cikarang. Rizky dan Alya, kedua anak saya memang "mengincar" film ini sejak melihat Trailer-nya ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU “ARUS DERAS” : SENARAI KISAH TENTANG MISTERI CINTA DAN HIDUP YANG TAK MUDAH
Judul Buku : Kumpulan Cerpen “Arus Deras” Karya : Agnes Majestika, Ana Mustamin, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie Jumlah halaman : 172 halaman Penerbit : Kosa Kata Kita, 2017 ISBN : 978-602-6447-16-6 KETIKA buku ini tiba ...
Posting Terkait
FILM SPIDERMAN NO WAY HOME: TANTANGAN MULTIVERSE DAN KONFLIK BATIN SANG SUPERHERO
Film Spiderman:No Way Home yang tengah ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia saat ini menjadi film yang ditunggu-tunggu banyak penggemarnya. Tidak hanya karena soal kontraversi kehebohan ketika MCU induk film manusia laba-laba ...
Posting Terkait
FILM SURGA MENANTI : TENTANG SEMANGAT TAUHID & OPTIMISME MENATAP MASA DEPAN
ilm "Surga Menanti" saya tonton bersama keluarga dua pekan silam di Cinemaxxtheatre Orange County Cikarang. Sebuah film yang sudah kami sekeluarga tunggu setelah melihat promosi trailernya di salah satu kanal ...
Posting Terkait
Ketika Kebenaran Lebih Mahal dari Popularitas: Refleksi Film “Wicked: For Good”
Ada momen dalam hidup ketika kita menyadari bahwa pertemanan yang paling berarti justru datang dari orang yang paling berbeda dari diri kita. Dalam kegelapan bioskop, ketika layar menyala menampilkan bagian ...
Posting Terkait
THE FATE OF FURIOUS (FF8) : KEJUTAN MENEGANGKAN DAN SPEKTAKULER
Seru. Megah, Luar Biasa. Setidaknya 3 kata itulah yang mewakili perasaan saya seusai menonton film ini di Studio 5 Bioskop Cinemaxx Orange County, Sabtu sore (15/4) bersama putra sulung saya, Rizky. ...
Posting Terkait
Resensi Film “Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung” : Cinta Terlarang di Bawah Bayang-Bayang Hantu
Sinema Indonesia kembali membuktikan kehebatannya dalam mengolah cerita rakyat menjadi hiburan modern yang menawan melalui "Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung", sebuah karya komedi horor yang disutradarai Herwin ...
Posting Terkait
Film “Materialists” : Dilema Hati sang Mak Comblang Profesional
alam lanskap sinematik yang terus berubah, Celine Song sekali lagi membuktikan keahliannya dalam mengurai benang kusut hubungan manusia melalui “Materialists”, sebuah karya yang memadukan kecerdasan naratif dengan kedalaman emosional. Setelah sukses ...
Posting Terkait
FILM “AMBILKAN BULAN”: MENGABADIKAN KENANGAN LAGU MASA KECIL
ejak pertama kali iklan film "Ambilkan Bulan" tayang di televisi, kedua anak saya, Rizky dan Alya sudah mematok tanggal kapan waktu menontonnya (film ini ditayangkan perdana di bioskop Indonesia, tanggal ...
Posting Terkait
PETUALANGAN SERU WARTAWAN PEMBURU MUMI
nilah aksi “Tomb Rider” ala Perancis di awal abad 20-an! Demikian kesan saya seusai menonton “The Extraordinary Adventures of Adèle Blanc-Sec” (selanjutnya disingkat menjadi “Adèle”) akhir pekan lalu. Film ini diadaptasi ...
Posting Terkait
Membedah Kesempurnaan Visual dan Emosional Film Fantastic Four: First Steps
etelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam adaptasi layar lebar, Keluarga Pertama Marvel akhirnya menemukan kembali kehormatan mereka melalui "The Fantastic Four: First Steps" yang disutradarai oleh Matt Shakman. Film ini ...
Posting Terkait
KABAR TAK BIASA, TAPI LUAR BIASA, ALA ORANG BIASA
Judul Buku : Makassar Di Panyingkul (Pilihan Kabar Orang Biasa 2006-2007) Pengantar : Nirwan Ahmad Arsuka Penerbit : Panyingkul, Cetakan Pertama, Juli 2007 Penyunting : Lily Yulianti Farid dan Farid Ma'ruf Ibrahim Halaman : ...
Posting Terkait
Film “Stolen Girl” : Ketika Cinta Seorang Ibu Menembus Batas Negara dan Waktu
da luka yang tak pernah sembuh dalam hati seorang ibu. Luka yang terus berdarah setiap detik, setiap menit, setiap tahun ketika sang buah hati hilang dari pelukan. Film "Stolen Girl" (2025) ...
Posting Terkait
FILM MONSTER UNIVERSITY : TENTANG KEPERCAYAAN DIRI, KEJUJURAN & SIKAP PANTANG MENYERAH
inggu sore (23/6) setelah check-out dari Hotel Ibis Tamarin, kami sekeluarga menikmati film Monster University di Plaza Semanggi. Film ini memang sudah lama "diincar" oleh kedua anak saya, Rizky ...
Posting Terkait
FILM “SUPER DIDI” : ROMANTIKA SANG “PAPI SITTER”
FILM DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS:
FILM “PLANES” : SEMANGAT KEBANGKITAN SANG PESAWAT “PECUNDANG”
RESENSI BUKU “ARUS DERAS” : SENARAI KISAH TENTANG
FILM SPIDERMAN NO WAY HOME: TANTANGAN MULTIVERSE DAN
FILM SURGA MENANTI : TENTANG SEMANGAT TAUHID &
Ketika Kebenaran Lebih Mahal dari Popularitas: Refleksi Film
THE FATE OF FURIOUS (FF8) : KEJUTAN MENEGANGKAN
Resensi Film “Kang Solah from Kang Mak x
Film “Materialists” : Dilema Hati sang Mak Comblang
FILM “AMBILKAN BULAN”: MENGABADIKAN KENANGAN LAGU MASA KECIL
PETUALANGAN SERU WARTAWAN PEMBURU MUMI
Membedah Kesempurnaan Visual dan Emosional Film Fantastic Four:
KABAR TAK BIASA, TAPI LUAR BIASA, ALA ORANG
Film “Stolen Girl” : Ketika Cinta Seorang Ibu
FILM MONSTER UNIVERSITY : TENTANG KEPERCAYAAN DIRI, KEJUJURAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *