PENGALAMAN MENGIKUTI INTERMEDIATE FIRST AID TRAINING DI MEDIC-ONE
Kami tiba tepat waktu, pukul 08.00 dan disambut ramah oleh 2 instruktur Medic-One yang akan mengajar kami yakni Mas Vani Purbayu dan Mas Yusdi Firmansyah. Sebelum acara dimulai kami diminta menggunakan seragam kaos First Aider ala Medic-One yang berwarna merah menyala. Setelah berganti kostum, kami diminta mengisi kuisioner yang menguji sejauh mana pengetahuan kami tentang pertolongan pertama. Saya sendiri baru kali ini mengikuti pelatihan First Aid dan setelah mengikuti pelatihan ini, kami berenam akan menjadi Tim “First Aider” di kantor.
Medic One yang berlokasi tepat didepan kantor walikota Jakarta Selatan ini merupakan salah satu provider jasa respon darurat medis di Indonesia yang sudah terakreditrasi oleh Australasian Registry of Emergency Medical Technicians (AREMT) dan merupakan anggota dari Association of Public Safety Communication Officers (APCO)– 2 nama yang cukup dikenal sebagai penyedia layanan darurat medis kelas dunia. Mereka tak hanya menyediakan layanan tanggap darurat medis, namun juga pelatihan dan konsultasi.
Selama 2 hari dari jam 08.00-16.00 kami dilatih oleh mas Vani dan mas Yusdi dengan materi-materi mulai dari aplikasi CPR, penggunaan alat AED, penanganan kondisi-kondisi darurat seperti tersedak, luka, hingga evakuasi korban. Materi yang disajikan secara santai tapi serius. Porsi praktek jauh lebih banyak agar kami bisa langsung mengaplikasikannya di lapangan bila sewaktu-waktu kejadian darurat terjadi.
Saya sendiri merasakan begitu banyak pengetahuan yang saya peroleh melalui pelatihan ini terutama dalam soal penanganan gawat darurat medis yang memerlukan tindakan cepat, tepat dan efisien. Dengan penyajian yang interaktif dan tidak membosankan, mas Vani dan mas Yusdi yang memang adalah paramedis profesional mengajarkan kami bagaimana cara penanganan kondisi gawat darurat dengan baik. Yang paling berkesan buat saya adalah bagaimana melakukan evakuasi korban dari kendaraan yang mengalami kecelakaan. Ternyata, sungguh tak mudah. Berbagai faktor mesti diperhitungkan untuk meminimalisir efek yang mungkin terjadi.
Pada hari kedua kami mengikuti ujian kompetensi. Alhamdulillah, saya berhasil mendapatkan peringkat kedua dalam pelatihan ini. Semoga apa yang saya peroleh dalam “Intermediate First Aid Training” ini menjadi rujukan berharga dalam menghadapi situasi-situasi darurat medis yang mungkin terjadi tak hanya disekitar kantor, lingkungan masyarakat maupun di keluarga sendiri.




Terima kasih pak…mudah-mudahan semua yang di dapat bisa aplikasikan..