PENGAJIAN “3 IN 1″ : KOMUNIKASI, PILAR KOKOH DALAM RUMAH TANGGA

Posted 11 Apr 2012 — by
Category Kisahku

Selasa malam (10/4), kami sekeluarga menyelenggarakan pengajian “3 in 1″ di rumah yang merupakan gabungan dari 3 hajatan yakni : Syukuran Ulang Tahun Perkawinan ke-13 (10 April) , Ulang Tahun saya ke 42 (9 April) dan Selamatan Khitanan putra sulung saya, Muh.Rizky Aulia Gobel (6 April). Acara ini sudah kami rencanakan sebulan sebelumnya, jadi meski sedang sakit mata parah, saya menetapkan hati untuk melaksanakan ikhtiar ini.

Dengan dibantu ibu dan adik perempuan saya dari Makassar (tiba kemarin), istri tercinta mempersiapkan konsumsi acara yang rencananya akan dimulai seusai sholat Isya (pukul 19.30). Ustadz Widodo yang akan membawakan Tausyiah lebih dahulu tiba menyusul kemudian jamaah pengajian lainnya.yang antara lain terdiri dari Jamaah Mushola Al Ishlah dibelakang rumah, tetangga-tetangga terdekat dan beberapa anggota milis Cikarang Baru (total 40 orang hadir dalam pengajian ini)

Setelah saya menyampaikan kata sambutan, dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Pak Ade, Walikelas Alya di SDIT An-Nur. Lantunan suara Pak Ade sangat indah dan merdu. Kami semua terpukau. Setelah itu giliran ustad Widodo menyampaikan tausyiah yang pada intinya membahas hal yang terkait ikhtiar hajatan kami.

Ustad Widodo dengan gaya bertutur yang lancar dan humoris, mengungkapkan betapa komunikasi menjadi salah satu pilar utama keutuhan rumah tangga. Beliau menyatakan bahwa komunikasi khususnya antara suami dan isteri dengan jujur dan penuh keterbukaan dalam ikatan pernikahan memberikan efek yang sangat bermanfaat bagi kelanggengan serta keharmonisan hubungan. Rasullullah SAW memberikan contoh terbaik bagaimana beliau membangun komunikasi konstruktif dalam rumah tangga.

“Cobalah sekali-kali bapak-bapak yang hadir disini ajak istrinya jalan-jalan berdua, misalnya makan bersama disebuah restoran lalu bercakap tentang banyak hal. Kadangkala komunikasi lewat suasana ini jauh lebih efektif daripada ngobrol di tempat tidur yang rawan ngantuk dan rawan “hal-hal lainnya”, ujar ustad Widodo berkelakar sambil memberi contoh yang disambut tawa hadirin. “Tidak hanya kepada pasangan menikah, komunikasi yang akrab juga hendaknya dibangun bersama anak-anak. Cobalah pahami dan mengerti apa kebutuhan mereka kemudian diskusikan hingga mendapat solusi terbaik. Niscaya bila ini dilakukan, rumah kita akan selalu menjadi surga terindah untuk keluarga,”tambah beliau sambil tersenyum.

Mengenai soal khitan, Pak Ustad Widodo mengungkapkan esensinya adalah Pengorbanan. “Khitan merupakan kewajiban untuk lelaki muslim, rasa sakit yang dialami oleh ananda Rizky saat sunat merupakan refleksi pengorbanannya guna mentaati ketentuan agama secara konsisten. Sejak usia dini, selayaknya sudah diberikan dasar-dasar kuat dalam hal pemahaman akhlak dan agama yang kokoh dan prosesi khitan merupakan salah satu sarana tersebut.

Acara pengajian berlangsung hingga pukul 20.30 WIB. Teman-teman dari milis Cikarang Baru dan Cikarang Baru Cycling masih tinggal dan bercakap-cakap penuh keakraban di teras garasi rumah saya.  Nampak ada Pak Afrizal (saudagar pemilik Butik Busana Muslim “Poeti” Cikarang), Pak Ceppi Prihadi, Pak Hardono Umardhani, Pak Andi Pahlevi, Pak Orba Wibowo, Pak Tedjo, Pak Ambar, Pak Sonny, Pak Wawan, Pak Imam, Pak Faisal, dll asyik berbincang sambil menikmati sajian kue-kue.

Semoga acara pengajian yang kami laksanakan ini membawa manfaat dan berkah untuk kami semua.

  

2 Comments

  1. Terima kasih sdh berbagi informasi nasehat dari Pak Ustad Widodo bagus sekali.

    salam
    Omjay

    Reply
  2. agamis, mantap… :)

    Reply

1 Trackbacks/Pingbacks

  1. MERIAH, ACARA TASYAKURAN KHITANAN RIZKY / Catatan Dari Hati 18 04 12

Add Your Comment