PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
Bagai harum hutan pinus di sisi bukit atau
wangi melati di pekarangan
Aroma cinta yang kau taburkan
melayang lembut dengan konfigurasi warna-warni
pada lanskap kesunyian yang terhampar sepanjang perjalanan
pada atmosfir lara yang telah kita hirup dengan nafas tersengal
juga di sepanjang selasar kenangan dimana luka itu kita tinggalkan disana
“Melepasmu,” tuturmu dengan mata basah, “laksana mencabut cengkraman kuat akar sebatang pohon kecil dari tanah”
Menghentak.Ā Memilukan. Menyakitkan.
Dan pada lengkung bianglala yang membentang di horison langit
hingga ujung batas cakrawala
Aku akan meniti garis edar pesonamu yang tak jua pudar
sembari menggenggam perih dan sesak rindu sekaligus
serta harapan yang luruh sia-sia
juga keheningan yang mencekam disudut hati
Garis pesona .. yang terus merona..
Sepertinya membayangkan sudah seperti biduk tertambat dermaga..
Kadang melepaskan sesuaitu itu juga tanda betapa besar arti akan sesuatu/sesorang..
Semoga kelak dimudahkan meniti jalan menuju Roma.. š
mantaaap…kawan
Ditinggal seseorang yang terkasih itu memang susah,Tapi kita harus berusaha ikhlas dan tegar pasti ada yang etrbaik dibalik semua masalah yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya.