Flash Fiction: Koper Hijau
Di sudut kamar, ada koper tua berwarna hijau lumut. Lapuk di bagian resleting, berdebu di pegangannya. Sudah bertahun-tahun tak disentuh, tapi tetap tak dibuang. Itu koper milik Dara. Ia mengemasnya […]
» Read moreMeretas Harapan, Merawat Kewarasan
Di sudut kamar, ada koper tua berwarna hijau lumut. Lapuk di bagian resleting, berdebu di pegangannya. Sudah bertahun-tahun tak disentuh, tapi tetap tak dibuang. Itu koper milik Dara. Ia mengemasnya […]
» Read morePerkembangan zaman saat ini begitu luar biasa. Termasuk teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence/AI). Sudah lama saya berharap bisa mentransformasikan puisi-puisi yang pernah saya buat menjadi lagu dengan melodi yang indah. […]
» Read moreRestoran itu masih sama. Dinding bata merah, lampu gantung kuning redup, dan pelayan tua yang hafal pesanannya—nasi goreng pedas tanpa kecap. Tapi ada yang tak lagi sama: kursi sebelah kanan […]
» Read moreIstriku sayang, Kita telah mengayuh biduk ini, melewati hujan badai dan terjangan ganas ombak samudera dengan tegar selama seperempat abad lamanya Kita paham, bahwa kehidupan yang kita lalui tak selalu […]
» Read moreMereka pernah berjanji: tak ada kebohongan, tak ada rahasia. Tapi malam itu, saat Kay mendapati pesan masuk di ponsel Rendra—”Aku rindu. Kapan kita bertemu lagi?”—semua janji runtuh seperti kartu domino. […]
» Read morePercakapan Telepon itu masih terngiang jelas ditelinganya. “Menyingkirlah, jika anda tak mau Kerjasama. Saya sudah berikan anda pilihan, silahkan pergi dan jangan ungkapkan apapun, atau ikut dengan apa yang kami […]
» Read moreSebagai Perusahaan BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia, PT Nindya Karya memiliki komitmen yang kuat untuk menyokong pengembangan pembangunan berkelanjutan melalui resolusi bisnis “Lean and Green” sebagaimana digaungkan dalam Rapat Kerja […]
» Read more