Catatan Dari Hati

AMPROKAN BLOGGER 2010, AJANG TEMU BLOGGER DI BEKASI

amprokan-blogger-medium-copy1-300x2251Sebuah ajang pertemuan blogger akan digelar di Bekasi, tanggal 6-7 Maret 2010.

Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Bekasi atau Be-Blog dinamakan “Amprokan Blogger” (dalam bahasa Bekasi berarti “pertemuan”) dilaksanakan sebagai rangkaian Ulang Tahun Ke-13 Kota Bekasi yang jatuh pada tanggal 10 Maret 2010 nanti. Dalam dua hari akan dilaksanakan sejumlah kegiatan yang akan melibatkan tidak hanya blogger setempat namun juga perwakilan komunitas blogger seluruh Indonesia, simpatisan masyarakat umum dan juga pelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan kota Bekasi yang akan dikoordinir oleh Komunitas TDA (Tangan Di Atas) Bekasi.

Menurut Ketua Panitia acara Amprokan Blogger 2010 , Aris Heru Utomo, “Amprokan, dari kata dasar amprok yang berarti pertemuan, merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk mengakrabkan hubungan antar sesama blogger Bekasi ataupun dengan blogger dari komunitas lain, mengenalkan keunikan dan potensi Bekasi serta mensosialisasikan kegiatan ngeblog ke masyarakat”.

Pak Aris yang juga adalah Ketua Komunitas Blogger Bekasi menambahkan, “Amprokan Blogger 2010 diselenggarakan sejalan dengan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Bekasi yang jatuh pada tanggal 10 Maret 2010 bertema “Dengan Amprokan Blogger Kita Gemakan Bekasi Yang Lebih Hijau, Cerdas, Sehat dan Ihsan”. Kegiatan dilakukan dalam 2 hari tersebut disajikan dalam bentuk anjangsana (kunjungan ke lokasi TPA Bantargebang, Gedung Juang Bekasi, Pesantren At Takwa dan wisata kuliner), sarasehan, lomba live blogging, penyerahan hadiah tulis dan foto blog, dan seminar/talkshow.  Kehadiran blogger tamu dari luar Bekasi memperlihatkan apresiasi yang baik dan eratnya jejaring (networking) Be-Blog.”

Dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi, khususnya melalui Bapak Walikota Bekasi  H.Muchtar Muhammad–yang kebetulan juga seorang blogger–memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kesuksesan acara ini. Salah satu contohnya adalah pada saat peluncuran Komunitas yang baru berusia 3 bulan ini pada tanggal 17 Oktober 2009, Pak Muchtar spontan menyiapkan dana hadiah bagi Lomba Penulisan Blog dan Foto bertema “Aku Cinta Bekasi” sejumlah total Rp 45 juta. Rencananya hadiah untuk seluruh Juara kedua lomba ini akan diserahkan secara resmi oleh Pak Muchtar dalam sebuah upacara di Balaikota Bekasi tepat pada saat Ulang Tahun Kota Bekasi tanggal 10 Maret 2010.

Untuk even Amprokan Blogger 2010 nanti, pihak Pemerintah Kota tidak hanya mendukung secara finansial namun juga non finansial dalam spirit sebuah kerjasama konstruktif yang saling menguntungkan. Tidak hanya itu, Telkom Bekasi, yang pada bulan Desember lalu telah menandatangani Piagam Kerjasama dengan Komunitas Blogger Bekasi juga akan menyiapkan sarana dan infrastruktur memadai untuk mendukung kegiatan ini

Eko Sutrisno HP Wakil Ketua Komunitas Blogger Bekasi yang akrab dipanggil Eko Eshape ini menyatakan pada ajang “Live Blogging Competition” Amprokan Blogger 2010 ada hal monumental yang akan dilaksanakan.”Kita akan berusaha untuk membuat rekor MURI berupa posting lebih dari 500 tulisan dalam 10 jam atau kurang dari 24 jam melalui ajang ini dengan tema spesifik mengenai Bekasi,” ujar Pak Eko antusias.

Selamat dan Sukses untuk Komunitas Blogger Bekasi yang akan melaksanakan acara Amprokan Blogger 2010 !

Keterangan lebih lanjut mengenai acara ini, silahkan mampir di situs resminya 

Related Posts
Indonesia di Persimpangan: Antara Kemarahan Rakyat dan Kearifan Kepemimpinan
“Riots are the language of the unheard.” — Martin Luther King Jr. ua hari yang mencengangkan telah berlalu. Indonesia baru saja melewati periode yang menguji ketahanan demokrasi kita, ketika tragedi meninggalnya ...
Posting Terkait
Menakar Daya Saing Industri Konstruksi Indonesia di Kancah Global dalam Perspektif Pengelolaan Rantai Pasok dan Efisiensi Anggaran
Industri konstruksi Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan dalam upayanya meraih posisi kompetitif di panggung global. Sebagai sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional, industri konstruksi tidak hanya berperan sebagai penggerak ...
Posting Terkait
Layar yang Retak, Jiwa yang Mencari: Refleksi Kesehatan Mental dan Media Sosial 2025
Saat kita berdiri di penghujung tahun 2025, sebuah paradoks menghantui dunia kita. Kita lebih terhubung daripada sebelumnya, namun lebih banyak yang merasa sendirian. Kita memiliki akses ke informasi tak terbatas, namun ...
Posting Terkait
Dari Tepian Sungai Kuantan ke Layar Global: Viral Pacu Jalur Mengubah Wajah Diplomasi Budaya Indonesia
i era digital yang serba cepat ini, fenomena viral seringkali datang dari hal-hal yang tak terduga. Siapa sangka, tradisi mendayung perahu berusia 700 tahun dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mampu ...
Posting Terkait
Perempuan Tangguh di Balik Beton dan Baja: Refleksi Hari Ibu tentang Kesetaraan dalam Konstruksi Indonesia
Ketika fajar menyingsing di Jakarta pada pukul empat pagi, Sari, bukan nama sebenarnya, sudah bangun meninggalkan kehangatan kamar kontrakannya. Di ruang sempit berukuran tiga kali empat meter itu, dua anaknya ...
Posting Terkait
Fenomena #KaburAjaDulu dan “Brain Drain”: Ancaman Krisis Intelektual dan Profesional Indonesia?
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah #KaburAjaDulu semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di antara para profesional muda dan kalangan akademik. Istilah ini merepresentasikan kecenderungan untuk meninggalkan tanah air, baik ...
Posting Terkait
SCM Nindya Karya Gelar Employee Gathering di Sukabumi, Pererat Kebersamaan dan Kolaborasi
Dalam rangka mempererat kebersamaan dan meningkatkan kolaborasi antar karyawan, Divisi Supply Chain Management (SCM) PT Nindya Karya menggelar kegiatan employee gathering di Sukasantai Farmstay, Sukabumi. Acara yang berlangsung selama dua hari ...
Posting Terkait
Ketika Algoritma Mencuri Mimpi: Gen Z di Persimpangan Kecerdasan Buatan dan Kehancuran Janji Kesejahteraan
"Kami berada di ambang revolusi teknologi yang akan mengubah secara mendasar cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Dalam skala, cakupan, dan kompleksitasnya, transformasi ini tidak seperti apapun ...
Posting Terkait
Rupiah Tanpa Rupa: Ketika Uang Kertas Kehilangan Rumahnya Sendiri
"The future is already here — it's just not evenly distributed." — William Gibson Di sebuah gerai Roti O, seorang nenek berdiri bingung, memegang selembar uang kertas di tangannya. Pegawai toko ...
Posting Terkait
Menafsir dan Memaknai Pidato Presiden Prabowo dalam Perspektif Industri Konstruksi
idato Presiden Republik Indonesia dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI pada 15 Agustus 2025 memberi kita gambaran besar tentang arah bangsa di usia 80 tahun kemerdekaan. Dari perspektif ...
Posting Terkait
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
Masih lekat rasanya dalam ingatan saya ketika saya menghadiri Pesta Blogger Pertama, 27 Oktober 2007 di Blitz Megaplex. Saya menjadi saksi dari sebuah sejarah pencanangan hari blogger nasional oleh ...
Posting Terkait
Skandal Epstein dan Bayangan Gelap yang Mengintai Anak-Anak Indonesia
"Kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut cenderung korup secara absolut." Kata-kata Lord Acton ini terasa menusuk ketika kita membuka kembali lembaran kasus Jeffrey Epstein, sang miliarder yang mengubah kekayaannya menjadi ...
Posting Terkait
Ketika Krisis Menghantam: Strategi Cerdas Mengoptimalkan Pengadaan Konstruksi EPC di Era Ketidakpastian Ekonomi Global
Pengadaan konstruksi dalam proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) merupakan aspek krusial yang menentukan keberhasilan sebuah proyek infrastruktur maupun industri. Namun, dalam kondisi krisis ekonomi global yang tengah berlangsung, pengadaan ...
Posting Terkait
CARMUDI DAN SOLUSI JUAL BELI KENDARAAN ONLINE
“eli kendaraan itu, seperti mencari jodoh,” demikian ungkap kawan saya suatu ketika. Ia lalu menambahkan bahwa tidak hanya sekedar soal “kecocokan” dari sisi teknis maupun estetis, tapi juga ada unsur ...
Posting Terkait
Gelisah di Tengah Arus: Kelas Menengah Digital dan Ketakutan Kehilangan Relevansi
Di suatu pagi yang cerah, seorang perempuan paruh baya duduk di sudut kedai kopi sambil menatap layar ponselnya dengan resah. Jemarinya bergerak cepat, menggeser satu demi satu unggahan di media ...
Posting Terkait
Cermin yang Berbohong: Krisis Body Dysmorphia di Balik Filter Media Sosial
"Saya mengidap body dysmorphia. Saya tidak pernah melihat diri saya seperti orang lain melihat saya. Tidak pernah ada titik dalam hidup saya di mana saya mencintai tubuh saya," ungkap Megan ...
Posting Terkait
Indonesia di Persimpangan: Antara Kemarahan Rakyat dan Kearifan
Menakar Daya Saing Industri Konstruksi Indonesia di Kancah
Layar yang Retak, Jiwa yang Mencari: Refleksi Kesehatan
Dari Tepian Sungai Kuantan ke Layar Global: Viral
Perempuan Tangguh di Balik Beton dan Baja: Refleksi
Fenomena #KaburAjaDulu dan “Brain Drain”: Ancaman Krisis Intelektual
SCM Nindya Karya Gelar Employee Gathering di Sukabumi,
Ketika Algoritma Mencuri Mimpi: Gen Z di Persimpangan
Rupiah Tanpa Rupa: Ketika Uang Kertas Kehilangan Rumahnya
Menafsir dan Memaknai Pidato Presiden Prabowo dalam Perspektif
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
Skandal Epstein dan Bayangan Gelap yang Mengintai Anak-Anak
Ketika Krisis Menghantam: Strategi Cerdas Mengoptimalkan Pengadaan Konstruksi
CARMUDI DAN SOLUSI JUAL BELI KENDARAAN ONLINE
Gelisah di Tengah Arus: Kelas Menengah Digital dan
Cermin yang Berbohong: Krisis Body Dysmorphia di Balik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *