JADI KHATIB KULTUM TARAWIH LAGI..
Beruntunglah, di era internet seperti ini, saya bisa dengan mudah memperoleh bahan yang akan sampaikan dalam Kultum. Dengan tekun saya merangkumnya satu persatu menjadi materi dakwah singkat yang akan disampaikan kelak. Dengan penuh rasa ingin tahu, kedua anak saya, Alya dan Rizky memperhatikan apa yang saya kerjakan didepan komputer.
“Jangan diganggu ya Papa kalian, lagi sibuk. Sebentar malam mau jadi ustadz,” kata istri saya memperingatkan kedua buah hati saya itu.
“Wahh..kereen, Papa jadi ustadz nih”, kata Alya sambil mengacungkan jempolnya
“Gak cocok!. Papa gak cocok jadi ustadz,” tukas Rizky sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Lho kenapa nak?”, tanya istri saya.
“Tidak ada jenggotnya!, kalau ustadz, mesti ada jenggotnya, baru cocok!”, sahut Rizky kemudian disambut derai tawa kami semua.
Pukul 19.15, kami sekeluarga sudah siap-siap berangkat ke Mushalla Al Ishlah yang berjarak hanya 100 meter dari rumah. Jantung saya berdegup kencang, terlebih sesaat sesudah kami menunaikan ibadah sholat Isya dan pembawa acara Mushalla, Pak Yuliusman, memanggil saya untuk naik mimbar. Si sulung Rizky sudah siap-siap mengambil gambar saya dengan kamera dari blackberry Bold. Sekilas saya melihatnya tersenyum dan mengacungkan jempol. Di hadapan sekitar 100-an jamaah yang hadir malam itu, saya pun memulai khutbah dengan penuh percaya diri. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.
Buat saya, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dan merupakan bagian dari komitmen pribadi saya untuk berbagi serta mengisi hari-hari Ramadhan yang saya lalui dengan kegiatan yang bermanfaat dan membawa inspirasi, bagi siapa saja. Semoga ikhtiar mulia ini diberkahi oleh Allah SWT.. Aamiin..

Masya Allah …
moga menjdi amal ibdah gan..
dan maksh infonya dari blog agan
Semoga blog ini tetap eksis dan menjadi blog yang terbaik dalam memberikan informasi
Salam kualitas dari saya gan..