PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
Adakah kerlip bintang di langit
dan spektrum cahayanya yang berkilau
menerangi jernih bola matamu
adalah tanda
harapan masih terbersit disana?
Setelah luka kehilangan itu perlahan pudar jejaknya
dan kita kembali mengais-ngais remah-remah kenangan
yang tersisa
lalu menyatukannya kembali di kanvas hati
“Rindu selalu bisa melenyapkan jarak, juga pilu,” katamu pelan
Kita lantas merayakan kesempatan itu
dengan menatap langit malam bersama
mengamati setiap pijar noktah bintang
yang pendarnya membasuh lembut perih batin
dari dua tempat yang berbeda
hingga rintih ratap
lenyap mengendap
Pada akhirnya, memang,
kita tak bisa memutar waktu kembali
pada titik dimana kita menginginkannya
dan ketika bentang jarak antara kita
kian jauh menggapai cakrawala
kuhayati setiap pancaran bening nuansamu
bagai mendekapmu erat
dalam mimpi yang tak berkesudahan
^_____^b
tapi bacanya saya sedih, Daeng…
mungkin ingat pengalaman pribadi…
#ehcurhat