PUISI : JIKA SUATU KETIKA KITA TAK BERSAMA LAGI

5 Comments
Posted 06 Feb 2010 in Puisi

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kau mengenang
segala kisah tentang kita
yang telah terpahat rapi di rangka langit
bersama segenap noktah-noktah peristiwa
juga canda dan pertengkaran-pertengkaran kecil
yang mewarnai seluruh perjalanan kita
Dalam Lengang, Tanpa Kata

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kau tetap menyimpan
setiap denyut nadi yang berdetak
dan degup cepat debar jantung
saat mataku memaku matamu
disela derai gerimis menyapu beranda
kala kita pertama bertemu di temaram senja
Dalam Sepi, Tanpa Suara

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita meletakkan segala perih itu
disini, pada titik dimana kita akan berbalik
dan menyimpan senyum dibelakang punggung masing-masing
lalu membiarkan waktu menggelindingkannya
hingga batas cakrawala
bersama sesak rindu tertahan didada
Dalam Diam, Tanpa Airmata

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin cinta itu tetap tersimpan rapi
pada larik bianglala, pada hujan, pada deru kereta,
pada embun di rerumputan, pada pucuk pepohonan
sembari memetik mimpi yang telah kita sematkan disana
lalu mendekapnya perlahan
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita akan tetap saling menyapa
lalu merajut angan kembali
seraya meniti ulang segala jejak yang sudah kita tinggalkan
lantas menyadari bahwa menjadi tua adalah niscaya
dan untuk itu kita tak perlu ambil peduli
karena kita tahu

Dalam Lengang, Tanpa Kata
Dalam Sepi, Tanpa Suara
Dalam Diam, Tanpa Airmata
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya

Ada Bahagia
Untuk Kita
Hanya Kita…

Cikarang, after midnight, 050210

Sumber Foto Repost from YahooMim


5 Comments

  1. Keren puisinya… kata2nya… merinding hehehe :) TOP!

  2. what a nice poem ^_^

  3. Wow ! keren banget pak :)

  4. Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
    Aku ingin saat itu adalah suatu saat;
    Dimana tubuhku telah terbujur kaku
    Dan bukan suatu saat;
    Dimana aku masih bisa bersuara
    Atau kamu masih bisa bersenandung;
    Karena saat itu aku masih ingin kita tetap bersama…

    (hehehe…sori bukan mau ngerusak puisinya pak Amril …)

  5. dhiajeng

    bagusssssssssss banget. tp bikin sedih.



Add Your Comment