PUISI-PUISI ITU TELAH TEREKAM ABADI DALAM E-BOOK

Posted 24 Jul 2010 — by
Category Kisahku

Puisi-Puisi Cinta yang pernah saya tayangkan di blog ini, akhirnya bisa anda semua nikmati dan koleksi secara pribadi baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy. Kompilasi puisi cinta ini berbentuk e-book.  Gratis. Tak perlu bayar untuk memperolehnya. Anda hanya perlu register di Evolitera, sebuah situs yang menyediakan sarana publikasi ebook gratis dan setelah itu, silahkan mengunduh file PDF buku ini. Bebas. Sepuasnya. Silahkan ke link e-booknya.

Ini adalah karya saya yang kedua yang saya e-book-kan lewat Evolitera. Minggu lalu, Kumpulan Cerpen dan Flash Fiction saya juga sudah ditayangkan di Evolitera.

Kumpulan Puisi Cinta ini merupakan kompilasi karya-karya puisi saya sejak masih mahasiswa hingga sekarang. Saya sendiri memang gemar menulis puisi sebagai bentuk ekspresi jiwa yang dituangkan dalam rangkaian kalimat-kalimat indah dan bermakna sebagai “wakil” atas perasaan, sebagai representasi kegembiraan, kerinduan, kegundahan, keresahan atas sesuatu yang bernama cinta.

Bagi saya, menulis puisi adalah sebuah upaya untuk “pergi” sejenak dari rutinitas hidup, merenungi makna kehidupan dan segala pernak-perniknya yang terkadang kerap kita tak mengerti. Saya akan mengarungi samudra kata-kata, menikmati makna yang tersirat dibaliknya, sepenuh hati dan meresapinya ke relung-relung diri paling dalam. Sesuatu yang kemudian membuat diri saya lebih nyaman, lebih percaya diri dan lebih memahami arti kehadiran dalam kehidupan.

Beberapa diantara puisi cinta ini dimuat di media cetak dan ada juga ditayangkan di Novel karya Syafrina Siregar berjudul “ISTRI KONTRAK” (Grasindo, 2007) yang merupakan semacam “pengantar” cerita dari tiap bab. Diantara beberapa puisi yang saya buat disini, saya juga “menyelipkan”-nya di sejumlah kisah-kisah Narsis atau Narasi Romantis di blog saya dan rencananya akan saya ajukan juga ke penerbit untuk dibukukan.

Ada yang sempat bertanya, kenapa harus e-book? Gratis lagi. Kenapa tidak ajukan saja ke penerbit untuk mencetaknya dan saya mungkin akan dapat keuntungan finansial dari situ lewat royalti setiap buku yang terjual?. Apakah tidak takut pada ancaman plagiarisme atau pembajakan karya?

Saya tiba-tiba teringat pesan ayah saya tercinta dalam sebuah surat ketika saya pertama kali merantau ke Jakarta tahun 1995.  ”Selalulah bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT sang Maha Pencipta atas segala nikmat yang telah kamu peroleh, sekecil apapun dan dengan cara apapun. Insya Allah, hidupmu akan berkah dan senantiasa bahagia”, demikian tulis ayah saya dalam suratnya yang saya baca dengan dada bergemuruh diatas geladak Kapal KM Kambuna yang membawa saya ke Jakarta.

Inilah salah satu cara saya berterimakasih dan bersyukur atas segala nikmat kebaikan, kesehatan, rezeki, rahmat, kepopuleran dan cinta yang sudah dianugerahkan oleh sang Maha Pencipta kepada saya.  Ini juga bisa menjadi momentum ucapan terimakasih tak terhingga dari saya kepada dunia internet, yang telah membuat saya ada, hadir dan berkarya didunia maya. Yang telah membuat saya mendapatkan keuntungan (baik moril maupun materi) dan keajaiban luar biasa termasuk mendapatkan begitu banyak kawan baru hasil interaksi intens di dunia blog selama 6 tahun kiprah saya menjalaninya.

Karya-karya puisi ini sudah lama saya tayangkan di blog, dan saya menganggap ini sudah menjadi milik publik.  Milik anda semua. Saya mengembalikan semuanya kepada Kearifan Khalayak, untuk menjaga dan melindungi karya ini. Saya tetap berbaik sangka dan percaya bahwa masih banyak orang baik di negeri ini, yang menghargai karya orang lain dan tidak memanfaatkan itu untuk kepentingan serta keuntungan sendiri. Dan saya yakin,  itu adalah anda semua.

Mudah-mudahan, apa yang saya persembahkan kepada pembaca ini memberikan manfaat berarti, setidaknya menjadi semacam “katarsis” atau sebuah “ruang lega” dari segenap kesumpekan hidup yang terus mendera. Semoga karya-karya puisi ini menjadi inspirasi bagi anda semua.

Terimakasih saya haturkan kepada Bung Syaifullah atau Daeng Gassing sang Ketua Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri yang telah membantu membuatkan cover ebook yang keren ini, Terimakasih atas segala apresiasi pembaca, Terimakasih untuk menjadi kawan seiring, hadir dan mengalir, menoreh kiprah dan sejarah dalam hidup.

 

14 Comments

  1. sekarang era digital.. lebih simple ya bos

    Reply
    • amriltg

      Yap, betul, lebih simple dan gampang

      Reply
  2. Congratulation mas amril, ajarin omjay bikin puisi dong!

    salam
    Omjay

    Reply
    • amriltg

      Om Jay sebenarnya sudah memiliki kemampuan tersirat lho bikin puisi, dengan rajin menulis kemampuan itu akan terasah. Yang penting fokus dan ikuti kata hati

      Reply
  3. keren mas….
    meangarsipkan sajak-sajak yang tercecer….dalam bentuk ebook….
    sehingga dapat bermanfaat untuk pembaca…..

    Reply
    • amriltg

      Terimakasih Karzanik, iya ini sebuah upaya untuk mengekalkan karya di era digital sekarang

      Reply
  4. waaaaahhh apik tenan sob……………

    http://www.menone.wordpress.com/

    salam kenal………..

    Reply
    • amriltg

      Salam kenal juga Menone, Thanks ya

      Reply
  5. Daeng sangat bijaksana, kearifan yang menyejukkan hati dengan membuat ebook ini dan tidak khawatir dengan plagiarisme. Syukur senantiasa pada Allah, semoga aku pun demikian, amin…makasih daeng…sukses selalu untuk daeng, dunia dan akhirat. amin…:)

    Reply
    • amriltg

      Terimakasih Haerul, amin Insya Allah, semua niat baik kita selalu ada balasan yang sepadan. Thanks atas doanya

      Reply
  6. selamat pak.. sudah ada hasil karyanya.. efisien, paperless. salam :)

    Reply
  7. rinsy

    puisi-puisinya okey banget jd inspirasi juga buatku
    untuk menulis puisi buat seorang
    sahabat dan teman2 yang jauh disana
    yang sudah lama tak jumpa
    bravo terus…..

    salam

    Reply
  8. Waahh makasih berbaginya Mas..

    Reply
  9. waahh..mantap pak…era digital memang bikin kita makin kreatif mengumpulkan ide2 yang berserakan..
    btw, covernya keren..hehehe

    Reply


Add Your Comment