PUISI : PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI RAMADHAN
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini
Kita menyaksikan pantulan cinta tak bertepi dariNya
yang memancar kemilau dari kebeningan permukaan di rerumputan
menyongsong fajar yang muncul malu-malu seusai Subuh
dengan getar pesona merekah hingga ke batas cakrawala
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini
Kita menangis lepas dalam rindu yang luruh perlahan melalui sela-sela tengadah jemari
tunduk tawadhu dalam genggaman kemuliaanNya yang menyejukkan
pada kejernihan setiap bait-bait Dzikir yang lirih kita ucapkan usai Tarawih
juga pada tiap jejak langkah sepanjang perjalanan
Menyebut segenap keagunganMu yang Maha Besar, Ya Allah..Ya Allah
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini
Kita tak akan pernah mempertanyakan lagi, mengapa harga-harga mesti naik,
mengapa kolak pisang yang kita makan disaat berbuka terasa hambar,
mengapa selalu ada perdebatan panjang pada penentuan awal dan akhir puasa,
mengapa artis-artis yang dulunya berpakaian seronok mendadak berpenampilan alim
karena kita lebih memikirkan bagaimana dosa-dosa kita yang lalu mendapat ampunan
dalam rengkuhan kelembutan kasih sayangNya dibulan yang suci
sembari dengan takzim melantunkan ayat-ayat suciNya dengan bibir bergetar
dalam tadarrus panjang di sepertiga malam
dan dengan keyakinan penuh MaghfirahNya akan senantiasa tercurah pada kita,
hamba-hambaNya yang tak pernah henti untuk selalu bersyukur
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini
Kita akan melihat dengan tatap haru, doa-doa kita melesat kilat menuju langit
serupa pijar cahaya berpendar-pendar indah menyilaukan hingga pagi menjelang
dan terik mentari menerangi persada bersama kupu-kupu Taqwa yang lahir
dari kebeningan hati serta lurus niat untuk selalu tunduk
pada perintahMu, Ya Allah..
dan pasrah dalam PelukanMu yang Maha Menenteramkan
selalu…dalam kerinduan yang tak jua sirna
Cikarang, 6 Ramadhan 1433 H
Sumber Foto::

Diksi yg menyentuh mas,… ramadhan selalu menetramkan hati…
Terimakasih atas komentarnya ya mbak Irma
semoga kita bisa memanfaatkan moment ramadhan yang penuh berkah ini. amin
aku minta puisinya ya bang,,,
Maksudnya dikutip? Boleh saja asal sebutkan sumbernya ya?. Kalau diminta ya gak boleh..ini karya saya yang buat..hehehe
hehehe,,,, ok bang,,,
Selamat menunaikan ibadah puasa ya, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Amin…