NOSTALGIA SMA, YANG TAK TERLUPAKAN

Posted 22 May 2012 — by
Category Kisahku

Anda masih menyimpan memori-memori indah saat masih SMA dulu?

Sayangnya, sejumlah foto-foto lama saya –termasuk masa-masa SMA– masih tertinggal di Makassar. Sebenarnya, sudah ada niat di hati saya untuk  memboyong semuanya ke Cikarang lalu mengabadikannya dengan cara melakukan digitalisasi foto tersebut agar lebih praktis disimpan. Sayangnya, belum kesampaian sampai sekarang.

Kegembiraan saya meluap, ketika 2 minggu lalu, sahabat SMA saya, Kusuma Iriansyah mengirimkan via inbox Facebook foto-foto lama saat masih jadi pelajar dan berseragam putih abu-abu itu. Saya sempat terpana melihat sosok saya yang tinggi langsing (baca : ceking menggemaskan :) ) dengan model rambut ala “belah dua” ala Obbie Messakh yang sangat populer di era akhir 80-an. Saya tersenyum-senyum sendiri mengingat masa-masa indah SMA dulu.

Saya masuk SMA tahun 1986, seusai lulus dari SMP Negeri II Maros, sebuah kabupaten yang berjarak 30 km dari kota Makassar . Ketika itu saya langsung mendaftarkan diri di SMA Negeri II Maros yang baru dibuka.  Jaraknya sekitar 3 km dari rumah. Saya menjadi salah siswa angkatan pertama SMA tersebut yang ketika itu masih dalam pengawasan dan “bimbingan” dari SMA Negeri I Maros.  Teman-teman saya di SMAN II kebanyakan adalah teman-teman dari SMPN II dulu yang memang secara geografis letaknya berdekatan. Waktu itu, dibuka 3 kelas untuk kelas I di SMAN II.

Saat kenaikan kelas II, saya dipanggil kepala sekolah. Di ruangan beliau ternyata sudah ada ayah saya yang menyambut dengan senyum. Sempat terbersit kekhawatiran di hati apa gerangan yang terjadi. Karena sepanjang yang saya rasakan tidak pernah melakukan “kenakalan remaja” disana yang mungkin menyebabkan mendapatkan hukuman dari sekolah.

Ternyata apa yang saya khawatirkan tidak benar. Nilai-nilai saya yang bagus dan diatas rata-rata membuat Kepala Sekolah menyarankan saya untuk melanjutkan ke jurusan Fisika di SMA Negeri I Maros. Di jenjang berikutnya, SMA Negeri II tidak membuka jurusan tersebut. “Potensi anak bapak dibidang Fisika dan Matematika, sangat menonjol. Sebaiknya diteruskan ke SMAN 1 Maros saja yang memang membuka jurusan Fisika agar bisa lebih berkembang lagi,” kata Kepala Sekolah kepada ayah saya.

Saya memang senang pelajaran fisika dan matematika, sehingga tanpa berfikir lebih jauh lagi, saya memutuskan untuk setuju masuk ke kelas II Fisika SMAN I Maros. Kepindahan saya ke SMAN I Maros tak urung membangkitkan kesedihan diantara teman-teman sekelas, apalagi sebelumnya saya sempat ditunjuk sebagai Ketua OSIS pertama di SMA tersebut.

Tahun pelajaran baru (1987) saya masuk ke kelas II Fisika SMA Negeri I Maros. Jumlah muridnya ada 30-an orang dan hanya satu-satunya kelas jurusan fisika disana (untuk kelas II). Teman-teman baru menyambut kehadiran saya dengan hangat dan ramah. Saya sangat senang dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru.

maingitarbersamarahman1987-resize.jpg

Salah satu serpih kenangan yang masih lekat dalam ingatan adalah ketika menjadi gitaris dalam ajang Lomba Vokal Grup antar SMA se-Kabupaten Maros, tahun 1988. Sejak SMP, selain hobi membaca dan menulis, saya memang senang bermain gitar. Dan ketika mengetahui potensi tersebut, teman-teman langsung meminta kesediaan saya menjadi pengiring lagu Vokal Grup sekolah kami yang akan berlaga dalam lomba vokal grup antar sekolah dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1988.

Persiapan pun dilakukan. Kami latihan dengan tekun dengan formasi 9 lelaki (2 gitaris) dan 7 perempuan. Beberapa rekan yang sempat saya ingat antara lain : Harun Ahmad, Frans Johan, Faisal, Rusli, Idriani Idrus, Dharmawati, A.Tenri Uleng, Asriani Salam, Agus Marni, Evi Warsiati, Astuti, dll (kok lebih banyak hafal yang perempuannya ya?… :) hehehe) . Kami berlatih secara serius dan bertekad mesti mendapatkan juara pertama.

Saya masih ingat betul, lagu yang kami nyanyikan waktu itu adalah lagu “Lilin-Lilin Kecil” yang dipopulerkan oleh alm.Chrisye. Yang paling heboh adalah pemilihan kostumnya. Ketika itu yang sedang populer adalah Grup Vokal : Trio Libels dan Masnait Grup.  Kami lalu berdiskusi mengenai kostum terbaik yang akan kami pakai. Akhirnya untuk peserta lelaki, kami sepakat menggunakan celana putih dengan kemeja lengan pendek bernuansa kombinasi hitam putih. Sementara yang perempuan menggunakan kemeja biru dengan leher rendah plus syal biru, serta rok berwarna oranye.

Dan saat itupun tiba. Kami naik pentas bertepatan pada rangkaian Pameran Pembangunan Kab.Maros. Saya sempat grogi karena ternyata penonton kami cukup banyak. Untunglah kami semua tampil dengan prima dan meraih juara pertama. Rasanya tidak sia-sia pengorbanan latihan setiap sore.