SUNGGUH menarik mencermati hasil quick-count Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini. Pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) yang menurut analisa sejumlah kalangan tidak diunggulkan untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini, tapi malah justru melejit dengan meraih perolehan suara tertinggi. Lihat saja pada update terakhir Quick Count yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia dimana Pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (HADE) mendapatkan suara terbesar (39.63%), mengalahkan pasangan Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim (35,56%) dan pasangan Dani Setiawan – Iwan Sulanjana (24.81%) dalam Pilkada Propinsi Jawa Barat yang dilakukan di 350 TPS di wilayah Jawa Barat.
Meski hasil resmi Pilkada ini baru akan diumumkan KPU Jawa Barat minggu depan, namun hasil “quick-count” sejumlah lembaga survey di Indonesia ini dapat dijadikan rujukan. Berita yang ditayangkan oleh Detik dot com, yang memasang judul mencolok “Pasangan Hade Menang Karena Dede Yusuf Lebih Ganteng” cukup membetot dan “menggelitik” perhatian saya. Harus diakui bahwa sosok Dede Yusuf yang juga seorang bintang film beken di negeri ini, memang ganteng dan tentu saja mampu menarik banyak pemilih karena kepopulerannya.
Namun menurut saya, bukan semata kegantengan dan kepopuleran bintang sinetron “Jendela Rumah Kita” ini yang membuat pasangan HADE unggul dalam “pertarungan” Pilkada Jabar 2008. Kecenderungan masyarakat Jawa Barat pada khususnya untuk mendapatkan sosok pemimpin wilayah yang lebih muda, baru dan bukan “wajah lama” begitu kental terasa. Tak ayal dua pasangan calon lainnya yang didukung oleh partai-partai terpandang (bahkan pasangan Agum Gumelar & Nu’man Abdul Hakim yang disokong koalisi 7 partai besar), tumbang dengan sukses. Publik sama sekali tak terpengaruh oleh dukungan partai. Fenomena ini nyaris serupa pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang yang dimenangkan oleh Ismet Iskandar dan Rano Karno beberapa waktu silam.
Sudah saatnya partai-partai besar mulai berintrospeksi diri dan melakukan evaluasi. Bukan zamannya lagi “menjual tokoh-tokoh lama”. Pemilih lebih senang dengan tokoh-tokoh muda, baru, dan tentu saja siap membawa semangat perubahan. Partai-partai tersebut sudah mesti memikirkan untuk memberdayakan sistem kaderisasi internal dengan menyiapkan secara cermat tokoh-tokoh baru, muda dan berpotensi. Tokoh-tokoh inilah yang mampu menyedot pemilih lebih banyak. Apalagi dalam menyongsong Pemilu Legislatif dan Presiden tahun depan, partai-partai tersebut bisa menjadikan Pilkada Jawa Barat sebagai acuan untuk “membaca” karakteristik dan perilaku pemilih di Indonesia.
Meski kemenangan pasangan HADE tidak serta merta merepresentasikan kemenangan kaum muda, seperti yang disinyalir oleh Pengamat Politik UI Maswadi Rauf, namun pada diri pasangan tersebut identitas itu nampak jelas. Dengan usia yang relatif belia (40 tahun) dibandingkan dua pasang pesaingnya, pasangan HADE, membawa spirit muda dalam arena Pilkada Jabar 2008. Dalam lembar pemilihan pun foto sosok keduanya tampil lebih trendy,”gaul” dan elegan. Kesan itupun saya tangkap saat menunaikan hak pilih saya di RW 02 Perumahan Cikarang Baru dalam Pilkada Jawa Barat hari minggu (13/04). “Mungkin salah satu faktornya gambar di kertas pemilihan. Karena kita lebih matching sendiri. Di mana calon lain pakai kopiah sedangkan kami tidak. Dan, segi pakaian kami lebih matching karena dasi dan jas lebih serasi dan terkesan lebih fresh. dan mungkin ini menjadi faktor psikologis yang mau milih,” tukas Ahmad Heryawan pasangan Dede Yusuf ini seperti dikutip di OkeZone. Keunggulan lainnya adalah mereka juga tangkas menggunakan sarana kampanye via Web 2.0 –yang banyak diminati kaum muda saat ini–dengan blog di www.hadepisan.com dan www.hadepisan.multiply.com .
Jadi, kesimpulannya–entah ini nyambung atau tidak– karena saya (merasa) ganteng, (cukup)muda dan (nyaris) populer, ada nggak yang mau mengajak saya ikutan jadi kandidat di Pilkada? hehehe…(masa artis melulu sih yang diajak, blogger juga dong!)
Selamat Buat Hade!
Hidup Ganteng! 😀
Related Posts
icara soal Taman Bacaan, saya selalu memiliki kenangan manis tentang itu. Saat masih jadi pelajar SMP dan SMA dulu di Kabupaten Maros (30 km dari Makassar), saya adalah pelanggan tetap ...
Posting Terkait
Minggu pagi (27/2), kami sekeluarga sudah bersiap-siap berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara nonton bareng film "Rumah Tanpa Jendela" yang dilaksanakan oleh Komunitas Mata Sinema. Syukurlah sebagai anggota blogger Bekasi, ...
Posting Terkait
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga ...
Posting Terkait
Hari Kamis pagi (8/7), bersama"pasukan" rumah, saya bersiap menuju Tempat Pemungutan Suara yang terletak dibelakang rumah kami. Lapangan bulutangkis yang berada tepat didepan Mushalla Al-Ishlah RT 02 "disulap" menjadi arena ...
Posting Terkait
Judul Buku : Celotehan Linda (Jurnalis, Penulis, Humanis)
Penerbit : Kaki Langit Kencana, 2012
Penulis : Linda Djalil
Kata Pengantar : Bondan Winarno
Halaman : xvii + 426 Halaman
Cetakan ...
Posting Terkait
Setelah pulang mudik ke Jogya bulan lalu dalam rangka lebaran, besok pagi (8/10), saya akan berangkat ke Jogyakarta bersama-sama tim Pesta Blogger 2010, Mbak Dos (alias Agatha) pengajar blogshop dari ...
Posting Terkait
agi di Bali sungguh menyegarkan. Hari Sabtu (25/2) saya menyaksikan kilau mentari bersinar terang dan cahayanya menyelusup dari sela-sela dedaunan rindang pohon tepat didepan kamar 120 tempat saya menginap di ...
Posting Terkait
Saat tiba di Food Court Bekasi Cyber Park lantai 2 sekitar pkl.11.45 siang, bersama istri dan kedua anak saya, lokasi acara kopdar Blogger Bekasi, Minggu (26/12), masih terlihat sepi. Belum ...
Posting Terkait
ukul 10.00, Sabtu pagi (28/9), kendaraan yang kami sekeluarga tumpangi tiba di kawasan Ancol. Cuaca begitu bersahabat. Matahari bersinar cerah menyongsong kehadiran kami di lokasi wisata pantai terkemuka di Jakarta ...
Posting Terkait
Keterangan foto: Hijau Negeriku, karya Adi Wiratmo, Potret Mahakarya Indonesia, Dji Sam Soe
nakku sayang Rizky & Alya
Selalu terbayang dalam benak ayah, bagaimana kalian menikmati masa liburan di kampung sembari menyusuri ...
Posting Terkait
Jendela rumah Pak Hamam yang dirusak kawanan perampok
Sebuah dering telepon mengejutkan saya pagi ini. Dari Guntur, kawan saya yang kerap bareng naik bis ke Jakarta. Ia menyatakan sedang berada di ...
Posting Terkait
aat berkunjung ke Gorontalo bulan lalu, saya menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keluarga Gobel (Hubulo) di Kabupaten Tapa Gorontalo. Di kompleks Makam keluarga yang terletak diatas bukit dengan pepohonan ...
Posting Terkait
abtu (10/3) lalu menjadi hari yang paling sibuk di akhir pekan. Kedua anak saya, Rizky dan Alya sudah terjaga sejak pukul 04.00 pagi. Mereka berdua memang akan naik pentas dalam ...
Posting Terkait
Sudah lewat 2 pekan berlalu sejak kepulangan saya dari Hongkong Disneyland yang di-inisiasi oleh IDBlognetwork. Ada berjuta kenangan yang tak terlupakan seumur hidup selama perjalanan kami, 6 orang blogger Indonesia ...
Posting Terkait
uasana ruang Agung Business Center Hotel Sultan sudah terlihat ramai saat saya tiba, kemarin malam, Jum'at (7/11). Saya langsung menyapa Pak S.Herry Putranto, Ketua Komunitas Migas Indonesia yang telah tiba ...
Posting Terkait
ejak membeli Samsung Galaxy Tab 10.1 tahun silam, saya sudah merasakan sensasi menjelajahi fitur demi fitur canggih dalam gadget tersebut untuk mendukung aktifitas online saya sehari-hari. Beragam aplikasi yang dimiliki ...
Posting Terkait
KUMPUL BERSAMA DI SAUNG BELAJAR & TAMAN BACAAN
CATATAN DARI NONTON BARENG “RUMAH TANPA JENDELA”
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
PENGALAMAN MENCONTRENG DI PILPRES 2009: ASTAGA, MASIH JADI
BUKU “CELOTEHAN LINDA” : SENTILAN HUMANIS & MEMORI
KISAH EMPLOYEE GATHERING (2) : OUTBOUND YANG SERU
KOPDAR DAN BINCANG SANTAI BERSAMA BLOGGER BEKASI
MENIKMATI PESONA DUNIA FANTASI & OCEAN DREAM SAMUDERA
MENIKMATI KEHIJAUAN NEGERI, MELERAI LETIH DAN PERIH
PERAMPOKAN BERSENJATA API DI CIKARANG
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
‘BEHIND THE SCENE” HONGKONG DISNEYLAND BLOGGER TOUR (Bagian
FGD ENERGI IKA UNHAS : MENGANTISIPASI KENISCAYAAN DARURAT
SOLUSI CANGGIH DAN ELEGAN BERSAMA SAMSUNG GALAXY NOTE
Hahaha…nda bisama saya jadi Kades Galesong kalau begini….
–Masih bisa kok Daeng, kan’ masih bisa operasi plastik biar tampang lebih ganteng..hahaha
Hihihihi……,
Hidup Ganteng….!
Kalo mau massa, ngomongki nah Daeng.
Ntar aku kerahkan anggota premanG Jatibening. Kalo masih kurang, aku bisa bawa pasukan dari markas priok. Tinggal kontak saja Daeng. Tentu dgn uang pengerahan massanya. *sambil bisik2*
–Wah..thanks Daeng Marowa PremanG Jatibening atas tawarannya. Boleh juga tuh ide pengerahan massanya. Tentang uangnya, bereslah itu..semua bisa diatur..cing-cai-lah! hahaha
VOTE DAENG BATTALA FOR PRESIDENT!
*loh, kejauhan ya lemparnya*
hihihihi..
–Nggak juga kok. Saya maknai ucapan ini sebagai doa. Amiin..mudah-mudahan jadi presiden..hehehe
Seperti kata majalah Time: It’s The Voters, Stupid!
Hidup Obama.. eh.. Dede.. hehehe
–That’s a good quote, Daeng Commo’! Yeah..hidup Obama..eh..Dede 😀