Category Archives: Curhat

marhaban_yaa_ramadhan_by_adipatijul.jpg

Bulan Ramadhan nan suci sudah di ambang pintu.

Izinkan saya dan keluarga, dengan segala kerendahan hati , memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan, kerabat serta handai tolan yang telah dan pernah berinteraksi bersama kami, baik secara fisik maupun melalui dunia  maya bila selama ini kami telah melakukan hal-hal yang kurang berkenan di hati.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan berkah Ramadhan 1429 H kali ini memberikan hikmah serta makna mendalam bagi kita untuk menjalani hidup dan kehidupan.

Marhaban Yaa Ramadhan…

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Sumber Gambar

alya-kiki.JPG

Mendekat kesini anakku,

Mari kita raba bintang dilangit yang hangat

dan rasakan bagaimana karuniaNya

mengalir dashyat dari redup kilaunya yang melenakan

dan lembut mengelus jiwa

seperti binar teduh mata kalian

yang selalu menghimbauku untuk cepat pulang

(Taken from my Tumblr Blog)

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL, 23 Juli 2008

Peluk cium penuh cinta dari ayah dan ibu..

webversion.jpg

HARI ini, 2 Mei 2008, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, izinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak kenangan indah di batin saya, hingga sekarang. Tulisan yang saya buat ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan saya buat mereka atas jasa-jasa guru-guru tercinta yang telah mendidik saya dan memberikan saya banyak pelajaran penting tentang hidup dan kehidupan, tentu dengan tidak mengabaikan jasa guru-guru saya lainnya yang telah berperan begitu besar selama saya menempuh pendidikan dari jenjang TK hingga menyelesaikan kuliah di Universitas.

1. Ibu Herlina, Guru SD Negeri I Kab.Maros

Saya mengenang guru dan wali kelas saya di SD Negeri I Kab.Maros dikelas V dan VI ini sebagai seorang guru yang sabar, telaten dan tabah menghadapi kami, murid-muridnya yang tengil. Saya ingat betul, pernah, kami 5 orang murid paling bandel dikelas tersebut membolos melalui cara memanjat jendela kelas yang kebetulan berbatasan langsung dengan gerbang sekolah. Kami dipergoki beliau dengan sukses dan apesnya itu terjadi ketika saya yang memanjat terakhir sedang siap turun dari jendela. Tak ayal kami berlima dihukum didepan kelas dengan berdiri satu kaki seraya memegang telinga. Beliau lalu menasehati kami dengan lemah lembut dan mengingatkan bahwa kami mesti belajar dengan tekun agar menjadi anak yang pandai sesuai harapan orang tua kami. Dengan logat khas asal Tana Toraja, Ibu Herlina memberikan saya pemahaman yang begitu dalam tentang arti mengemban amanah orang tua dengan belajar tekun, rajin dan tidak nakal di sekolah. Ucapan-ucapan beliau yang tulus itu masih membekas dihati saya sampai kini. Alhamdulillah, meski saya sempat “beken” sebagai anak bandel, saya berhasil meraih rangking-2 saat menamatkan studi di SD Negeri I Maros, tahun 1983.

Read More…

Kenanganlah yang akan menuntun kita berjalan kedepan meski ia selalu tertegun melihat kita menjauh meninggalkannya dan tak sekalipun marah jika kita datang lagi mengusiknya. Kenangan, sahabat sejati. Kenangan, kekasih sejati

— Novel Perempuan, Rumah Kenangan (halaman 10) karya M.Aan Mansyur, Insist Press, Yogyakarta, 2007

Suatu hari seorang kawan “memprotes” sejumlah posting saya diblog ini yang mengangkat kisah-kisah dari masa lalu. “Kamu terlalu mellow,” demikian katanya. “Sudah saatnya,”ucap dia lagi,”kamu mencoba membahas hal-hal aktual yang terjadi dimasa kini. Dan tidak sekedar terjebak dan terpukau pada kemilau masa silam lalu menuangkannya dalam tulisan di blog. Biarlah kenangan itu jadi bagian masa lalu. Hidup ini mesti harus terus berjalan. Catat dan ungkapkan saja pendapatmu pada hal-hal yang terjadi disekitarmu. Sekarang. Bukan yang kemarin”.

Saya tercenung. Lama. Mungkin dia benar. Saya terlalu mellow dan terkesan begitu terjebak pada kemilau kenangan masa silam yang diungkapkan secara mencolok dan terkesan narsis di blog ini. Tapi tak apa. Dia berhak punya pendapat seperti itu. Namun setiap orang memiliki hak untuk “mengelola” dan mengabadikan kenangannya masing-masing. Sesuai gaya dan karakternya. Termasuk saya. Dan ia, dengan otoritas sekuat apapun, tak memiliki kekuasaan memaksa saya meninggalkan lintasan kenangan hidup saya yang menari-nari indah dibenak saya untuk kemudian mengisahkannya kembali di blog.

Read More…

Oleh : W.S.Rendra 

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah!
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

204434p.jpg 

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah!
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

o Allah!
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca

o Allah!
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

o Allah!
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

Sajak ini, saya persembahkan penuh cinta buat alm.Daeng Basse’ (35 tahun) dan Bahir (5 tahun), semoga damai senantiasa bersama kalian besertaNya, disana.

Saya juga turut berdoa agar tak ada lagi “Daeng Basse’ dan Bahir” yang lain pasca kejadian memilukan ini. 

Catatan : Sajak ini dikutip dari Cafe Novel dan foto bayi dengan gizi buruk diambil dari Kompas Online

tawurandi-unhas.jpg

“Perang batu” antar mahasiswa di UNHAS, Selasa (26/2) (Foto diambil dari situs Panyingkul)

“Tidak ada konflik di Indonesia yang tidak diselesaikan orang- orang
Unhas. Tetapi, di Unhas sendiri, konflik dan perkelahian tidak pernah
selesai”

Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI dan Mantan Ketua Ikatan Alumni (IKA) UNHAS sebagaimana dikutip dalam kata sambutannya pada Dies Natalis ke 50 Universitas Hasanuddin, Sabtu 9 September 2006 (dikutip dari Kompas Online)

EMail yang datang di inbox saya kemarin siang dan berasal dari salah seorang rekan dari mailing list yang saya ikuti, membuat saya terhenyak. Judulnya sangat “provokatif” : “Perang Lagi di UNHAS”. Kaget, geram, prihatin, sedih, marah, pilu dan malu bercampur aduk saat membaca email tersebut. Isinya adalah rangkaian berita (dikutip dari Harian Tribun Timur Makassar) yang menceritakan bentrokan antar mahasiswa terjadi lagi di UNHAS.

Sebagaimana dikutip dari berita tersebut, Akibat tawuran yang terjadi kemarin siang (26/02), sebanyak 11 orang luka yang terdiri atas tujuh mahasiswa, satu petugas satpam, dan tiga pegawai. Kepala Satuan Pengamanan Unhas, Bambang, mengalami luka di telinga bagian kanan terkena pecahan kaca. Mahasiswa dari empat fakultas yaitu teknik, FISIP, ekonomi, dan sastra terlibat dalam tawuran ini. Kejadian memalukan ini diduga dipicu oleh pemukulan salah seorang mahasiswa teknik pada acara inagurasi mahasiswa baru fakultas ekonomi, Jumat (22/2) malam.

Saat sejumlah mahasiswa dari fakultas teknik, ekonomi, dan FISIP bertemu di Kantin Jasa Boga, terjadi cekcok.Tak lama berselang, sekitar 20-an mahasiswa dari arah fakultas teknik menyerang ke arah Fakultas FISIP. Mahasiswa yang ada di tiga fakultas bertetangga, FISIP, ekonomi, dan sastra melakukan perlawanan. Penyerang dari arah teknik mundur hingga ke dekat LT 3. Tak lama kemudian, rekan-rekan mereka ikut bergabung sehingga massa dari kedua kubu berimbang dan makin banyak. Terjadi saling lempar dengan menggunakan apa saja yang mereka jangkau seperti batu, kayu, pecahan genteng, pecahan kaca, dan lainnya. Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi terlihat di tengah-tengah massa menggunakan pengeras suara mencoba melerai bentrokan. Namun, massa yang sudah brutal tidak menggubrisnya. Tawuran baru berhasil dilerai saat seratusan polisi baik yang berseragam maupun tidak, tiba dan langsung memberi tembakan peringatan.

Read More…

biarkan-aku-dicafenovel.JPG

Dua cerpen saya “Biarkan Aku Mencintaimu Dalam Sunyi – Email Terbuka Seorang Selingkuhan” yang pernah menjadi judul utama sekaligus dimuat di buku kumpulan cerpen dan flash fiction blogfam dan “Badai Dalam Karung” yang pernah dimuat di Harian Suara Pembaruan Minggu, 22 November 1998, ditayangkan disitus Cafe Novel.

Terimakasih untuk Cafe Novel dan juga Bung Effendi Wongso yang sudah memuat kedua cerpen saya diatas.

Pernahkah anda mengalami lapar yang amat sangat ditengah malam?. Saya pernah. Sering malah, bahkan masih saya idap hingga kini. Kawan-kawan “begadang” saya di Makassar waktu mahasiswa dulu memberi istilah “penyakit” ini sebagai Cipurli alias singkatan (dalam bahasa Makassar) dari Cippuru’ Lantang Bangngi (atau lapar larut malam). Biasanya jika gejala ini melanda, perut rasanya melilit-lilit minta diisi, hidung kembang kempis, mata kedap-kedip, cacing-cacing diperut menggeliat resah dan ekspresi wajah yang sungguh sangat memprihatinkan.

Bila masih mahasiswa dulu, Cipurli dapat dideteksi penyebabnya. Ini antara lain karena terlambat makan malam gara-gara asyik berdiskusi bersama kawan-kawan aktifis kampus atau mengerjakan tugas praktikum. Read More…

DULU, saya merasa, ayah adalah pegawai yang paling berbahagia didunia ini. Betapa tidak?. Karena rumah kami hanya berjarak 50 meter dari kantor, maka ayah berangkat tidak lebih pagi, masih sempat pulang makan siang dan tiba kembali dirumah lebih cepat. Hebat!. Saya bermimpi akan menjadi pegawai berbahagia seperti beliau. Tapi sayang, sudah hampir 5 tahun terakhir, saya melakoni profesi sebagai Pekerja Komuter. Tinggal di Cikarang yang berjarak 45 km dari kantor saya di daerah Lebak Bulus. Tiap hari kerja saya mesti berangkat jam 05.30 pagi dan sampai dirumah menjelang pukul 20.00 malam. Ironis.

amril-mejeng-booo.JPG 

Mejeng dengan narsis di kantor lama, Gedung Aldevco Octagon Building Lt.2 Jl.Buncit Raya (gambar diambil tahun 2004)

Tapi saya memang mesti siap menghadapi resiko itu. Membeli rumah di Jakarta yang tak jauh dari kantor, untuk kelas pekerja kere berpenghasilan pas-pasan seperti saya ini hanyalah menjadi angan-angan belaka. Dan rumah di BSD alias Bekasi Sono Dikit, menjadi pilihan karena harganya relatif terjangkau dan kalaupun mesti kredit ke Bank (seperti yang kini saya lakukan) tidak terlalu mencekik anggaran rumah tangga serta biaya hidup sehari-hari.

Read More…

nelayan.jpg

Seperti nelayan ini yang tekun mencari nafkah, saya mesti siap menjalani tantangan ditahun 2008 dengan lebih tegar (foto by : AW.Masri)

Gara-gara kena “cubit” dari Ibu Dokter Gigi anyar ini,  akhirnya saya, dengan sedikit ramuan meditasi, kontemplasi, identifikasi, intimidasi, adaptasi, sosialiasi dan sedimentasi akumulasi ide, hari ini, saya, Daeng Battala, akhirnya “meratifikasi” resolusi saya untuk tahun 2008 antara lain sebagai berikut:

Read More…

April 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed

    badge