Category Archives: Curhat

Di Hari Ibu tahun ini, hati saya kembali gerimis.

Saya begitu merindukan beliau, perempuan bermata rembulan yang telah melahirkan saya 38 tahun silam. Sebuah do’a saya lantunkan untuk ibu usai sholat tahajjud malam ini, agar Allah SWT bisa mengampunkan dosa-dosanya, memaafkan kesalahannya, dan mengasihinya sebagaimana beliau mengasihi saya dan adik-adik saya dalam suasana suka dan duka, serta semoga cahaya rembulan dimatanya tetap abadi, selamanya. Setidaknya di ruang hati kami, anak-anaknya.

Sebuah persembahan sederhana memperingati hari ibu kali ini, yaitu sebuah puisi bagus dari penyair D Zawawi Imron yang saya kutip dari sini

Ibu

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau aku ingat sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa aku bayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyerbak bau sayang ibu menunjuk ke langit,
kemudian ke bumi

aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudra

sempit lautan teduh tempatku mandi,
mencuci lumut pada diri tempatku berlayar,
menebar pukat dan melempar sauh lokan-lokan,
mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu ibu, yang akan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal

Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

ibulah itu , bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru dengan sajakku

1966

Selamat Hari Ibu untuk ibu saya, ibu mertua saya, ibu anak-anak saya dan seluruh ibu di dunia..

bz-terakhir-resize.JPG

Akhirnya, tibalah kami disini. Di ujung perjalanan. Majalah Online Komunitas Blogfam, bz!, yang hadir dan mengalir sejak 6 Februari 2006 berada pada suatu titik dimana kami mesti berhenti. Entah sejenak atau seterusnya. Saya tak tahu.  Tapi moga-moga saja, “nafas” bz! masih akan terus berdenyut, walau tak sesering dulu (terbit tiap tanggal 6 setiap bulan).

Yang jelas, seperti ungkap Sa, Pemimpin Redaksi bz! pada kata pengantar di edisi pamungkas bz!

Kombinasi aktivitas di luar blogging, telah cukup menghabiskan waktu luang kami.
Waktu menjadi hal yang mahal untuk dapat digunakan dengan mudah. Masih ada semangat untuk terus berusaha kembali, namun belum dapat kami ungkapkan kapan waktunya. Tanpa mengungkapkan janji, kami hanya berharap agar artikel yang telah hadir selama ini dapat memberikan informasi dan memancarkan ekspresi kami dalam mengisi dunia blogging.

Terimakasih untuk para pembaca setia bz! Terimakasih pula untuk seluruh jajaran responden, kontributor dan juga pemasang iklan di bz!. 

Maafkan jika selama 3 tahun kehadiran kami di jagad maya terdapat hal-hal yang kurang berkenan dihati. Sebagai salah satu perintis majalah online ini dan masih “mengawal”-nya sebagai Redaktur Pelaksana selama 2,5 tahun hingga akhir perjalanan itu tiba, saya bangga dan merasa terhormat bekerja sama dengan kawan-kawan redaksi bz! yang sangat hebat, loyal dan berdedikasi memberikan kontribusi terbaik bagi dunia blog pada khususnya dan tentu masyarakat Indonesia pada umumnya, tanpa pamrih dan imbalan apapun. Terimakasih atas kebersamaan yang indah ini. “I’ll miss your SMS in the midnight, Sa!” :D.

Sungguh merupakan suatu hal yang menyesakkan dada ketika saya mesti menutup pintu ruang maya redaksi bz!. Mudah-mudahan bukan untuk selamanya. Dan masih akan ada secercah cahaya dan semangat untuk menghidupkannya kembali. Suatu ketika. Suatu waktu. Entah kapan.

14-blog-field-of-money.jpg

Saya (tengah) bersama Agus Hery Prasetyo (paling kanan) membawakan materi talkshow bertajuk Blog:Field of Money yang digelar oleh Komunitas Blogger Makassar (AngingMammiri) dan dipandu oleh moderator Asri Tadda serta disiarkan langsung oleh Radio Fajar FM Makassar, Minggu (23/11) (Foto oleh Syaifullah)

Usai istirahat dan sholat dhuhur, acara dilanjutkan kembali. Sebelumnya, saya menyempatkan diri menyapa dan ngobrol bersama “pasukan” Anging Mammiri yang bertugas sebagai panitia.  Ada keletihan sekaligus kegembiraan tergambar diwajah mereka. Terus terang saya sangat kagum dan salut atas kerja keras dan kinerja mereka yang dengan gigih dan “militan” mempersiapkan acara ini dengan baik. Bagi saya, apa yang telah dilakukan anak-anak muda Makassar ini merupakan sebuah wujud cinta yang nyata kepada komunitas AM dan tentu saja mempersembahkan kontribusi terbaik bagi daerah tercinta,  Makassar. Tentang suka duka Panitia bisa dibaca di blog AngingMammiri.

Ada yang istimewa di sesi kedua ini yaitu penampilan tarian 3 etnis (Makassar, Bugis dan Toraja) oleh Biro Kesenian Mahasiswa Unhas. Penampilan enam penari yang masing-masing dua orang diantaranya memakai busana khas Makassar, Bugis dan Toraja (3 etnis terkenal di Sulsel) sangat memukau. Diiringi musik khas ala Makassar seperti tetabuhan, seruling dan suara merdu sang “pesinden” membuat penampilan kelompok tari ini sangat memukau dan memikat perhatian serta tepuk tangan meriah hadirin.

tari3etnis.JPG

Tarian 3 etnis yang memukau, membuka sesi talkshow Blog:Field of Money

Read More…

fotobersamapenulis-editor-penerbit.JPG

Foto bersama perwakilan penulis buku Ijo Anget-Anget bersama Tim editor (saya, Rara dan M.Aan Mansyur) serta Mas Ang Tek Khun (CEO Penerbit Gradien Mediatama) diatas panggung yang menandai peluncuran buku perdana komunitas blogger Makassar, “Ijo Anget-Anget”, Minggu (23/11) di Lantai 4 SPM MTC Makassar.

Tepat Pukul 10.15 pagi, mobil yang saya tumpangi dan dikemudikan Iwan telah tiba dengan selamat di area parkir lantai basement SPM MTC Karebosi. Kami lalu bergegas menuju lift menuju lantai 4. Eh, diatas lift malah ketemu dengan Irha, salah satu anggota blogger Makassar. Kami saling menyapa dengan akrab ditengah himpitan tubuh para pengguna lift lain yang membuat “kotak pengangkut” itu kian padat.

Tiba di lantai 4, saya serasa menjadi bintang acara “Akhirnya Datang Juga” di Trans TV. Diatas panggung terlihat sejumlah panitia, Rara dan salah satu partner saya sesama penasehat Anging Mammiri Kamaruddin”Daeng Nuntung” Aziz berdiri disana dan dihadapan mereka terdapat meja dengan tumpeng diatasnya. “Mohon agar Pak Amril yang baru saja datang dapat segera naik kesini untuk segera memulai acara pemotongan tumpeng,” kata Iqko sang MC. Setelah menaruh tas dan menitip kamera digital saya pada Iwan, saya lalu naik ke atas.

Saat berjalan ke atas panggung, saya takjub, begitu banyak peserta kegiatan AngingMammiri kali ini. Dibanding acara serupa tahun lalu, yang saya perkirakan dihadiri hanya 200-an orang peserta, maka di even kali ini yang hadir mencapai 300-350 orang. Saya tak tahu persis sebabnya apa, mungkin saja karena tema yang terkait soal duit pasti menarik minat banyak orang atau kemampuan promosi Anging Mammiri sangat dashyat hingga mampu mendatangkan begitu banyak pengunjung.

Read More…

30-backdrop.jpg

Spanduk besar acara Blog:Field of Money yang diselenggarakan Komunitas Blogger Anging Mammiri pada Hari Minggu (23/11) bertempat di SPM MTC Karebosi (foto by Syaifullah “Daeng Gassing”)

Malam makin tua. Saya menyesap kopi yang disiapkan ibu saya di meja makan. Perut saya terasa penuh karena baru saja melahap martabak mie dan ikan belah dua khas Gorontalo kesukaan saya yang disiapkan khusus oleh ibunda tercinta buat putra sulungnya di perantauan. Bersama ayah, Aba Miki (yang kebetulan nginap di rumah kami karena Tante Tia, istri beliau, sedang menjenguk orang tuanya di Bantaeng) kami ngobrol di ruang keluarga tentang banyak hal sambil nonton pertandingan sepakbola Manchester City dan Arsenal. Ayah saya sempat menunjukkan pada saya iklan acara Blogger Makassar Blog : Field of Money yang dimuat di Harian Fajar Makassar tiga kali berturut-turut sejak Hari Kamis lalu. Jam sudah menunjukkan 24.15.

Saya lalu menelepon nomor yang diberikan Lion Air Makassar untuk menanyakan status bagasi saya. Dari ujung telepon petugas masalah bagasi menyatakan sudah menemukan tas saya yang ternyata dibawa oleh pesawat yang tiba di Makassar Pkl.23.00 malam. Saya lega. Petugas tersebut lalu menyatakan pagi-pagi sekali akan mengantar tas saya tersebut ke rumah orang tua saya di Antang. Setelah menutup telepon saya lalu beranjak tidur. Sungguh letih saya hari ini.

Pukul 06.00 pagi saya terbangun dan bergegas menunaikan sholat subuh. Ibu saya sudah menyiapkan pisang goreng, masakan kesukaan saya. Kembali saya menelepon layanan bagasi hilang Lion Air. Kemarahan saya lantas meledak ketika sang petugas menyatakan tidak bisa mengantar tas saya tersebut karena hari Minggu seperti ini tak bisa melayani. Ibu saya menenangkan lalu menyarankan untuk mengambil saja langsung tas saya tersebut di bandara. Saya tak habis fikir mengapa maskapai penerbangan sebesar itu tidak memberikan layanan terbaik bagi customernya yang mengalami masalah ketinggalan bagasi yang sesungguhnya bukanlah kesalahan penumpang bersangkutan. Bisa dibayangkan, bila tas saya itu tak datang, saya hanya pakai sarung ke acara Blogger Makassar pagi itu, yang lebih parah lagi mesti membalik pakaian dalam yang saya pakai sejak kemarin ke “side-B”  😀
Read More…

talkshow-1.JPG

Suasana sesi Talkshow yang dipandu oleh Enda Nasution pada acara Pesta Bloger 2008, Sabtu (22/11). Saya (berkaos biru) duduk diantara Menristek Bapak Kusmayanto dan GM Information Technology PT Telkom Bapak Indra Utoyo. Selain kami ikut pula perwakilan dari Oxfam, Mas Yudhi dari Yayasan Tunas Cendekia dan Bapak Drs.H.Sofwan Manaf dari Pondok Pesantren Darun Najah (foto by Pak Eko).

Hari Sabtu (22/11), sekitar pukul 06.30 pagi sebuah mobil Opel Blazer tiba dihalaman gerbang depan rumah saya. Pak Eko–tetangga saya di Perumahan Cikarang Baru yang juga seorang blogger dan juga rekan saya sesama kontributor di Cityblogging Bekasi–datang menemui saya yang sudah siap dengan 2 tas untuk berangkat ke dua “Pesta Blogger” di dua tempat berbeda, dengan senyum khasnya yang mempesona.

Setelah berpamitan pada istri dan kedua anak saya, kami lalu berangkat menuju lokasi acara hajatan akbar tahunan Blogger Indonesia di Auditorium Menara BPPT Lantai 3 Jalan MH.Thamrin Jakarta Pusat.  Sebenarnya cukup berat beban batin saya meninggalkan keluarga di hari Sabtu dan Minggu dimana seharusnya di hari tersebut menjadi hak mereka untuk melewatkan hari libur bersama saya. Syukurlah, istri saya mendukung penuh aktifitas “sampingan” saya sebagai blogger ini. Bahkan malam sebelum berangkat ia masih sempat memeriksa apakah ada barang saya yang ketinggalan didalam tas.

Jalanan masih relatif sepi di Hari Sabtu. Pak Eko mengemudikan mobilnya dengan tangkas sembari bercerita tentang banyak hal mulai dari perkenalan pertamanya dengan blog hingga kondisi sekitar perumahan kami di Kota Jababeka yang rawan aksi perampokan. Meski saya dan Pak Eko sudah lama berkenalan lewat dunia maya, namun pertemuan kami secara fisik justru baru terjadi malam sebelumnya dirumah saya, ketika kami memutuskan untuk berangkat bareng ke acara Pesta Blogger 2008. Pak Eko dan putra bungsunya, Lilo, bertandang kerumah saya. Walau baru pertama kali jumpa fisik, namun perbincangan kami secara akrab layaknya sahabat lama.

Read More…

intro_businessweek.jpg
Mata saya mendadak basah membaca email yang tiba di sekitar pertengahan bulan Agustus 2007. Email tersebut datang dari seorang suami yang tinggal di Jakarta dan telah 10 tahun menjalani kehidupan rumah tangga dengan sang istri yang cantik dan sangat dicintainya. Ia mengaku, tidak bahagia karena selama menjalani masa pernikahannya tersebut, belum dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Berbagai upaya telah dilakukan pasangan tersebut, baik medis maupun “mistis”, namun belum juga membuahkan hasil yang diharapkan.

Sampai akhirnya, ia mengaku memutuskan akan melakukan sebuah langkah yang sangat drastis dan dramatis : Menceraikan sang istri. Tekadnya sudah bulat, walau sang istri sangat menentang–meski akhirnya menyerah pasrah–pada keputusan sang suami. Lelaki itu menyatakan akan menyunting wanita lain untuk diperistri dan mampu memberikannya buah hati yang didambakannya sejak lama.

Tepat pada hari yang sama ketika ia bermaksud menuju ke Pengadilan Agama untuk mengajukan permohonan cerai,  saat “berselancar” internet di kantor, mendadak ia “terdampar” pada blog lama saya dan membaca posting berjudul “Desperate Seeking Child” yang saya tulis pada tanggal 11 Agustus 2007 ketika sedang menunggui Rizky yang sakit Typhus di Rumah Sakit.

Read More…

Assalamu Alaikum Wr.Wbr,

Kawan-kawan semua pengunjung setia blog ini,

Berhubung kami sekeluarga akan berencana mudik ke Yogya (kampung halaman istri) mulai minggu depan selama seminggu dan kemungkinan besar relatif sulit untuk mengakses internet, perkenankan saya dengan segala kerendahan hati, atas nama pribadi dan keluarga pada kesempatan baik ini lebih dulu mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin kepada segenap pengunjung blog,  jika selama berinteraksi di dunia maya ini terdapat tulisan atau ungkapan saya yang kurang berkenan di hati.

Semoga amal ibadah kita semua di bulan ramadhan yang penuh berkah ini mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah SWT.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

Minal Aidin Wal-Faidzin

–Jika memungkinkan (ada kesempatan dan akses internet) saya akan berusaha memperbaharui blog ini (termasuk mikroblogging saya di Plurk dan Kronologger) dengan kisah-kisah perjalanan mudik yang rencananya menggunakan mobil mulai tanggal 29 September 2008 s/d 03 Oktober 2008.

Mohon doa anda semua semoga perjalanan kami berjalan lancar dan selamat hingga sampai tempat tujuan.

Pada Bening Kilau matamu, istriku
Selalu kutemukan telaga jernih
yang melerai galau hati
dan lembut embun pagi
menyejukkan jiwa
serta gerimis di penghujung musim semi
yang selalu menghimbauku untuk lekas pulang


Pada merdu suaramu, istriku
Senantiasa kurasakan getar dawai cinta
mengalun hingga pucuk langit tertinggi
dan melambungkanku bagai kapas yang menari anggun dibalik pelangi
serta membuat anak-anak kita yang lahir dari hangat rahimmu
tertidur pulas dalam senyum damai yang tak akan usai

Pada wajah teduhmu, istriku
Selalu kutemukan lukisan senja menawan
yang membuatku disergap rasa haru
dan segera ingin mendekapmu
melewatkan malam yang senyap
bersama kerlip kunang-kunang di beranda
serta tawa anak-anak kita yang berlari riang menikmati bintang

Selamat Ulang Tahun ke 34, Istriku ..

Kamu begitu cantik hari ini

Cikarang, selepas sahur,25 September 2008   

2658_57396443485_4122937_nSETELAH prosesi resepsi pernikahan yang sakral kami jalani di gedung wayang Kekayon Jl.Raya Yogya Wonosari, 10 April 1999, babak baru kehidupan sudah menyongsong didepan mata. Saya telah menjadi suami dari Sri Lestari, gadis yogya yang memiliki senyum memikat dan memboyong anak kelima dari Bapak/Ibu Harjoijoyo itu ke rumah kontrakan saya yang kecil dan sempit di Jl.DR.Sutomo didepan UKI-Cawang.

Ketika itu, saya baru saja bekerja sebagai karyawan di PT.Framas Plastic Technology Cibitung setelah sebelumnya terkena PHK dari PT.Timori Putra Bangsa (sebuah perusahaan otomotif milik Tommy Soeharto yang berencana membuat pabrik sepeda motor nasional) pasca krisis moneter 1998. Alhamdulillah, saya diterima di PT.Framas tepat ketika pengumuman PHK keluar. Dengan demikian, saya tidak perlu menyandang predikat “penganggur”. Bahkan sempat mendapat pesangon/uang jasa dari PT.Timori yang kemudian kelak saya jadikan “modal” untuk menikah.

Rumah kontrakan kami sangat kecil. Hanya sebuah kamar pengap berukuran 2 x 3 meter (karena tepat di seberang jendela, berdiri tembok tinggi rumah sebelahnya), ruang tamu 2 x 2 meter dan kamar mandi/WC berukuran 1.5 x 2 m. Rumah kontrakan itu memang tidak terurus dengan baik. Sejak menempati sebulan sebelumnya dan pindah dari tempat kost saya tak jauh dari situ, sang pemilik kontrakan sudah menjelaskan kondisi rumah tersebut sebenarnya. Kumuh dan terdapat sejumlah tempelan lumut di tembok bagian atas. Sebagian rumah retak. Tapi tak apalah, setidaknya kami mendapat tempat berteduh yang layak, untuk sementara. Saya menyewa dari pemiliknya yang kebetulan punya rumah tepat dibelakangnya seharga Rp 1,2 juta/pertahun. Sebelum menikah, saya sudah “mengisi” rumah kontrakan itu dengan sebuah tempat tidur kayu, seperangkat alat dapur dan makan, lemari serta sebuah TV 21″.

Read More…

July 2017
M T W T F S S
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed