Category Archives: Resensi

the_croods_poster (1) Hari Sabtu (23/3) saya bersama keluarga menyempatkan diri menonton film “The Croods” di XXI Metropolitan Mal Bekasi Barat. Ini menjadi film incaran Rizky & Alya kedua buah hati saya yang sudah sempat menonton trailer film ini di RCTI. Setelah Rizky pulang dari kursus bahasa Inggrisnya di King’s, kami pun bersiap berangkat ke Metropolitan Mal.

Saya membeli tiket untuk pertunjukan pukul 14.30 di studio II satu jam sebelumnya. Saat masuk bioskop ternyata banyak anak-anak berusia sebaya dengan Rizky dan Alya ditemani oleh kedua orangtuanya ikut menonton film Dreamworks Animation ini.

Adegan dibuka dengan perkenalan tokoh utama Eep (Emma Stone) di zaman prasejarah yang merupakan salah satu dari anggota keluarga “The Croods” yang terdiri atas sang ayah Grug (Nicolas Cage), ibu, Ugga (Catherine Keener), adik lelaki Eep, Thunk (Clark Duke), dan bayi perempuan, Sandy (Rhandy Thom), serta sang nenek, Gran (Cloris Leachman). Mereka adalah satu-satunya keluarga yang mampu bertahan dari kejamnya kehidupan di masa purba. Semuanya menjadi mungkin karena sikap sang ayah yang over protektif melindungi keluarganya dengan mengeluarkan larangan untuk tidak keluar dari gua tempat persembunyian mereka, selalu memelihara rasa takut dan menekan segala rasa ingin tahu. Gua adalah “rumah” paling aman buat mereka dari kejaran mahluk-mahluk buas diluar sana.

Read More…

tiga-sekawan-header

Saya akhirnya memenuhi keinginan 2 buah hati tercinta untuk menonton film ini, Sabtu (26/1) di XXI Mall Lippo Cikarang. Mereka penasaran melihat aksi 3 sekawan mengungkap misteri hantu setelah menonton iklannya di Televisi.

Film ini mengangkat cerita 3 orang siswa Sekolah Dasar, Jo (Dandy Rainaldy), Flo (Stefhani Zamora Husen) dan Zee (Rizky Black) yang memiliki latar belakang sosial serta karakter yang berbeda-beda. Mereka disatukan oleh hasrat dan rasa penasaran tentang misteri keberadaan mahluk-mahluk supernatural.

Obsesi ini timbul ketika Jo yang memang hobi menonton film-film horor merasa tertantang untuk menyusuri keberadaan hantu yang dianggapnya hanyalah merupakan imajinasi belaka. Flo yang meski terlihat cuek namun diam-diam memiliki minat serupa dengan Jo.

Berbeda dengan kedua rekannya, Zee yang merupakan anak dari seorang buruh cuci (diperankan oleh Tike Priyatnakusumah) selalu dikejar rasa takut terutama ketika membahas hal-hal yang terkait dengan dunia hantu.Tak ayal ia pun kerapkali menjadi bahan godaan teman-temannya.

Read More…

skyfall-daniel-craig-javier-bardem

Saat kunjungan ke Batam pekan silam, saya berkesempatan untuk menonton film “Skyfall” di Nagoya Hill Mal. Sebagai penggemar film serial 007 saya senantiasa tidak melewatkan waktu untuk menonton aksi James Bond apalagi film ini menandai momentum ulangtahun ke-50 sejak pertama kali ditayangkan dilayar lebar. Dari sekian banyak pemeran James Bond, menurut saya, Daniel Craig merupakan sosok yang pas mewakili agen rahasia handal asal Inggris ini. Dengan kharisma yang dimilikinya, Daniel “meniupkan” nyawa yang lebih maskulin dan humanis pada James Bond.

Lagi-lagi, sebagaimana layaknya film-film Bond sebelumnya, adegan dibuka secara spektakuler berupa kejar-kejaran antara James Bond dan Patrice (Ola Rapace) yang mencuri file komputer data agen rahasia NATO yang tengah mengemban misi mereka di berbagai negara dan menyamar di sejumlah organisasi terorisme dunia. Lokasinya berada di Grand Bazaar Istambul Turki dimana menurut informasi ini adalah salah satu pasar dalam ruangan yang paling besar dan paling tua di dunia. Pasar ini memiliki 61 jalanan yang semuanya berada di dalam bangunan dan setiap hari dikunjungi sekitar 400 ribu orang.

Read More…

adam-sandler-stars-in-hotel-transylvania_550x296

Ciptakanlah Surgamu sendiri, anakku”, demikian kata Dracula (Adam Sandler) pada putri tercintanya Mavis (Selena Gomes) –yang menjadi sebuah kutipan manis dari film “Hotel Transylvania”. Film ini saya tonton tadi malam (25/11bersama istri dan anak-anak di XXI Metropolitan Mall Bekasi Barat, sekaligus memperingati ulangtahun ke 10 putra pertama saya, Rizky.

Adegan dibuka ketika sang Dracula merawat putri semata wayangnya Mavis sebagai single parents setelah istrinya wafat. Ia bercita-cita untuk membuat hotel khusus yang disiapkan untuk para monster-monster menakutkan seperti dirinya dan yang paling penting bebas dari keberadaan manusia.

Alhasil, kita akan menyaksikan beberapa diantaranya yang cukup familiar seperti : Zombie, Invisible Man, Frankenstein, Mummy, Serigala, dan lain-lain yang menjadi tamu di hotel Transylvania.

Pada peringatan ulangtahunnya yang ke 118, Mavis menyampaikan keinginannya yang “tak biasa” pada sang ayah, yaitu ingin mengunjungi dunia luar dan berkenalan lebih jauh dengan manusia. Sang ayah yang mengalami trauma berinteraksi dengan manusia sangat cemas bila sang putri kesayangannya itu mengalami nasib serupa dengan dirinya. Ia lalu membangun asumsi dalam fikiran Mavis tentang betapa jahatnya watak manusia dan Mavis mesti berhati-hati. Untuk membuktikan itu, Dracula merancang skenario tersendiri yang kian meyakinkan persepsi Mavis tersebut.

Read More…

90707_gal


Kemarin siang, Minggu (11/11) kami sekeluarga menonton film “Wreck it Ralph” di XXI Bekasi Square. Sejak melihat trailer filmnya dalam iklan televisi, kedua anak saya sudah meminta saya menonton film itu bersama mereka. Dan demikianlah, film animasi yang disutradarai Rich Moore ini kami tonton di Studio 4 pada jam pertunjukan 14.40.

Film ini mengisahkan tentang tokoh Ralph (suaranya diisi oleh John C. Reilly) seorang tokoh antagonis dari game Fix-It Felix yang memiliki “hobi” menghancurkan gedung. Sebagai sang penghancur, Ralph mendadak galau karena selama ini yang mendapatkan banyak apresiasi justru adalah Felix (Jack McBrayer) yang selalu memperbaiki kerusakan yang dibuat oleh Ralph. Karakter jahat yang dimiliki dan diperankan, memang membuat Ralph sangat gelisah karena dari lubuk hatinya yang terdalam ia ingin juga mendapatkan apresiasi serta simpati layaknya sebagai pahlawan, seperti yang diperoleh Felix.

Read More…

looper4

Saya selalu memiliki ekspektasi tinggi untuk menonton film-film yang dibintangi oleh aktor gaek Bruce Willis. Sejak terpukau menonton film-film aksinya dalam serial ‘Die Hard”, kehadiran lelaki yang selalu berkepala plontos ini senantiasa saya nantikan kehadirannya. Kemampuannya berakting terutama dalam mengartikulasikan perannya dalam setiap karakter, sungguh mengesankan.Termasuk di film Looper ini.

Read More…

cita2

Keharuan begitu menyentak dada saya saat menonton film ini. Betapa tidak? Adegan-adegan yang tersaji dihadapan mata saya seakan membawa kembali ke nostalgia 30 tahun silam, saat melewati masa kecil di kampung Bone-Bone.(pernah saya tuliskan kisahnya disini). Tipikal tokoh Agus Suryowidodo (M. Syihab Imam Muttaqin), karakter utama dalam film tersebut mengingatkan saya pada diri sendiri. Di XXI Plaza Senayan Studio 8, Sabtu (13/10) saat kami sekeluarga menonton film yang disutradarai oleh Eugene Pandji, saya menyaksikan kembali “kenangan” masa kecil yang indah itu dengan penuh suka cita.

Read More…

lily-sapardi

Judul : Ayahmu Bulan, Engkau Matahari (Kumpulan Cerpen)

Karya : Lily Yulianti Farid

Cetakan : Pertama,Juli 2012

Halaman : 255 halaman

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 978-979-22-8708-0

Senang sekali saat menerima buku ini yang saya pesan lewat Gramedia Online pekan lalu. Sebelumnya sempat saya cari di toko buku Mal Lippo Cikarang tak jauh dari rumah, sayangnya belum tersedia. Saya akhirnya memutuskan membeli buku karya Lily Yulianti Farid, sahabat saya “seperjuangan” saat menjadi anggota redaksi penerbitan kampus “Identitas” UNHAS dulu melalui toko buku online. Dan hanya dalam waktu 3 hari setelah order, buku tersebut tiba.

Saya mengenal Lily, sejak 20 tahun silam saat masih menjadi mahasiswi hingga pertemuan terakhir kami pada Pesta Blogger 2010 lalu, tetap sebagai sosok perempuan yang ramah, rendah hati, cerdas dan penuh semangat. Tak ada yang berubah. Semuanya kembali tercermin dalam 17 karya cerpennya yang diluncurkan pada 9 Oktober 2012 lalu dan “dibedah” langsung oleh penyair kawakan Sapardi Djoko Damono bertempat di Cafe Birdcage Melawai. Membaca buku ini seakan merasakan “aura” mistis pesona perempuan yang diramu dengan kata-kata penuh daya pikat. “Sosok” Lily–yang kini tengah menempuh pendidikan Doktoral dalam bidang Gender di Universitas Melbourne Australia–seakan hadir dalam tiap larik kisah yang tersaji.

Read More…

tsk6

Hari Minggu (26/8) kemarin, kami sekeluarga menyempatkan diri menonton film “Tanah Surga, Katanya” di Studio 4 XXI Mal Lippo Cikarang. Kedua anak saya sangat antusias ingin menonton film ini setelah sebelumnya melihat tayangan iklannya di Televisi. Saya sendiri tertarik karena melihat ada sosok Deddy Mizwar, tokoh film senior, yang menjadi produser film ini. Setelah menonton film “Alangkah Lucunya Negeri ini (2010)” yang juga diproduseri oleh tokoh pemeran Nagabonar tersebut, saya senantiasa memiliki ekspektasi lebih untuk menyaksikan karyanya yang tentu sarat dengan pesan-pesan moral yang kritis dan bernada satir.

Adegan dibuka dengan gambar indah sosok lelaki tua mengayuh sampan di keremangan senja. Sosok itu adalah Kakek Hasyim (Fuad Idris) bersama dua cucunya, Salman (Osa Aji Santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra). Mereka tinggal di perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) – Malaysia. Ayah kedua anak tersebut, Haris (Ence Agus) yang sudah membuka usaha kedai di Malaysia ingin mengajak kedua anaknya yang sudah ditinggal wafat oleh ibunya itu, bersamanya hidup di negara tetangga. Hanya Salina yang memenuhi ajakan sang ayah, sementara Salman bertekad untuk tetap bersama sang kakek yang juga adalah veteran konfrontasi Malaysia-Indonesia.

Read More…

bbc_1sheet01

Sejak iklan dan poster film ini ditayangkan bulan lalu, kedua anak saya, Rizky dan Alya sudah penasaran dan meminta saya untuk menyiapkan waktu bersama untuk menontonnya. Alhamdulillah, saat itu tiba tepat di Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2012. Siang itu kami sekeluarga menonton di XXI Bekasi Mega Mall. Film ini dibuka dengan perkenalan anggota-anggota kumpulan bocah yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung melalui narasi Tirto (Aldy Rialdy), anak seorang pedagang Bakso asal Wonogiri. Tokoh-tokoh utama kelompok ini pun ditampilkan, mulai dari Umar (Sehan Zack) anak lelaki keturunan Arab yang punya obsesi jadi jago Kungfu, Jaka (Endy Arfian) anak Betawi yang menjadi sosok pemimpin, Timur (Julian Liberty) bocah asal Papua yang konon bisa menghasilkan ide cemerlang setelah mengupil,  serta Raja (M. Syafikar) anak lelaki asal Batak yang kocak dan menanggung beban menjadi penyanyi tenar atas keinginan sang ayah.

Read More…

March 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed

    badge