Category Archives: Traveling

sotopakman-1

Setelah puas berjalan-jalan menikmati wisata sejarah di Lawang Sewu dan Kawasan Sam Poo Kong, Saat terik matahari kota Semarang mulai menyengat, bis yang membawa rombongan XL Net Rall berhenti di warung Soto Pak Man di Jl.Purwosari Raya..

Ternyata Soto Pak Man ini menjadi salah satu ikon kuliner terkenal di Semarang. Dalam situs Ciputraentreprenurship dikisahkan sepak terjang Pak Man membangun warung sotonya hingga memiliki beberapa cabang ini:

Read More…

sampokong-1

Seusai mengikuti perjalanan wisata sejarah ke Lawangsewu, Minggu (24/7), kami semua rombongan XLNetRally melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sam Poo Kong. Kawasan ini seperti dikutip dari situs Visit Semarang dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu. Ada yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai. Klenteng Sam Po Kong selain merupakan tempat ibadah dan ziarah juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi selain merupakan tempat ibadah dan ziarah juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi.

Memasuki kawasan ini, kami semua seperti diantar pada nuansa Tiongkok yang kental. Bangunan-bangunan yang didominasi warna merah dan bercorak arsitektur Cina tiba-tiba mengingatkan saya  pada film-film kungfu Shaolin kegemaran saya. Tentu sangat jauh berbeda dengan apa yang kami temui sebelumnya di Lawang Sewu yang didominasi arsitektur Art Deco ala Eropa.

Read More…

Cahaya mentari pagi menyapa hangat saat saya membuka jendela kamar 1202 Hotel Gumaya tempat saya dan Goenrock menginap. Hari Minggu (24/7) ini merupakan hari terakhir kami, peserta XL Net Rally di Semarang karena siang harinya kami akan kembali ke Jakarta dengan pesawat terbang dari Bandara Ahmad Yani.

Setelah sarapan, saya dan Goenrock check out dari hotel melalui panitia XLNetRally. Seluruh peserta XLNetRally mendapatkan oleh-oleh khas Semarang untuk dibawa pulang berupa sekardus Bandeng Presto Juwana beserta oleh-oleh makanan ringan lainnya. Seluruh rombongan XLNetRally Jakarta, Surabaya, Solo dan Yogyakarta berkumpul dan bersama-sama naik bis menuju lokasi wisata di Lawang Sewu.

Hal yang segera terlintas dalam benak saya tentang tempat ini adalah merupakan tempat acara Uji Nyali sebuah stasiun TV swasta. Saya pernah menonton acara itu beberapa tahun silam dimana seseorang ditinggalkan sendiri dalam ruang bawah tanah Lawang Sewu mulai tengah malam dengan direkam kamera inframerah hingga akhirnya muncul “penampakan” sosok gaib setelah satu jam orang tersebut berjaga. Adegan penampakan itu masih teringat dalam benak saya, kini saya akan ke tempat tersebut. Memang konon–dari kisah-kisah yang pernah saya dengar Gedung Lawang Sewu ini lekat dengan kesan mistis dan misteri. Bahkan pernah ada film horornya yaitu Lawang Sewu-Dendam Kuntilanak. Saya betul-betul penasaran untuk melihat langsung lokasi uji nyali disana.

Read More…

obsat3

Setelah diguyur hujan deras di sore hari saat kami tiba, pada Sabtu (23/7), malam harinya, cuaca terlihat begitu bersahabat. Kesejukan mewarnai Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) tempat penyelenggaraan Obsat (Obrolan Langsat) #72 edisi Semarang, saat kami, rombongan blogger dan staf XL Axiata yang mengikuti XL Net Rally tiba di tempat tersebut. Obsat kali ini adalah Obsat yang kedua dilaksanakan diluar Jakarta. Jika selama ini Obsat diadakan di Rumah Langsat Jakarta Selatan, markas Saling Silang, maka setelah kota Bandung sebagai penyelenggara Obsat pertama lintas propinsi, maka kota Semarang menjadi kota berikutnya, kali ini mengambil tema “Persiapan Mudik dan Lebaran 2011” bersama XL Axiata, NTMC (National Traffic Management Center) Polri, Saling Silang didukung oleh Komunitas Blogger Loenpia, serta sejumlah komunitas lainnya di Semarang seperti komunitas blogger Detik.com, Bike to Work Chapter Semarang, Fiksi Mini dan lain-lain.

Tidak hanya itu para peserta XL Net Rally dari kota Jakarta, Surabaya, Solo, dan Yogya ikut hadir plus 8 orang Otoblogger yang menguji ketangguhan sinyal XL dengan sepeda motor Jakarta-Semarang. Teater terbuka TBRS benar-benar menjadi tempat pertemuan lintas komunitas dalam dialog akrab ala Obsat yang menghadirkan Vice President Network Operation XL Axiata Robert Dedy Purwanto, Kombes Polisi Gata Chaeruddin Kabid Tekinfokom Korlantas NTMC Polri, Febriati Nadira Communication Head XL Axiata dan dipandu oleh blogger senior Wicaksono “Ndoro Kangkung”.

Read More…

tokooenlama

Hujan deras membasahi bumi Semarang saat rombongan kami, peserta XLNetRally yang menggunakan kereta dari Jakarta tiba. Dua bis yang membawa kami semua melaju pelan menyusuri jalan-jalan kota yang baru pertama kali saya kunjungi itu. Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial banyak terlihat dan masih terpelihara baik. Wiwikwae yang memang berdomisili di Semarang memberikan penjelasan kepada kami nama-nama tempat atau gedung yang akan atau sedang kami lintasi dengan fasih. Kurang lebih 10 menit perjalanan, tibalah kami di Hotel Gumaya, tempat kami kelak menginap.

Disana kami sudah disambut oleh staf XL yang ramah dan sudah menyiapkan kunci kamar serta baju kaos yang akan kami gunakan dalam Obsat (Obrolan Langsat) malam harinya di Taman Budaya Raden Saleh. Saya mendapat “room mate” bersama Goenrock di kamar 1202

“Jangan lama-lama ya di kamar, taruh saja barangnya atau ganti baju dan segera turun lagi ke lobby ya, kita mau ke Toko Oen,” ujar mbak Ira mengingatkan kami. Saya sangat penasaran memang ingin ke Toko Oen.

Read More…

penjelasanpakslamet

Berfoto sebelum berangkat #XLNetRally

Cikarang masih dilingkupi kegelapan, Sabtu (23/7) saat mobil yang saya tumpangi meluncur menuju Stasiun Gambir tempat “start” pelaksanaan XLNet Rally. Usai mandi dan sholat Subuh, saya dengan antusias mempersiapkan diri untuk mengikuti perjalanan bersama 12 blogger di Kereta Ber-Wi-Fi pertama di Indonesia yang “dipersenjatai” koneksi internetnya oleh salah satu provider telekomunikasi terkemuka negeri ini, XL Axiata, menuju Semarang.

Saya melirik jam tangan, masih pukul 05.15 saat kendaraan melaju memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek. Suasana yang lengang pagi itu, membuat jarak tempuh Cikarang-Gambir hanya dicapai dalam waktu 1 jam saja . Memasuki peron stasiun, saya menyebutkan “Rombongan XL” kepada penjaga pintu dan langsung diperbolehkan masuk tanpa harus membeli tiket peron. Di pelataran lantai 1, saya menemukan ruang tunggu VIP dengan ‘standing banner” XLNetRally yang dipasang secara menyolok di bagian depan. Saat masuk ruangan, saya disambut hangat oleh Adham Somantrie, karyawan XL yang juga seorang blogger. “Silahkan mas Amril, diisi form registrasinya dulu,” katanya ramah seusai menjabat tangan saya dengan hangat.

Setelah mengisi formulir pendaftaran, saya segera menyapa beberapa orang blogger yang sudah datang lebih dulu. Ada Priyadi Iman Nurcahyo, blogger asal Depok yang kebetulan pernah menjadi kawan saya berwisata gratis ke Hongkong Disneyland bulan Maret lalu. Kami langsung bertegur sapa dengan hangat. Kami memang, belum terlalu lama jumpa. Bulan lalu, “reuni”-an bersama 4 “Hongkongers” lainnya dalam acara Blogilicious Jakarta dan ulang tahun kedua komunitas blogger Depok. Selain Priyadi, sudah datang pula Pitra Satvika, blogger yang pada tahun 2009 memenangkan kompetisi blog Internasional The Bobs kategori Bahasa Indonesia.

Read More…

Keramahan para karyawan kawasan Hongkong Disneyland mulai dari petugas hotel, pemandu wisata kami  sampai penjaga toko souvenir sungguh sangat mengesankan.

Saat kami sarapan secara prasmanan di Enchanted Garden Hotel Disneyland pada hari kedua (Sabtu,19/3), dengan sigap para pelayan restorant yang bernuansa mewah tersebut melayani kami dengan ramah. Saat beberapa karakter khas Disney seperti Mickey Mouse, Daisy Bebek dan Goofy masuk ke area restoran, dengan santun mereka mempersilahkan kami berpose bersama dan menawarkan diri untuk memotret dengan kamera yang kami bawa. Tak ayal, ini menjadi kesempatan berharga buat kami untuk mengabadikan kejadian langka tersebut.

Pada hari kedua, kami mencoba untuk berjalan sendiri menjelajahi lebih dalam eksotisme Hongkong Disneyland tanpa ditemani pemandu wisata “Star Guest” dari City Hall. Saya sempat mengunjungi gedung “Art of Animation” di zona Main Street USA yang menjadi semacam museum Animasi Disney. Disini kita bisa menyaksikan beberapa ikon-ikon terkenal kartun Disney, bagaimana sejarah pembuatan hingga pencapaiannya yang paling mutakhir.

Saya begitu terkesan pada “Toy Story Zoetrope” yakni berupa patung-patung mini tokoh Toy Story diatas sebuah tatakan bulat yang berputar. Pada awalnya terlihat patung-patung ini terlihat statis, namun ketika putarannya makin cepat dibarengi kerlip lampu patung-patung ini bergerak sangat dinamis. Sungguh sebuah pagelaran seni animasi 3 Dimensi yang memukau. “Toy Story Zoetrope” ini terinspirasi dari karakter 3D “Bouncing Totoro” yang dipamerkan di museum Chibli, di Kota Mitaka Tokyo Jepang dan dirancang oleh Toshio Iwai. Gregory Barsamain bersama Tim Pixar kemudian mengembangkannya bersama Toshio untuk “Toy Story Zoetrope” di “Art of Animation” Hongkong Disneyland ini.

 

Pada hari ketiga atau hari terakhir (Minggu 20/3) kami di Hongkong Disneyland, setelah sarapan di Chef Mickey check-out dari hotel dan menitipkan tas di lobi, kami lalu menjajal petualangan naik MTR (kereta api cepat) menuju Mongkok yang konon merupakan salah satu daerah belanja barang-barang murah di Hongkong.

Cuaca cukup bersahabat hari itu. Setelah membeli tiket, kami berangkat dari stasiun MTR yang berada di kawasan Disneyland Resort menuju Sunny Bay. Saat melihat sekeliling stasiun, saya mendadak teringat desain stasiun di Disneyland Resort ini dirancang mirip-mirip stasiun kereta di film Harry Potter. Memiliki langit-langit tinggi dengan rangka berukir unik serta bangunan yang eksotik dengan nuansa fantasi yang kental.

Nampaknya memang kereta yang melayani rute Hongkong Disneyland ke Sunny Bay pulang-pergi ini memang khusus dibuat dengan rancangan ala Disney mulai dari interior dalam maupun luar. Jendelanya pun mengadopsi karakter siluet Mickey Mouse. Kesan bersih dan rapi terlihat dalam kereta ini, membuat kami semua betah berlama-lama. Sayang perjalanan ke stasiun Sunny Bay terlalu singkat.

Kami lalu pindah kereta menuju stasiun Lai King. Dalam perjalanan, secara tak sengaja saya mendengarkan seorang gadis berjilbab berbicara dalam logat jawa lewat telepon genggamnya. Saya lalu memberanikan diri untuk mengajaknya ngobrol. Namanya Tuti, asal Ponorogo. Hari itu ia berencana untuk kumpul-kumpul bersama teman seprofesinya di Victoria Park.

“Kami juga sering mengadakan pengajian bersama teman-teman. Kebetulan hari Minggu adalah hari libur yang bebas buat kami untuk melakukan perjalanan agak jauh,” kata Tuti tersipu. Ia lalu merekomendasikan kami untuk jalan-jalan ke Tsim Tsa Tsui yang kebetulan satu arah dengan Mongkok tujuan kami saat itu. “Disana lebih banyak pilihan untuk membeli souvenir dan juga makanan-makanan halal ala Pakistan atau India,” kata Tuti. Kami akhirnya setuju bahwa dari Mongkok kita akan melanjutkan perjalanan ke Tsim Tsa Tsui.

Setelah mengucapkan terimakasih pada Tuti, kami turun di stasiun Mongkok. Keluar stasiun ternyata kami berada di dalam mal Langham Place. Stasiun Mongkok terintegrasi dengan mal besar tersebut. Kami keluar sebentar untuk foto-foto. Sempat kami menemui beberapa pekerja wanita Indonesia yang tengah duduk-duduk di depan pelataran Langham Place.

Semula saya tidak menduga mereka dari Indonesia karena dandanannya ala Harajuku yang gaul abis. Rambut dicat warna-warni dengan busana masa kini yang trendy.

Saat terdengar bicara dengan logat jawa yang kental, saya segera tahu mereka dari Indonesia. Kami lalu bercakap-cakap akrab dengan mereka. Dan benar saja mereka menyarankan kami untuk ke Tsim Tsai Tsui saja kalau mau berbelanja.

Kami melanjutkan petualangan ke Tsim Tsa Tsui. Kami tiba disana sekitar pukul 11.30 siang. Perut sudah minta diisi. Udara sejuk di daerah tersebut membuat kami memang cepat lapar. Setelah melihat kesana kemari, akhirnya diputuskan secara aklamasi, kami makan siang di restorant Mc Donald. Tampaknya ini memang salah satu pilihan terbaik karena disekeliling kami tak terlihat penyedia makanan halal dan cukup sesuai dengan selera kami.

Seusai santap siang, kami jalan-jalan di kawasan tersebut. Syukurlah kami menemui sebuah toko kaki lima yang menjual souvenir murah. Akhirnya kami memutuskan untuk belanja disana. Harganya memang relatif murah dbandingkan di daerah Hongkong Disneyland. Waktu ternyata berlalu begitu cepat. Kami mesti harus kembali ke hotel dan langsung ke Airport untuk mengejar pesawat yang akan berangkat jam 19.00. Rencana untuk ke Kowloon terpaksa dibatalkan. Pokoknya yang penting apa yang kami cari : oleh-oleh murah meriah dan menikmati eksotisme sepenggal kota Hongkong bisa kami rasakan. Walau hanya sebentar.

Ketika saat boarding naik pesawat  yang akan membawa kami pulang ke tanah air, sebuah kesan manis terbersit di hati. Ada harapan untuk bisa kembali lagi ke kota ini. Dan lamat-lamat, saya seperti mendengar nyanyian John Denver “Leaving On The Jet Plane” mengalun pelan,:

I’m Leaving on the Jet Plane

I don’t know when I’ll be back again

Oh..Babe, I hate to go…

Byee Hongkong..

Thanks for Everything!

Keterangan:

Foto-foto dari kamera saya, Priyadi, dan Benny Chandra

Here you Leave Today

And Enter the World of Yesterday, Tomorrow and Fantasy

Demikian tulisan yang tertera pada gerbang masuk Hongkong Disneyland. Dan ungkapan yang disampaikan pada tulisan itu menemukan pembenaran ketika kita memasuki wahana-wahana di kawasan yang mulai buka pukul 10.00 pagi ini.  Imaji kita seakan diantar pada lanskap romansa masa lalu, kegemilangan masa depan, dan keceriaan tak bertepi sepanjang kita berada di Hongkong Disneyland.

Masa kini, sejenak ditinggalkan dibelakang 🙂

Saya sangat terkesan ketika menikmati pertunjukan film 4D The Mickey’s Philharmagic seusai kami menonton parade di hari pertama, Jum’at (18/3). Pengunjung yang ingin menikmati sajian film 4D ini rupanya cukup banyak, antriannya sangat panjang. Setelah menerima kacamata khusus 4D kamipun masuk ruangan.

Bioskop 4D ini cukup luas dan kira-kira bisa menampung 500-an orang sekaligus. Kami duduk dengan sudut pandang terbaik.

Pertunjukan dimulai. Saya mulai merasakan sensasi luar biasa menikmati sajian aksi Donald Bebek dan Mickey Mouse mempersiapkan peralatan orkestranya. Hiruk pikuk hingga melibatkan berbagai tokoh-tokoh fenomenal film Disney seperti Aladin dan putri Jasmin, Lion King, dan lain-lain.

Begitu hidup pertunjukan ini, seakan-akan kami masuk ke dalam keruwetan Donald Bebek yang menggelikan dan usil. Saya sempat terkejut ketika adegan Donald tercebur ke air, ternyata ada air pula mendadak menyemprot ke arah saya. Seluruh bioskop terasa heboh oleh tawa penonton menyaksikan aksi kocak yang tersaji seakan begitu dekat dengan kenyataan.

Pementasan opera ala Broadway “The Golden Mickey” juga tak kalah mengesankan. Hampir seluruh karakter film Disney hadir dalam pementasan spektakuler ini.  Walau sang pembawa acara mengantarkannya dalam bahasa cina, translasi dalam bahasa Inggris juga disertakan pada layar sebelah kiri dan kanan.

Saya sungguh menikmati tarian serta atraksi memukau dari berbagai karakter terkenal seperti Tarzan, Lion King,Lilo & Stitch, Toy Story, The Beauty and The Beast yang berpadu dalam simponi gerak dan lagu sangat harmonis. Para pemeran tokoh-tokoh tadi begitu menjiwai dan sepenuh hati memainkan peran masing-masing. Acara berakhir sangat mengesankan dengan ditandai pita-pita kertas berwarna-warni metalik jatuh dari langit teater.

Sebuah petualangan menegangkan dan hingga kini masih terbayang-bayang dibenak saya adalah ketika naik wahana “Space Mountain” di zona Tomorrow Land. Dari luar saya tak menduga sama sekali ini adalah Roller Coaster Indoor dengan lanskap ala luar angkasa. Saat duduk di kursi bersama “penumpang” yang lain kami pelan-pelan dibawa pada nuansa gelap seperti menuju antariksa.Ketika “kendaraan” kami naik ke puncak saya baru yakin ini adalah sebuah roller coaster saat kecepatan bertambah secara signifikan.

Kami meluncur kencang dan meliuk-liuk bersama gelap suasana serta kerlip bintang disekeliling kami.

Saya berteriak sekeras-kerasnya hingga suara terasa serak untuk mencairkan ketegangan yang menghimpit batin. Badan saya seperti terbanting-banting mengikuti irama liukan roller coaster, tapi saya menikmatinya dibarengi teriakan membahana.

Ketika akhirnya kami sampai dan turun dari “kendaraan”, rasa puas dan lega terpancar. Saat kami keluar, saya sempat tersentak kaget karena ternyata ekspresi kami ketika menaiki roller coaster Space Mountain dipotret tanpa kami sadari. Saya tertawa menyaksikan raut wajah saya yang pucat menegangkan sembari berteriak dalam foto itu.

Saya pun berkesempatan masuk ke wahana Buzz Lightyear Astro Blaster, sebuah tempat yang menyajikan petualangan ruang angkasa laksana karakter terkenal dari film “Toy Story” Buzz Lightyear. Saya dan Mas Setyo duduk di sebuah kendaraan yang dapat berputar hingga 360 derajat melalui tombol khusus serta dilengkapi dengan “senjata laser” untuk membidik sasaran sepanjang wahana Astro Blaster.

Sangat seru karena kita mesti tepat menembak titik merah yang disediakan agar “musuh” kita itu jatuh atau rubuh. Terkadang agak susah karena sasarannya juga bergerak pelan sementara kendaraan yang ditumpangi terus maju kedepan. Diselingi suasana luar angkasa yang mengagumkan, permainan Buzz Lightyear ini sangat menghibur.

Seusai bermain di wahana tersebut saya berkesempatan untuk berfoto bersama sang jagoan “Buzz Light Year” dengan gaya yang heboh dan fenomenal.

Hidangan makanan yang disajikan oleh cafe di dalam kawasan Hongkong Disneyland sangat nikmat dan lezat. Pada hari pertama (Jum’at, 18/3)  kami makan malam di Plaza Inn Restourant Zona Fantasy yang bernuansa etnik China dan di hari kedua (Sabtu, 19/3) kami menikmati “romantic dinner” di Corner Cafe Zona Mainstreet USA.

Saat santap malam di Plaza Inn kami merasakan sensasi masakan oriental yang diletakkan diatas meja bulat berputar, mulai dari Sup Kepiting hingga steak abalon. Serta tentu saja Nasi Goreng ala Oriental.

Sementara di Corner Cafe nuansa menu ala Western begitu kental memanjakan lidah kami. Di tengah cuaca dingin yang memeluk tubuh, pilihan makanan hangat dan pedas menjadi alternatif terbaik untuk mengisi perut yang kelaparan. Dan, di kedua Cafe ini kami menemukannya

Keterangan :

Foto-foto koleksi Priyadi dan  saya

 

 

Pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di Hongkong International Airport, Jum’at pagi (18/3). Dengan penuh semangat, saya bersama kawan-kawan blogger IDBlognetwork : Priyadi Iman Nurcahyo, Nuruddin Jauhari, Setyo Budianto, Isnuansa Maharani, Benny Chandra, Mubarika Darmayanti dan Radityo Djojo Adhiningrat  berkemas-kemas untuk segera menikmati keindahan dan keajaiban di Disneyland Hongkong yang menjadi tujuan perjalanan kami kali ini.

Setelah melalui proses verifikasi imigrasi yang cepat dan efisien, kami lalu menuju counter pembelian tiket kereta cepat MTR menuju Disneyland Resort. Sayang sekali, kami mendapatkan informasi bahwa Kereta baru mulai beroperasi pukul 07.00 , sementara saat itu masih pukul 05.45 pagi. Atas kesepakatan bersama kami lalu memutuskan untuk naik taksi menuju Hollywood Hotel di kawasan Disneyland tempat kami akan menginap.

Hawa dingin langsung menyergap tubuh kami saat keluar dari area bandara. Konon cuaca di Hongkong pada saat-saat seperti ini berkisar  15-17 C. Untunglah saya sudah menggunakan sweater dan jaket untuk menghalau udara dingin. Rombongan kami lalu dibagi 2 masing-masing 4 orang untuk satu taksi. Saya sendiri bergabung bersama mbak Rika, mas Radityo dan Isnuansa.

Ternyata perjalanan dari Hongkong International Airport ke Hollywood Hotel tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 15 menit kami sudah sampai di lobi dan disambut dengan ramah oleh petugas Hotel. Suasana interior Hollywood Hotel sungguh memukau dengan warna-warni cerah yang menyiratkan gairah optimisme dan keceriaan. Setelah check-in, kami langsung menuju kamar masing-masing. Saya dan Mas Radityo menempati kamar 1629.

Seusai beristirahat sejenak sesudah menempuh perjalanan hampir 5 jam dari Jakarta, kami pun bersiap-siap makan siang di Restorant Crystal Lotus Hongkong Disneyland Hotel yang letaknya tak jauh dari Disney’s Hollywood Hotel. Menu makanan sungguh eksotis dan menggugah selera. Disajikan secara unik dan mewah dalam tujuh kali tahapan menu dengan beragam karakter Disney.

Sebelumnya kami sempat mengambil foto-foto pemandangan yang eksotik dibelakang hotel. Terpampang tulisan besar “Hollywood Hotel” disebuah bukit buatan dengan latar belakang laut Hongkong. Saya sempat mengabadikan potret saya disana sekedar merasakan sensasi sesaat jadi Bintang Hollywood 🙂

Terletak di pesisir pantai dengan latar belakang pegunungan di Penny’s Bay kawasan Hongkong Disneyland yang berada di Pulau Lantau ini benar-benar menawarkan pemandangan alam yang eksotik dan indah. Tiket masuknya HK$ 350 per orang (dewasa) dan HK$ 250 (anak-anak usia 3-11 tahun) untuk dapat menikmati seluruh wahana di Taman Disneyland ini selama sehari penuh. Tidak hanya itu kita pun bisa  menjadi “Star Guest” yang akan mendapatkan fasilitas istimewa dengan “magical surprise” yang meyenangkan di Hongkong Disneyland .

Layanan ini dinamakan “Star Tour” dan anda bisa mendapatkannya dengan pembelian diawal (informasinya bisa baca disini.): Sejak tanggal 22 Mei lalu, layanan “Star Tour” ini sudah dikembalikan ke layanan Disney’s Premium Tour/Disney’s Supreme Tour dengan keterangan lengkap bisa dibaca dilink ini.Tiket masuk bisa anda beli pula secara online melalui www.hongkongdisneyland.com

Karakter Mickey Mouse sedang berselancar diatas patung Ikan Paus Raksasa yang menyemburkan air dari kepalanya menyambut kedatangan kami sebelum memasuki area Taman Disneyland Hongkong. Pemeriksaan sangat ketat dilakukan oleh petugas keamanan sebelum kami masuk di tempat yang menyajikan atraksi karakter khas karya Walt Disney serta tokoh-tokoh film fenomenal yang telah diproduksi oleh perusahaan film Disney ini.

Terdapat 4 zona menarik yang dibangun secara unik di Hongkong Disneyland yaitu “AdventureLand“, “Main Street USA”, “FantasyLand” dan “TomorrowLand”. Zona paling depan yang menyambut kami adalah “Main Street USA” yang menyajikan jejeran toko-toko souvenir,perhiasan dan barang kerajinan khas ala karakter Disney “Animation Academy”, “Art of Animation Gallery”.

Kami menyusuri jalan yang ditata dengan rapi dan indah tersebut menuju ketiga zona berikutnya. Kami sempat menikmati hidangan makan malam dengan cita rasa menarik di Corner Cafe pada bagian sudut “Main Street USA”.

Di zona FantasyLand kami menyaksikan Sleeping Beauty Castle yang menjadi ikon Taman Disneyland Hongkong ini, Begitu indah dan menampilkan pesona menawan layaknya istana di negeri dongeng. Di zona ini kita bisa menyaksikan beberapa atraksi dan permainan seperti Teater The Golden Mickey, “The Many Adventure of Winnie The Pooh”, bioskop 4D  Philharmagic, “It’s A Small World” dan lain-lain.

Pada zona AdventureLand yang bertema hutan, kita bisa menyaksikan “Rumah Tarzan”, Jungle River Cruise, Festival of The Lion King, dan lain-lain. Bila sedang lapar dan letih anda bisa istirahat sejenak di “River View Cafe” dengan pemandangan eksotik suasana teduh dengan aliran sungai buatan yang mengalir di pinggirnya.

Memasuki “TomorrowLand” anda akan diberikan pengalaman berbeda tentang konsep teknologi masa depan yang gemilang. Di tempat ini anda bisa  menikmati Indoor Roller Coaster “Space Mountain” yang memacu adrenalin, “Stitch Encounter”, “Orbitron”, UFO Zone, mobil mainan berkecepatan tinggi Autopia, dan Buzz Lightyear Astro Blaster.

Saya sangat terkesan pada atraksi parade atau pawai iring-iringan karakter khas Disney mulai dari Donald Bebek, Mickey Mouse, Goofy, Cinderella, Sleeping Beauty, Tarzan, The Beauty and The Beast, Lilo and Stitch hingga karakter Toy Story.

Dengan pakaian berwarna-warni dan kendaraan yang dihias secara menyolok, iring-iringan pawai “Flight of Fantasy” (yang merupakan bagian dari perayaan 5 tahun Hongkong Disneyland) dengan beragam aksi serta tarian ini bisa kita nikmati setiap hari mulai pukul 15.00 sore. Kami sangat beruntung dapat menyaksikan parade ini di barisan terdepan sehingga bisa mengambil momen-momen terbaik melalui kamera.

Saat malam tiba, jangan lewatkan untuk menikmati sajian pertunjukan kembang api yang spektakuler di Sleeping Beauty Castle. Pertunjukan ini biasanya dimulai pukul 19.00 malam selama kurang lebih 15 menit. Dengan takjub saya menyaksikan atraksi kembang api yang bergemuruh dashyat, berpendar terang mewarnai langit dengan latar belakang istana putri tidur dalam kerlap-kerlip lampu menawan.

Sungguh sebuah paduan yang harmonis dan memukau. Tempat terbaik menyaksikan pertunjukan ini adalah dari arah Main Street USA yang menawarkan beragam sudut pandang bagus saat mengabadikan “fireworks” ini.

Kunjungan kami ke Hongkong Disneyland kali ini memang bukanlah sebuah waktu berkunjung yang terlalu tepat karena temperatur udara relatif dingin (berkisar 15-17 C) serta musim hujan. Atraksi kembang api sempat tertunda sejenak pada Jum’at malam (18/3) karena hujan deras, angin serta udara dingin membekukan tubuh. Dari hasil perbincangan saya dengan salah satu petugas Hongkong Disneyland, waktu berkunjung paling baik adalah antara bulan Mei-September.

Di musim panas (Juni-September) suhu bisa membuat tubuh sangat gerah sementara pada bulan Desember hingga Februari temperatur disana bisa sangat dingin sehingga agak kurang nyaman menikmati wahana yang ada Hongkong Disneyland.

Keterangan:

Foto-foto diambil dari jepretan kamera saya, Priyadi dan Setyo Budianto. Tampilan Video merupakan hasil karya Setyo Budianto yang diupload ke Youtube.

 

Berfoto dulu sebelum berangkat ke Hongkong

Hari Kamis sore 17 Maret 2011, kegairahan saya untuk “menjemput impian” jalan-jalan ke Hongkong Disneyland begitu membuncah. Sebuah impian yang sesungguhnya dapat terwujud secara tak terduga berkat aktifitas dan konsistensi saya untuk ngeblog. Saya masih ingat 2 tahun silam secara tak sengaja mampir di website Hongkong Disneyland dan takjub menyaksikan wahana dan atraksi-atraksi yang disajikan disana. Anganpun melayang terbang jauh sambil berucap lirih penuh pengharapan: Kapan ya bisa kesana?.

Melalui IDBlognetwork, saya akhirnya terpilih dari 50 blog nominator yang akan berangkat ke Hongkong Disneyland bersama 5 blogger Indonesia lainnya yaitu Priyadi, Setyo Budianto, Jauhari, Isnuansa dan Benny Chandra. Akhirnya mimpi itu terwujud!.

Dengan diiringi lambaian tangan istri dan kedua anak saya tercinta, saya berangkat menuju terminal bis DAMRI Bandara Plaza JB Cikarang dengan ojek. Pesawat saya ke Hongkong yakni Cathay Pasific CX798 berangkat jam 24.05 malam, jadi masih ada waktu ke Bandara seusai menunaikan sholat Maghrib. Tapi ternyata saya kecele,  bis Bandara dari Cikarang yang terakhir sudah berangkat sejam sebelumnya. Saya menghela nafas panjang. Kecewa. Tapi saya kembali memantapkan nyali dengan mencari alternatif yang murah dan cepat. Saya melirik jam, masih pukul 19.00m jadi masih ada waktu cukup panjang untuk mengejar pesawat ke Hongkong.

Syukurlah ada bis 121 Cikarang-Blok M yang melintas, saya segera naik dan duduk tenang didalamnya. Didepan Halte Komdak Jl.Gatot Subroto, saya turun dan bergegas naik Taksi menuju Bandara Soekarno Hatta Terminal 2D. Didalam taksi saya ber-BBM-an dengan mas Setyo Budianto dan mbak Mubarika. Ternyata mereka sudah sampai lebih dulu di Bandara.

 

Boarding Pass saya menuju Hongkong

 

Tiba di Hongkong International Airport, Jum'at subuh (18/3)

Dan begitulah, kami semua akhirnya berkumpul bersama didepan counter A&W Terminal 2 D. Beberapa wajah sudah cukup familiar karena pernah ketemu dalam berbagai momen. Mas Jauhari misalnya pernah jumpa di Pesta Blogger Yogya tahun lalu, Mas Priyadi pernah ketemu di Pesta Blogger 2008 dan 2010, Isnuansa –yang ternyata saya baru tahu berdomisili di Cikarang juga–sudah saya kenal saat acara Sumpah Pemuda Digital 2.0 bulan Oktober lalu sementara Benny Chandra sebelumnya sudah ketemu di Pesta Blogger 2010 dan merupakan sesama Freelance Blogger Yahoo Indonesia OMG!. Hanya Mas Setyo Budianto saja yang belum pernah saya temui. Alhamdulillah justru Mas Setyo yang pertama kali mengenali saya saat saya baru masuk lobi depan Bandara.

“Mas Amril kan’? Saya Setyo Budianto. Untung saya sering mampir ke blognya jadi gampang ngenalinnya,” sapa Mas Setyo hangat. Kami langsung bercakap akrab layaknya kawan lama. Sayapun kerapkali mengunjungi blog traveling karyawan Telkom Surabaya ini, jadi ibaratnya pertemuan ini menjadi ajang kopdar perdana kami.

Diantar oleh Technical Director IDBlognetwork, mas Kukuh TW, pada pukul 22.00 malam kamipun dilepas di pintu masuk untuk check-in di counter Cathay Pasific.  Selain kami para blogger ikut pula mendampingi mbak Mubarika Darmayanti dan mas Radityo Djojo Adhiningrat dari IDBlognetwork. Saya hanya bawa satu ransel dan satu tas yang dimasukkan ke bagasi. Didepan gerbang imigrasi saya sempat ditegur oleh petugas karena paspor saya hampir “expired” yakni Agustus 2011.  “Syaratnya mesti minimal usia paspornya expired 6 bulan sebelumnya, jadi segera setelah kembali dari Hongkong, perbaharui paspornya ya?. Ini saya cap saja mudah-mudahan sampai di Hongkong nanti tidak disuruh pulang” kata petugas imigrasi. Saya mengangguk mengerti dan dalam hati jadi khawatir juga, jangan-jangan bisa dideportasi gara-gara paspor hampir kadaluarsa nih 🙂 .

 

Berfoto dibelakang Hotel Hollywood Hongkong Disneyland

Kami semua akhirnya sampai di gate D6 tempat keberangkatan kami. Sesuai schedule, kami akhirnya boarding (naik pesawat) pukul 23.40. Interior pesawat yang nyaman dan kru kabin yang ramah menyambut kedatangan kami.

Saya tersenyum.

Ah, akhirnya mimpi ini bisa segera saya wujudkan!

Hongkong, kami datang!!

 

 

 

April 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed

    badge