Catatan Dari Hati

Antara Rasa Syukur dan Haru: Perpisahan yang Tak Terlupakan di Plataran Puncak

“Kita pernah saling memiliki, berbagi cerita dan mimpi bersama…”

Bait pembuka lagu “Perpisahan Termanis” dari Lovarian itu terus terngiang di benak saya sepanjang perjalanan menuju Vila Plataran Puncak Residence, Sabtu pagi, 7 Februari 2026. Mobil Innova yang dikemudikan Akmal melaju stabil di jalan tol Jagorawi hingga memasuki kawasan Ciawi.

Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan Puncak ketika mobil melaju melewati jalan berkelok, seolah alam turut merasakan getaran emosi yang saya bawa: campuran antara kebahagiaan, harap, dan tentu saja, kerinduan yang sudah menghampiri sebelum perpisahan itu benar-benar terjadi.

Divisi Supply Chain Management PT Nindya Karya bukan sekadar tempat saya bekerja selama lebih dari 5 tahun. Ia adalah rumah kedua, tempat di mana setiap pagi dimulai dengan sapaan hangat di ruangan kerja, di mana setiap deadline yang mendekat justru mempererat kebersamaan, dan di mana setiap pencapaian—sekecil apapun—dirayakan bersama seperti kemenangan sebuah keluarga.

Tiba di lokasi vila, kami langsung bergabung untuk mengikuti petualangan Jeep Offroad  bersama “Baraya Adventure”.  Sebelum berangkat, dipimpin pak Yuhan Prasiswa, VP Sistem Administrasi SCM, kami berdoa bersama sebelum naik ke jeep masing-masing.

Mesin mobil Landrover merah buatan tahun 1981 yang saya tumpangi meraung pelan, udara dingin menyentuh wajah, dan kabut tipis menggantung di antara hamparan hijau. Di sinilah adrenalin dan keindahan alam bertemu : romantis namun menggemaskan.

Roda- roda besar menaklukkan jalan berbatu, lumpur yang licin, hingga tanjakan curam yang memacu detak jantung. Setiap guncangan bukan sekadar sensasi, melainkan cerita. Tawa pecah di dalam jeep saat cipratan air sungai menyapa, dan sorak kagum terdengar ketika kendaraan berhasil melewati jalur ekstrem yang sebelumnya terlihat mustahil.

Di balik jalur ekstrem itu, tersaji panorama yang menenangkan. Hamparan perkebunan teh membentang seperti permadani hijau raksasa, pepohonan pinus berdiri kokoh, dan kabut yang perlahan tersibak menghadirkan siluet pegunungan yang megah. Puncak bukan hanya tentang destinasi, tapi tentang perjalanan yang membangkitkan keberanian dan kebersamaan.

Setiap rute seakan dirancang bukan hanya untuk memacu adrenalin, tetapi juga untuk menghadirkan pengalaman yang aman, seru, dan tak terlupakan. Dipandu oleh driver berpengalaman, kami semua diajak menjelajahi sisi lain Puncak yang mungkin belum pernah kami lihat : jalur tersembunyi, kubangan lumpur, hingga spot foto eksotis di ketinggian.

Petualangan ini bukan hanya tentang menaklukkan medan, tetapi juga tentang menaklukkan rasa ragu dalam diri. Tentang bagaimana kita belajar percaya pada tim, pada pengemudi, dan pada diri sendiri.

Petualangan offroad kami berakhir di pukul 13.30 setelah sebelumnya kami menyantap makan siang berupa nasi kotak di salah satu tempat pemberhentian.

Kami kemudian menuju ke Vila Plataran Residence dimana kami masing-masing menyewa vila Kalyana dan Ingrida. Saya sendiri menempati satu kamar di Vila Kalyana bersama pak Ardiman, yang menggantikan posisi saya sebagai VP Pengadaan 2 di SCM.

Plataran Puncak Villas merupakan destinasi hunian eksklusif bernuansa resort yang terletak di kawasan sejuk Puncak, Bogor, Jawa Barat. Mengusung konsep luxury retreat in nature, properti ini memadukan arsitektur elegan dengan lanskap pegunungan yang hijau dan udara yang segar.

Kompleks vila ini menawarkan unit-unit privat dengan desain modern tropis, sebagian dilengkapi kolam renang pribadi, taman luas, serta area komunal yang nyaman untuk keluarga maupun korporasi. Lingkungannya yang tenang menjadikannya pilihan ideal untuk family getaway, private gathering, hingga kegiatan corporate retreat dan executive meeting.

Pukul 16.00 kami kembali berkumpul di Ballroom Plataran Vila untuk mengikuti Rapat Kerja SCM. Saya melaporkan evaluasi dan realisasi selama tahun 2025 kepada hadirin dan disusul rekan-rekan VP yang lain.

Setelah itu, saya menandatangani Memori Jabatan yang menandai prosesi serah terima jabatan saya kepada pak Ardiman. Juga ibu Indah Mulyasari menandatangani dokumen yang sama kepada penggantinya sebagai VP Pengadan 1, Pak Bangun Arifianto.

Seusai makan malam bersama dan merayakan Ulangtahun Nanda, salah satu staf SCM, kami kemudian berkumpul bersama di vila Ingrida.

Disana kami berkumpul dengan perasaan campur aduk. Suasana terlihat terbawa suasana haru terlebih ketika diputarkan video perpisahan yang dibuat oleh teman-teman SCM yang mengantar kepergian saya dan bu Indah.

Ibu Cut Raisa selaku SVP divisi SCM yang biasanya tegas dan penuh wibawa, membuka dengan kata-kata yang membuatnya sendiri harus berhenti sejenak untuk menarik napas. “Pak Amril dan Bu Indah bukan hanya kehilangan bagi tim kami, tapi juga bagi budaya kerja yang telah kita bangun bersama,” ujarnya. “Tapi saya percaya, kepindahan ini adalah babak baru yang lebih baik untuknya.”

Dalam suasana keharuan yang mendalam, bu Indah menyampaikan kenangan yang dialaminya sejak pertama kali merintis awal Divisi Procurement pada tahun 2019 yang kelak menjadi cikal bakal Divisi SCM. Sambil menahan tangis, ibu Indah menyampaikan betapa nuansa kekeluargaan yang kental serta kekompakan sesama karyawan di SCM membuatnya senantiasa terkesan atas kebersamaan yang indah itu.

Lalu giliran saya. Saya berdiri, memandangi wajah-wajah yang sudah sangat familiar. Tiba-tiba kata-kata yang sudah saya persiapkan semalam terasa tidak cukup untuk menggambarkan apa yang saya rasakan.

“Jika saya boleh jujur,” saya memulai dengan suara yang berusaha saya jaga tetap stabil, “kepindahan ini terasa berat bukan karena posisi baru itu menakutkan, tapi karena meninggalkan kalian rasanya seperti meninggalkan sebagian dari diri saya sendiri.”

Saya menceritakan bagaimana setiap orang di ruangan itu telah membentuk saya menjadi profesional seperti sekarang. Bagaimana kesalahan yang pernah saya buat tidak dijadikan bahan hukuman, tapi pembelajaran bersama. Bagaimana di Supply Chain Management, saya tidak hanya belajar soal vendor management atau inventory control, tapi juga tentang empati, integritas, dan arti sebuah tim yang sesungguhnya.

“Kalian adalah bagian dari perjalanan hidup yang akan selalu saya kenang,” lanjut saya. “Dan saya berjanji, meski posisi dan divisi berubah, hubungan kita tidak akan pernah berubah.”

Setelah itu, ibu Cut Raisa memberikan plakat dan kenang-kenangan kepada saya dan ibu Indah. Kami lalu menggunakan kesempatan itu untuk berfoto bersama. Kamera mengabadikan senyuman, pelukan, dan beberapa air mata yang akhirnya tidak bisa dibendung lagi. Tidak apa, pikir saya. Menangis bukan tanda kelemahan. Ia adalah bukti bahwa kita pernah benar-benar hadir dan berarti bagi satu sama lain.

Sesudahnya dilanjutkan dengan acara berkaraoke bersama hingga larut malam. Percakapan diantaranya mengalir natural: kadang serius membicarakan proyek yang masih berjalan, kadang tertawa keras mengenang kelucuan-kelucuan yang pernah terjadi. Tidak ada yang dipaksakan, semuanya mengalir apa adanya, seperti sungai kecil yang tenang di kaki gunung.

Dalam perjalanan pulang keesokan paginya, ketika langit Puncak menampakkan mentari yang muncul malu-malu dibalik kabut , saya memutar lagi lagu Lovarian itu.

Kali ini dengan pemahaman yang berbeda. Perpisahan memang pahit, tapi ada manisnya juga, ketika kita tahu bahwa kita pernah menjadi bagian penting dari kehidupan orang lain, dan mereka pun begitu berarti bagi kita.

Divisi Supply Chain Management PT Nindya Karya akan selalu menjadi rumah saya di dunia profesional. Posisi baru menanti dengan tantangan dan harapan yang berbeda, tapi kenangan di Plataran Puncak hari itu—kenangan tentang ketulusan, persahabatan, dan perpisahan yang manis—akan selamanya saya bawa ke manapun langkah membawa.

Karena pada akhirnya, bukan posisi atau jabatan yang membuat kita kaya. Tapi hubungan bermakna dengan orang-orang yang pernah berjalan bersama kita.

Dan saya, sangat beruntung pernah memiliki mereka.

Terima kasih, Supply Chain Management PT Nindya Karya.

Sampai jumpa lagi, di kesempatan yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *