MENIKMATI SENJA MEREKAH DI AWAL RAMADHAN 1432 H

Semburat merah jingga nampak terlihat indah dilangit Cikarang. Dari atas sepeda motor Honda Revo, saya menyaksikan pemandangan senja itu dengan hati didera keharuan mendalam. Ramadhan hari pertama tahun ini, sungguh membawa kenikmatan yang luar biasa untuk saya. Sejak minggu lalu saya sudah pindah bekerja di PT Geographe-Energy Indonesia yang terletak di Kawasan Jababeka I Cikarang dan hanya ditempuh 20 menit dari rumah saya dengan menggunakan sepeda motor. Dengan jarak dan waktu tempuh sedekat itu, saya bisa menggunakan waktu lebih banyak, tanpa mesti terlalu khawatir dihadang kemacetan panjang. Sungguh ini sebuah anugerah berkesan dari Allah SWT dan saya sangat bersyukur atas karunia ini.

Sebelumnya saya bekerja di Cilandak, Jakarta Selatan. Merupakan sebuah “perjuangan” tersendiri bagi saya yang berdomisili di Kota Jababeka Cikarang, terutama di bulan Ramadhan ketika masih bekerja di Cilandak. Biasanya seusai Sahur dan sholat Subuh saya sudah siap berkemas-kemas berangkat bekerja dan pulang dari kantor–meski jam pulang lebih awal setengah jam dari biasanya–berbuka puasa di jalan malah terkadang tak bisa mengejar sholat Tarawih di Masjid bersama istri dan anak-anak.

Di atas bis menuju Cilandak, terkadang susah dapat tempat duduk yang nyaman (terkadang harus berdiri bergelantungan) kalaupun dapat, saya beberapa kali sempat ketiduran dan bablas sampai Terminal Lebak Bulus (seharusnya turun di perempatan Cilandak-Ampera). Situasi menjadi kian runyam ketika terjadi kemacetan panjang terutama di ruas tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) Kampung Rambutan yang menjadi tempat pertemuan arus kendaraan dari Bogor, Bekasi dan Cawang menuju ke arah Lebak Bulus/Pondok Indah. Sore harinya, saya kembali harus berjuang bersama pekerja komuter lainnya naik bis kembali ke Cikarang. Mesti dua kali sambung karena tidak ada bis yang langsung dari Cilandak ke Cikarang. Saya mesti ke Bekasi Barat (No.45) atau Bekasi Timur (No.50) dulu, baru kemudian lanjut lagi dengan bis lain ke Cikarang. Bekal kesabaran lebih mesti disiapkan karena untuk bis dari Bekasi Timur/Barat harus Ngetem (menunggu penumpang hingga penuh) di lokasi “terminal” masing-masing. Waktu “tunggu”nya bervariasi, paling lama pernah sampai 1,5 jam. Bisa anda bayangkan betapa “menderita”-nya menunggu penumpang lain di atas bis yang pengap.Justru masa-masa “penantian” ini yang paling banyak menyita waktu.

Kini romantika menjadi pekerja komuter itu telah berlalu. Sejak tanggal 25 Juli 2011 saya telah bekerja tak jauh dari rumah. Saya bahkan masih sempat mengantar kedua buah hati saya tercinta ke sekolah–sebuah aktifitas yang susah saya lakukan saat masih bekerja di Jakarta dulu. Saat memandang senja merekah pada awal Ramadhan kemarin dari atas motor yang sengaja saya hentikan sebentar di kawasan Jababeka, tanpa terasa mata saya berkaca-kaca dan berkali-kali bersyukur atas karunia tak terhingga dari Allah SWT.

Kegembiraan saya kian bertambah sempurna saat saya masih sempat bercengkrama dengan anak-anak dan istri di rumah bahkan jalan-jalan Ngabuburit menunggu saat waktu buka puasa tiba. Seusai buka puasa kami sekeluarga Sholat Maghrib secara berjamaah dan kemudian bersiap menuju masjid untuk sholat Tarawih.

Terimakasih ya Allah atas segala nikmat dan anugerah yang telah dilimpahkan olehMU pada kami.. 

Related Posts
KE KAMPUS, MENGUNJUNGI KENANGAN…
ostalgia masa lalu ketika menjadi jurnalis kampus "Identitas" Universitas Hasanuddin Makassar kembali berkelebat tatkala saya menjejakkan kaki kembali di "kampus merah" tersebut. Tahun 1990-1994 adalah masa-masa dimana saya banyak meluangkan ...
Posting Terkait
ECOPARK ANCOL, WISATA HUTAN KOTA YANG ASRI DENGAN DESAU ANGIN PANTAI
ebuah kehormatan tersendiri buat saya kembali diundang oleh PT Pembangunan Jaya Ancol untuk berbuka puasa bersama para blogger di Ecopark. Dan demikianlah, Sabtu (27/7), bersama istri dan kedua buah hati, ...
Posting Terkait
NYAWA-NYAWA ITU MELAYANG DEMI 30 RIBU RUPIAH
Sungguh terpukul dan prihatin hati saya melihat berita yang ditayangkan ditelevisi semalam dan tadi pagi tentang tragedi pilu yang melanda saudara-saudara kita di Pasuruan di bulan Ramadhan nan suci ini. ...
Posting Terkait
MENIKMATI KEHIJAUAN NEGERI, MELERAI LETIH DAN PERIH
Keterangan foto: Hijau Negeriku, karya Adi Wiratmo, Potret Mahakarya Indonesia, Dji Sam Soe nakku sayang Rizky & Alya Selalu terbayang dalam benak ayah, bagaimana kalian menikmati masa liburan di kampung sembari menyusuri ...
Posting Terkait
BLOGGER MAKASSAR DAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI MENGGELAR SEMINAR SOSIALISASI PENGEMBANGAN ASEAN
Pada Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 ASEAN di Hanoi tanggal 30 Oktober 2010, Indonesia secara resmi menerima jabatan keketuaan ASEAN dari Vietnam. Dengan resminya jabatan keketuaan dipegang Indonesia maka sosok ...
Posting Terkait
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
aat berkunjung ke Gorontalo bulan lalu, saya menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keluarga Gobel (Hubulo) di Kabupaten Tapa Gorontalo. Di kompleks Makam keluarga yang terletak diatas bukit dengan pepohonan ...
Posting Terkait
Berfoto dulu sebelum berangkat ke Hongkong
  Hari Kamis sore 17 Maret 2011, kegairahan saya untuk "menjemput impian" jalan-jalan ke Hongkong Disneyland begitu membuncah. Sebuah impian yang sesungguhnya dapat terwujud secara tak terduga berkat aktifitas dan konsistensi ...
Posting Terkait
Pasukan "Mission Impossible" BeBlog (foto by Dodi)
KETIKA pertama kali "ditantang" oleh Walikota Bekasi H.Mochtar Muhammad untuk menggelar kegiatan temu blogger berskala nasional terkait dengan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ketigabelas dalam ajang Kopdar bareng pucuk pimpinan ...
Posting Terkait
ALYA, BERSAMAMU, DUNIA IKUT TERTAWA
Bagi kami sekeluarga, Alya, si bungsu yang centil dan manis ini adalah "matahari" yang selalu menghangatkan rumah dengan tawa serta candanya yang menggemaskan. Dan tentu aksi-aksi eksperimennya yang kadang tak ...
Posting Terkait
NASI GORENG KEKAR MEMBAHANA TAMPIL DALAM LOMBA MASAK KOKITA
inggu pagi (30/6) yang cerah tadi, saya menemani istri untuk mengikuti lomba masak nasi goreng yang dilaksanakan oleh Kokita di Pasar Bersih Cikarang. Awalnya, saya sama sekali tidak ada rencana ...
Posting Terkait
KE KAMPUS, MENGUNJUNGI KENANGAN…
ECOPARK ANCOL, WISATA HUTAN KOTA YANG ASRI DENGAN
NYAWA-NYAWA ITU MELAYANG DEMI 30 RIBU RUPIAH
MENIKMATI KEHIJAUAN NEGERI, MELERAI LETIH DAN PERIH
BLOGGER MAKASSAR DAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI MENGGELAR
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
MENJEMPUT IMPIAN KE HONGKONG DISNEYLAND
AMPROKAN BLOGGER 2010 (1) : MEWUJUDKAN SEBUAH “MISSION
ALYA, BERSAMAMU, DUNIA IKUT TERTAWA
NASI GORENG KEKAR MEMBAHANA TAMPIL DALAM LOMBA MASAK

8 comments

  1. Masyaallah..
    begitu kerasnya perjuangan mencari nafkah..
    Insyaallah akan menjadi amal menuju ke surganya Allah SWT. .
    apalagi pak amril bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan,pastilah akan ditambah dan ditambah nikmatnya selalu..
    selamat bulan ramadhan .
    smoga pak amril dan keluarga termasuk orang2 yang mendapatkan malam lailatul Qadr.. .allahumma aamiinn

  2. Alhamdulillah. Semoga Tempat kerja yang barunya menjadi Berkah dan Ladang Amal. Kalau ada butuh2 Komputer bolehlah kerjasama dengan NetCOMM.

  3. Datang dari seberang, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa

    seraya memperknealkan diri dan silaturrahmi. semoga amal kita dibulan

    suci ini terhitung sebagai ibadah disisi Allah. amin…

  4. Apa yang Mas Amril alami, saya alami pula beberapa tahun lalu ketika rumah saya masih di cibitung. Alhamdulillah kini saya tinggal di jatibening yang jarang tempuh ke sekolah hanya 30 menit.

    salam
    Omjay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *