Mengikuti Program “Immunotherapy by Dr.Terawan” di Nindya Karya
Dalam rangka memperingati HUT ke 65 PT.Nindya Karya, digelar kegiatan “Sosialisasi Program Asta Cita Presiden RI di Bidang Kesehatan” yang dirangkaikan dengan Program “Immunotherapy by Dr.Terawan” khusus bagi pejabat setingkat Vice President keatas pada tanggal 21 Maret 2025 bertempat di Lantai 9 Gedung Nindya, Cawang.
Saya sangat bersyukur dan beruntung ikut menjadi bagian program ini dimana “Immunotherapy” yang dikembangkan pertama kali oleh Letnan Jendral TNI (Purn.) Prof. Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp Rad(K), Mantan Menteri Kesehatan RI (antara 23 Oktober 2019 dan 23 Desember 2020).

Sebelumnya Dr.Terawan seorang dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.Ia menjadi dokter militer pertama yang menjabat Menkes sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat (1978-1988) dan orang dengan pangkat militer tertinggi yang pernah memangku jabatan ini. Sekarang Dr.Terawan menjadi Penasehat Khusus Presiden RI Prabowo Subianto.

Immunotherapy memanfaatkan Sel Dendritik (Dendritic Cells/DC) yang merupakan “jenderal” yang mengatur pertahanan imun dan respons regulasi kita. Sel kekebalan ini memperkenalkan penanda (antigen) dari zat asing yang berbahaya seperti virus, bakteri, dan jamur, untuk memulai imunitas.
Tidak hanya mengendalikan respons kekebalan, mencegah penyakit autoimun, tetapi sel ini juga bisa memimpin sel kekebalan melawan kanker dan bahkan memicu reaksi antiperadangan, serta membatasi peradangan yang berlebihan.
Bukti Penelitian tentang Sel dendritic autolog sudah terbukti keamanannya sebagai vaksin COVID-19, terapi Hepatitis B, infeksi HSV (herpes), infeksi HIV, glioblastoma (kanker otak), Wilms tumor (kanker ginjal), kanker pankreas, diabetes tipe 1, rematik, dan multiple sklerosis. Immunotherapy relatif aman karena “bahan baku”-nya berasal dari tubuh pasien sendiri, bukan dari bahan kimia.
Seminggu sebelumnya, darah saya dan teman-teman yang mengikuti program ini diambil dan kemudian darah tersebut dibawa ke laboratorium untuk “dilatih” kemudian setelah itu disuntikkan kembali sesudah 7 hari proses pengolahannya.
Seusai buka puasa bersama, kami semua kemudian antri untuk menunggu penyuntikan vaksin Immunotherapy yang dilakukan langsung oleh Dr.Terawan. Awalnya memang saya sempat agak ragu, mengingat Immunotherapy sejak pertama kali diperkenalkan hingga kini sarat dengan kontraversi di dunia medis. Namun setelah mendengarkan pemaparan Dr.Terawan yang menyampaikan sejumlah hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang menyatakan Immunotherapy aman digunakan secara medis, kekhawatiran saya sirna. Bisa dibaca disini.
Setelah 3 hari penyuntikan saya merasa tubuh terasa lebih bugar dan proses penyembuhan penyakit flu saya relatif lebih cepat. Alhamdulillah..terimakasih Nindya Karya dan Dr.Terawan!