Kalau biasanya dengar kata campus hiring itu kesannya formal dan kaku, kali ini justru terasa lebih hidup. PT Nindya Karya datang langsung ke Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Gowa, bukan sekadar buka lowongan, tapi juga mengajak kolaborasi yang lebih dalam antara kampus dan dunia industri.
Suasana Lecture Theatre cukup ramai, penuh antusiasme mahasiswa yang penasaran sekaligus berharap bisa jadi bagian dari industri konstruksi ke depan.
Yang menarik, kegiatan ini bukan cuma soal rekrutmen. Ada juga penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Nindya Karya dan Fakultas Teknik Unhas. Artinya, hubungan keduanya nggak berhenti di satu acara, tapi berlanjut dalam kerja sama jangka panjang.

Direktur Utama Nindya Karya, Ir. Firmansyahm ST, MT yang sedang menyelesaikan studi magisternya di Kampus Unhas Jakarta, menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini memang jadi langkah nyata untuk membangun ekosistem talenta yang berkelanjutan.
Menurut beliau, dunia konstruksi ke depan butuh insinyur muda yang bukan hanya pintar secara teknis, tapi juga adaptif dan punya integritas tinggi. Jadi bukan cuma soal “bisa kerja”, tapi juga “siap berkembang”.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan SDM, Eduard Batubara, SE. Ia menekankan bahwa lulusan sekarang harus siap menghadapi industri yang terus berubah. Kabar baiknya, Nindya Karya membuka banyak ruang bagi talenta muda untuk berkembang, baik lewat program karier maupun pengembangan leadership.
Menariknya lagi, sekitar 10% karyawan Nindya ternyata berasal dari alumni Unhas. Ini jadi bukti bahwa kualitas lulusan Fakultas Teknik Unhas memang sudah diakui dan punya tempat di industri.
Dari sisi kampus, Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Prof. Dr-Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting supaya mahasiswa tak cuma belajar teori, tapi juga punya akses langsung ke dunia kerja. Harapannya jelas: lulusan Unhas bukan hanya siap kerja, tapi juga siap jadi pemimpin di masa depan.
Dukungan juga datang dari Ketua Ikatan Alumni Teknik Unhas, Ir.Muhammad Sapri Pamulu, PhD, IPU. Ia menyoroti pentingnya peran alumni sebagai jembatan antara kampus dan industri. Dengan jaringan yang kuat, peluang untuk lulusan baru tentu jadi lebih terbuka.
Penandatanganan MoA dan Sharing Session

MoA yang ditandatangani pihak kampus Teknik Unhas dan PT Nindya Karya ini cukup lengkap. Mulai dari pendidikan, penelitian, sampai pengabdian masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi), semuanya masuk. Ditambah lagi dengan program-program seperti kuliah tamu, seminar praktisi, magang, job fair, hingga campus hiring seperti ini. Bahkan, ada juga kolaborasi lintas program studi dan pemanfaatan tenaga ahli dari dosen.
MoA ini berlaku selama tiga tahun dan juga menegaskan komitmen kedua pihak terhadap transparansi serta prinsip anti korupsi. Jadi bukan cuma kerja sama biasa, tapi juga membawa nilai yang kuat.

Acara ini juga makin berbobot dengan sesi sharing yang dimoderatori oleh Ir. Amril Taufik Gobel, ST, IPU, ASEAN Eng dari Nindya Learning Center. Salah satu pembicara, Ir. Habibie Razak, IPU., FIEAust., CPEng., EngExec., IntPE(Aus), membahas peluang besar insinyur Indonesia di era transisi energi.
Topiknya cukup relevan: mulai dari energi terbarukan, LNG, sampai ekosistem kendaraan listrik. Indonesia sendiri punya potensi besar, terutama di panas bumi yang mencapai sekitar 40% dari cadangan dunia. Artinya, peluangnya bukan kecil, justru sangat besar kalau bisa dimanfaatkan dengan baik.
Tapi tentu saja, ada tantangannya. Insinyur masa depan dituntut untuk menguasai teknologi digital, memahami isu keberlanjutan, dan tetap menjunjung tinggi etika profesi. Kombinasi ini yang akan jadi kunci untuk bisa bersaing di level global.
Di sisi lain, SVP Human Capital Nindya Karya, Ir.Deni Dwiraharja, ST, MT, juga memberikan gambaran konkret tentang peluang karier di perusahaan. Nindya membuka ratusan posisi, baik untuk lulusan teknik maupun non-teknik. Proses seleksinya pun cukup lengkap, mulai dari administrasi, psikotes, wawancara, hingga medical check-up.

Yang menarik, pengembangan karyawan di Nindya juga sudah terstruktur lewat berbagai program pelatihan dan leadership, didukung oleh Nindya Learning Center sebagai pusat pengembangan kompetensi.
Akhirnya, dari seluruh rangkaian kegiatan ini, satu hal yang terasa jelas: kolaborasi seperti ini bukan cuma seremonial. Ini adalah langkah nyata untuk menyiapkan generasi insinyur yang siap menghadapi tantangan global.
Bukan hanya pintar di kelas, tapi juga siap turun ke lapangan, beradaptasi, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.