PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
Kita tak akan pernah bisa menyepuh ulang segala impian
dan kenangan yang meranggas perlahan di ringkih hati
lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula
“Karena apa yang tertinggal,” katamu,”seperti sisa jejak kaki
di pasir bibir pantai yang lenyap terhapus hempasan ombak”
Kita hanya akan bisa bersenandung merepih pilu
Dan membuat segenap angan terbang liar mencabik cakrawala
seraya menyimpan segala asa dan rindu
pada diam,
pada keheningan
pada lagu lama yang kita lantunkan
dan bergema lirih hingga ke sudut sepi sanubari
“Karena apa yang kini ada”, ucapmu lagi,”Adalah tempat dimana
angin segala musim bertiup dan arus semua sungai bermuara yang kerap
membuat kita gamang pada pilihan : meniti samar masa depan ataukah
menggenggam nostalgia dan ikut karam bersamanya”
Cikarang,190310

gimana caranya bisa bikin puisi yang melarutkan seperti ini ?
setelah disimak secara cermat, kesimpulannya: yang bisa bikin rangkaian kata yang menghanyutkan seperti ini hanya orang-orang yang mampu memanjangkan peyutnya ke depan, seperti mas amril, bang kom dan om jay…..hehehehehe
piss ah !
Terimakasih Mas Harun atas komentarnya. Waduh..bingung nih jawabnya, caranya lebih banyak membaca, merenung dan menyadari makna diri.
Hahaha…bisa aja nih. Memang sih ada kecenderungan kebuncitan perut seorang lelaki berbanding lurus dengan keromantisannya..
heheheh, saya kok tiba-tiba setuju dengan kang harun ya?
salam
Omjay
Dalam keheningan kupahat rindu pada dinding sukma
Engkaukah kekasih yang menari di batas akhir senja ?
Wooww..puisi balasannya keren juga nih mbak Ajeng 🙂
Halo teman:
Saya ingin mengucapkan selamat kepada anda pada pencalonan di The BOBs, blog
saya: La Vuelta al Mundo de Asun y Ricardo
juga telah dicalonkan sebagai weblog terbaik dalam bahasa Spanyol.
Anda memiliki blog yang sangat menarik, saya telah memilih.
Jika Anda ingin melihat saya dalam bahasa mereka, di halaman pertama Google
saya sendiri penerjemah otomatis.
Terima kasih banyak dan semoga berhasil.
Terimakasih Bung Asunm, wah ternyata bahasa Indonesia anda bagus sekali. Terimakasih sudah vote saya ya. Nanti saya akan vote balik juga
Puisi yang indah. Terima kasih Daeng
like..:)
good dech… buat yang bikin puisi.
Sampai menangis ? ?