Sebuah Perjalanan Menuju Pengakuan Regional
Alhamdulillah, sebuah pencapaian istimewa baru saja saya raih yaitu sertifikasi ASEAN Engineer dari ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), yang diserahkan langsung pada ajang 43rd AFEO Governing Board Meeting di Pampanga, Filipina, 30 Oktober 2025.
Pencapaian ini terasa semakin bermakna karena datang dua bulan setelah saya meraih gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Badan Keahlian Teknik Industri PII.
Proses mendapatkan IPU sendiri bukanlah perjalanan yang mudah , saya harus melewati uji kompetensi yang cukup ketat di Majelis Uji Kompetensi (MUK) BKTI. Segera setelah meraih gelar tersebut, saya mengajukan sertifikasi ASEAN Engineer melalui Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan hari ini saya bersyukur dapat memegang pengakuan regional ini.

Lebih dari Sekadar Gelar
Bagi saya, menjadi ASEAN Engineer bukan sekadar pengakuan profesional , ini adalah pengingat akan tanggung jawab yang kini semakin besar. Sebagai insinyur, peran kita bukan hanya membangun sistem dan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan, memperkuat konektivitas, dan mendorong kemajuan yang melampaui batas-batas negara.
Momen ini sekaligus menjadi tantangan baru: untuk terus meningkatkan standar profesi, membimbing generasi penerus, dan berkontribusi memperkuat kawasan Asia Tenggara melalui teknologi dan keahlian yang mumpuni.
Saya menerima pengakuan ini dengan rasa syukur yang mendalam dan semangat yang menyala , untuk terus belajar, berbagi, dan memberikan yang terbaik bagi profesi dan masyarakat.