Catatan Dari Hati

Tragedi di Balik Tuntutan Keadilan: Refleksi Kematian Seorang Pengemudi Ojek Online

“Harga kemerdekaan adalah kewaspadaan yang terus-menerus, tapi tidak pernah mengorbankan jiwa yang tak berdosa.” Thomas Jefferson

Malam yang kelam pada 28 Agustus 2025 telah menyaksikan sebuah tragedi kemanusiaan yang mengoyak hati bangsa. Affan Kurniawan, seorang pemuda berusia 21 tahun yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob pada saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Sebagai mitra driver Gojek dan tulang punggung keluarga yang diandalkan ibunya, kepergiannya meninggalkan luka mendalam bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh bangsa yang menyaksikan bagaimana sebuah nyawa melayang di tengah perjuangan menuntut keadilan.

Kronologi peristiwa memilukan ini dimulai ketika puluhan ribu buruh dari berbagai wilayah Indonesia menggelar aksi serentak dalam demonstrasi damai di 38 Provinsi yang dipusatkan di Istana Negara dan Gedung DPR RI. Aksi yang diprakarsai Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini sebenarnya merupakan perwujudan hak konstitusional rakyat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, setelah massa buruh membubarkan diri, giliran mahasiswa dari sejumlah kampus melanjutkan unjuk rasa di lokasi yang sama.

Tragedi terjadi sekitar pukul 19.25 WIB ketika aparat kepolisian berusaha membubarkan paksa aksi unjuk rasa yang digelar di sekitar Rumah Susun Bendungan Hilir II. Di tengah situasi yang memanas, Affan yang sedang menjalankan tugas mulianya sebagai pengemudi ojek online untuk menghidupi keluarga, menjadi korban yang tak berdosa. Kendaraan taktis Barracuda yang seharusnya menjaga ketertiban, justru menjadi instrument yang merenggut nyawa seorang anak bangsa.

Dampak tragedi ini terhadap demokrasi Indonesia sangatlah mendalam dan multidimensi. Demokrasi yang sejatinya dibangun atas dasar dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, kini ternoda oleh darah seorang pemuda yang tak berdosa.

Peristiwa ini mengingatkan kita pada rapuhnya proses demokratisasi di Indonesia, di mana ruang publik yang seharusnya menjadi arena dialog konstruktif, berubah menjadi medan pertempuran yang memakan korban jiwa.

Dalam konteks psikologi publik, kematian Affan menciptakan trauma kolektif yang mendalam. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan detik-detik mengerikan ketika nyawa seorang pekerja keras terenggut begitu saja. Hal ini menimbulkan rasa ketidakamanan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat negara yang seharusnya melindungi rakyat.

Trauma ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh jutaan pengemudi ojek online lainnya yang merasakan bahwa profesi mereka yang sudah penuh risiko, kini semakin terancam bahkan di tengah menjalankan tugas sehari-hari.

Sentimen masyarakat yang muncul pasca peristiwa ini adalah campuran antara kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan yang mendalam. Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah meminta maaf atas insiden ini, namun permintaan maaf saja tidaklah cukup untuk menyembuhkan luka yang telah menganga. Masyarakat menuntut transparansi penuh dalam penyelidikan, pertanggungjawaban yang tegas, dan reformasi fundamental dalam penanganan demonstrasi untuk mencegah berulangnya tragedi serupa.

Peristiwa ini juga mengungkap ironi pahit dalam dinamika sosial Indonesia kontemporer. Di satu sisi, kita menyaksikan gelombang demonstrasi yang memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.

Di sisi lain, seorang pekerja sederhana yang sedang berjuang menghidupi keluarganya justru menjadi korban dalam proses perjuangan tersebut. Affan yang seharusnya menjadi bagian dari kelompok yang diperjuangkan haknya, malah menjadi tumbal dalam perjuangan itu sendiri.

Dari perspektif sosiologis, kematian Affan mencerminkan ketimpangan struktural dalam masyarakat Indonesia. Sebagai pengemudi ojek online, dia mewakili jutaan pekerja informal yang berjuang di garis depan ekonomi rakyat. Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga, namun seringkali menjadi kelompok yang paling rentan ketika terjadi gejolak sosial dan politik. Tragedi ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap konflik sosial, selalu ada pihak yang paling lemah yang menjadi korban tanpa memiliki kesempatan untuk membela diri.

Dampak psikologis terhadap komunitas pengemudi ojek online juga tidak boleh diabaikan. Mereka yang sehari-hari berkeliling kota untuk mencari nafkah, kini harus menghadapi trauma tambahan bahwa pekerjaan mereka bisa berujung pada kematian, bukan hanya karena kecelakaan lalu lintas, tetapi juga karena terjebak dalam situasi konflik yang sama sekali bukan salah mereka. Hal ini dapat menciptakan kecemasan kolektif dan menurunkan semangat kerja komunitas yang sudah rentan secara ekonomi ini.

Untuk mencegah berulangnya tragedi seperti ini, diperlukan langkah-langkah konkret dan sistematis. Pertama, perlu ada reformasi fundamental dalam protokol penanganan demonstrasi oleh aparat keamanan.

Penggunaan kekuatan harus benar-benar menjadi pilihan terakhir dan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil yang tidak terlibat. Pelatihan de-eskalasi dan manajemen kerumunan yang lebih intensif harus diberikan kepada aparat, dengan penekanan pada perlindungan nyawa manusia sebagai prioritas utama.

Langkah preventif harus menyentuh banyak level selain dari revisi prosedur pengendalian massa yang menempatkan keselamatan sipil sebagai hal utama, audit dan pembaruan pelatihan penggunaan kendaraan taktis agar meminimalkan risiko pada kerumunan; transparansi penuh dalam proses investigasi ketika ada dugaan pelanggaran; hingga perbaikan mekanisme pertanggungjawaban institusional yang tidak menutup-nutupi kesalahan.

Kedua, perlu ada mekanisme perlindungan khusus bagi pekerja informal seperti pengemudi ojek online ketika terjadi demonstrasi atau kerusuhan. Sistem peringatan dini yang efektif harus dikembangkan untuk memastikan mereka dapat menghindari area-area rawan konflik. Aplikasi transportasi online juga harus berperan aktif dalam memberikan informasi real-time tentang situasi keamanan di berbagai lokasi.

Ketiga, diperlukan reformasi dalam tata kelola ruang publik yang memungkinkan ekspresi demokratis berlangsung dengan aman. Hal ini mencakup penyediaan ruang-ruang demonstrasi yang aman, jalur evakuasi yang jelas, dan koordinasi yang lebih baik antara penyelenggara demonstrasi dengan aparat keamanan. Dialog preventif sebelum pelaksanaan demonstrasi harus menjadi norma, bukan pengecualian.

Keempat, perlu ada penguatan sistem perlindungan sosial bagi keluarga korban dalam situasi seperti ini. Kompensasi yang layak, bantuan psikologis, dan jaminan pendidikan untuk anak-anak korban harus diberikan sebagai bentuk tanggung jawab negara. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk keadilan bagi korban, tetapi juga sebagai upaya pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Kelima, media massa dan media sosial harus berperan lebih bertanggung jawab dalam pemberitaan konflik sosial. Narasi yang memecah belah dan sensasional harus dihindari, digantikan dengan jurnalisme yang mendorong dialog dan pemahaman. Edukasi publik tentang hak dan kewajiban dalam berdemokrasi juga harus terus ditingkatkan.

Tragedi Affan Kurniawan harus menjadi titik balik dalam cara kita memahami dan menjalankan demokrasi. Demokrasi sejati tidak hanya diukur dari kemampuan rakyat untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga dari kemampuan negara untuk melindungi setiap warganya, termasuk yang paling lemah dan rentan. Kematian seorang pengemudi ojek online yang sedang bekerja keras menghidupi keluarga tidak boleh terjadi lagi dalam sebuah negara yang mengaku demokratis dan beradab.

Kita harus belajar dari tragedi ini bahwa perjuangan untuk keadilan tidak boleh mengorbankan keadilan itu sendiri. Setiap nyawa adalah berharga, dan tidak ada agenda politik atau tuntutan sosial yang lebih penting dari perlindungan nyawa manusia. Affan mungkin telah pergi, tetapi perjuangannya untuk kehidupan yang lebih baik harus kita lanjutkan dengan cara yang lebih beradab dan manusiawi.

Mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk membangun Indonesia yang lebih demokratis, berkeadilan, dan manusiawi. Sebuah Indonesia di mana setiap warga, dari yang paling berkuasa hingga pengemudi ojek online paling sederhana, dapat hidup dengan damai dan bermartabat.

Sebuah Indonesia di mana perbedaan pendapat diselesaikan melalui dialog, bukan kekerasan.

Sebuah Indonesia di mana demokrasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga kenyataan yang dirasakan oleh setiap anak bangsa.

“Ukuran sebuah peradaban adalah bagaimana ia memperlakukan anggota masyarakatnya yang paling lemah.” Mahatma Gandhi

Related Posts
 Duka kembali merebak pada bangsa ini yang baru usia menyelenggarakan Pemilihan Capres/Cawapres pada periode 5 tahun mendatang. Seperti sudah diberitakan sejumlah media online hari ini, sebuah ledakan dashyat terjadi di ...
Posting Terkait
14 TAHUN YANG SELALU MENGESANKAN BERSAMA XL
ejak tahun 2001 saya telah menjadi pelanggan setia XL. Sebagai pelanggan pasca bayar, saya sangat menikmati beragam kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan oleh provider telekomunikasi terkemuka di Indonesia ini. Pada ...
Posting Terkait
Ketika Dua Kata Sederhana Menjadi Jembatan Kemanusiaan: Merayakan 11 Januari sebagai International Thank You Day
"Feeling gratitude and not expressing it is like wrapping a present and not giving it." - William Arthur Ward Bayangkan sebuah dunia tanpa ucapan terima kasih. Kehidupan akan terasa seperti mesin ...
Posting Terkait
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Tune, Piyo-Piyohu Ngana Uti ? emikian ucapan yang kerap saya dengar dari ayah saya di Makassar pada ujung telepon saat menanyakan kabar saya bersama keluarga di Cikarang. Ucapan dalam bahasa ...
Posting Terkait
MENULIS, BLOGGING DAN PERGAULAN VIRTUAL
“Writing is an exploration. You start from nothing and learn as you go.” E. L. Doctorow quotes (American Author and Editor, b.1931) Taken from : www.thinkexist.com/quotation   MENULIS sudah menjadi bagian dari hidup ...
Posting Terkait
1. Toko Seks Online Muslim Pertama Membaca artikel ini sempat membuat saya terkaget-kaget. Kok bisa ya? Dan konsep Toko Seks Muslim Online itu seperti apa? Demikian sejumlah pertanyaan mendera batin. Dari ...
Posting Terkait
MEMPERKENALKAN : BLOG KUMPULAN PUISI CINTA
Kawan-kawan, Hari ini saya baru saja meluncurkan blog khusus kumpulan Puisi Cinta saya di www.puisicinta.dagdigdug.com. Blog ini akan menampilkan sejumlah puisi-puisi bertema cinta yang telah saya buat dan tayangkan diblog ini. Niat saya adalah ...
Posting Terkait
Membangun Masa Depan dari Hutan Kalimantan: Kisah Delapan Kontrak Megaproyek IKN dan Tantangannya
"Pembangunan yang sejati bukan hanya tentang beton dan baja, tetapi tentang membangun masa depan yang layak bagi generasi mendatang," demikian pernah dikatakan oleh arsitek terkenal Norman Foster. Kalimat sederhana ini seperti ...
Posting Terkait
KARTINI DIGITAL DAN REVITALISASI PERAN PEREMPUAN INDONESIA DI ERA GLOBAL
...Teman kami ingin melihat saya bekerja dengan pena saya untuk menaikkan derajat bangsa kami. Saya harus menerbitkan majalah atau yang sejenis dengan itu, yang membela kepentingan rakyat dan saya yang ...
Posting Terkait
SEHARI MENJELANG KOPDAR PERDANA KOMPASIANA
Tak sabar rasanya untuk mengikuti Kopi Darat (Kopdar) pertama para pemerhati (pembaca dan penulis) Kompasiana yang akan dilaksanakan besok, Sabtu, 21 Februari 2009 bertempat di Gedung Bentara Budaya Jakarta, ...
Posting Terkait
Dari Cetak Biru Kertas Menuju Peradaban Digital: Transformasi Konstruksi Indonesia Melalui Teknologi 6D–10D
"The future is already here – it's just not evenly distributed." — William Gibson Setiap pagi, ribuan pekerja konstruksi di seluruh Indonesia memulai hari mereka dengan harapan sederhana: pulang dengan selamat ...
Posting Terkait
AYAHMU BULAN, ENGKAU MATAHARI : KISAH PEREMPUAN DALAM NARASI YANG MENGGETARKAN
Judul : Ayahmu Bulan, Engkau Matahari (Kumpulan Cerpen) Karya : Lily Yulianti Farid Cetakan : Pertama,Juli 2012 Halaman : 255 halaman Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama ISBN : 978-979-22-8708-0 enang sekali saat menerima buku ini ...
Posting Terkait
Lebih Sederhana, Lebih Kuat: Redenominasi sebagai Jembatan Menuju Konstruksi Modern
ayangkan sebuah pagi di lokasi proyek konstruksi. Seorang mandor berdiri mengamati truk-truk material yang datang silih berganti. Di tangannya tergenggam nota pembelian semen: Rp 145.000.000. Seratus empat puluh lima juta ...
Posting Terkait
“BITER HAMEN” DAN KETANGGUHAN MENGHADAPI PERSOALAN
ENTAH ada dimana akal sehat Ervin Lupoe berada, ketika ia memutuskan membunuh kelima anak, istri dan akhirnya dirinya sendiri hari Selasa (27/1) waktu Amerika Serikat. Ervin menembak seluruh anggota keluarganya ...
Posting Terkait
Menakar Daya Saing Industri Konstruksi Indonesia di Kancah Global dalam Perspektif Pengelolaan Rantai Pasok dan Efisiensi Anggaran
Industri konstruksi Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan dalam upayanya meraih posisi kompetitif di panggung global. Sebagai sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional, industri konstruksi tidak hanya berperan sebagai penggerak ...
Posting Terkait
WAWANCARA IMAJINER BERSAMA ASUS ROG PHONE 3 – THE ULTIMATE WINNER
Senja baru saja beranjak turun. Gelap mulai merata. Temaram perlahan sempurna membaluri semesta. Malam itu, saya mendapat kesempatan istimewa "berbincang" langsung secara imajiner bersama Ponsel anyar Asus ROG Phone 3 yang ...
Posting Terkait
LEDAKAN BOM TERJADI LAGI DAN DUKA KEMBALI MEREBAK…
14 TAHUN YANG SELALU MENGESANKAN BERSAMA XL
Ketika Dua Kata Sederhana Menjadi Jembatan Kemanusiaan: Merayakan
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
MENULIS, BLOGGING DAN PERGAULAN VIRTUAL
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (33)
MEMPERKENALKAN : BLOG KUMPULAN PUISI CINTA
Membangun Masa Depan dari Hutan Kalimantan: Kisah Delapan
KARTINI DIGITAL DAN REVITALISASI PERAN PEREMPUAN INDONESIA DI
SEHARI MENJELANG KOPDAR PERDANA KOMPASIANA
Dari Cetak Biru Kertas Menuju Peradaban Digital: Transformasi
AYAHMU BULAN, ENGKAU MATAHARI : KISAH PEREMPUAN DALAM
Lebih Sederhana, Lebih Kuat: Redenominasi sebagai Jembatan Menuju
“BITER HAMEN” DAN KETANGGUHAN MENGHADAPI PERSOALAN
Menakar Daya Saing Industri Konstruksi Indonesia di Kancah
WAWANCARA IMAJINER BERSAMA ASUS ROG PHONE 3 –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *